Cara unik Mencegah Covid-19, Sudah ada 14 Abad Lalu.

Oleh : Rajni Fadillah, S. Pd (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

WWW.POJOKOPINI.COM — Covid-19 Lagi-lagi menjadi perhatian dan perbincangan publik yang tak ada habis nya. Sebab, pandemi wabah corona yang menimpa dunia ini belum selesai tuntas ditangani. Banyak negara yang sudah melakukan berbagai upaya seperti lockdown total dan social distancing. China negara pertama yang terdeteksi sebagai wilayah muncul nya corona melakukan lockdown total saat jumlah pasien positif corona sekitar 300 lebih. Pasca penerapan kebijakan lockdown total oleh negara angka masyarakat terinveksi corona pun mampu diredam. Sampai dengan Rabu (25/3) jumlah kasus pasien positif covid-19 di Indonesia mencapai 790 orang. Dari jumlah tersebut, 58 orang meninggal dan 31 orang sembuh. Sedang kebijakan pemerintah masih hanya sebatas social distancing.

Juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona (covid-19) Achmad Yurianto menyatakan pemerintah mempelajari upaya Vietnam yang berhasil mencegah penyebaran wabah virus tersebut. Menurutnya, keberhasilan Vietnam dalam menekan penyebaran virus corona tak terlepas dari kebijakan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak fisik antar orang per orang.
“Banyak pelajaran yang kami dapatkan dari negara-negara lain yang berhasil menangani hal ini. Salah satu contohnya Vietnam. Di Vietnam itu mengedepankan physical distancing. Menjaga diri, menjaga jarak,” ujar Yurianto dalam jumpa pers yang disiarkan langsung melalui akun YouTube, Rabu (CNNIndonesia.com, 25/3/20). Selain physical distancing, Yurianto menilai, keberhasilan Vietnam juga dicapai berkat kedisiplinan dalam menerapkan self isolation atau isolasi mandiri bagi warganya

Melihat pemerintah Indonesia yang terkesan lambat dalam penanganan pandemi corona ini seakan pemerintah bingung bagaimana cara penanganan nya. Hingga diutus juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona untuk mempelajari upaya Vietnam dalam mencegah penyebaran virus ini. Sebenarnya kasus wabah menular dan mematikan bukan lah kasus yang baru terjadi, namun sudah ada sejak pulahan abad sebelum nya. Sehingga, seharusnya tidak ada kebingungan dalam mengatasi wabah.

Bukan tidak ada yang memberikan saran dan masukan untuk pemerintah, bahkan Banyak yang sudah memberikan saran dan solusi kepada pemerintah Indonesia terkait harus nya mengambil kebijakan lockdown total agar terputus mata rantai virus corona. Namun hingga detik ini pemerintah belum mengambil saran ini, yang padahal China pun telah terbukti berhasil saat menerapkannya. Malah pemerintah sibuk mencari dan mempelajari cara penanganan corona kepada Vietnam. Langkah pemerintah mempelajari cara negara lain untuk menangani wabah ini adalah langkah yang baik, namun bukan berarti pemerintah boleh abai atas saran dan masukan dari para ahli, tokoh dan warga negara nya untuk mengambil kebijakan tegas dengan lockdown.
Penangan virus atau pandemi wabah sebenarnya sudah pernah dicontohkan 14 abad yang lalu oleh pemerintah Islam.

Ada beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah Islam saat itu,. Pertama, Lockdown. merujuk kepada sabda Rasulullah saw ” Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari dari nya. ” (HR. Bukhari & Muslim). Nah inilah yang disebut hari ini sebagai lockdown. Itu artinya lockdown bukanlah hal yang baru namun sudah pernah dicontoh kan oleh pemerintahan Islam 14 abad lalu.

Kedua, Isolasi, Amru bin Ash ra pemimpin syam dikala itu. Kecerdasan beliaulah dalam mentadabburi fakta dan kedekatan nya dengan alam ini. Amru bin Ash berkata : “Wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layak nya kobaran api. Jaga jaraklah dan berpencarlah kalian dengan menempatkan diri di lembah dan gunung-gunung”. Masyarakat pun berpencar dan mengisolasi diri. Wabah pun berhenti layak nya api yang padam. Maka pengarahan berikut edukasi terhadap masyarakat terkait Isolasi menghindari keramaian dan tetap didalam rumah masing-masing atau disebut social distancing adalah cara yang sudah pernah dicontohkan dan terbukti ampuh menyelesaikan persoalan pandemi wabah.

Ketiga, Physical Distancing. Rasulullah saw bersabda: “Tha’un merupakan azab yang ditimpakan kepada siapa saja yang dia kehendaki. Kemudian Dia jadikan rahmat kepada kaum mukminin. Maka tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah lalu ia tinggal dirumahnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah tetapkan bagi nya, maka dia akan mendapatkan seperti pahala syahid”. (HR. Bukhari, Ahmad dan an-nasa’i). Inilah anjuran Islam agar menjaga jarak antar sesama, bahkan siapa yang melakukannya nya akan diganjar pahala syahid yang luar biasa. Sedang dari sisi negara akan dijamin kebutuhan pokok nya selama masa isolasi berlangsung.

Keempat, Sabar, Ikhtiar dan tawakkal . Wabah adalah qadha atau ketetapan Allah yang harus kita Ridha atas nya, namum bukan berarti pasrah tidak melakukan apa-apa. Upaya menjaga diri agar tidak terkena wabah ini adalah kewajiban. Seperti menjaga kebersihan, cuci tangan, hindari keramaian, minum obat dan sebagainya. Inilah yang disebut dengan sabar, yaitu terus memaksimalkan ikhtiar hingga allah berikan kesembuhan, kemudian bertawakkallah kepada Allah. Hanya Allah tempat sandaran bukan yang lain. Tidak menjadikan obat sebagai sandaran agar sembuh namun ia hanya perantara ikhtiar kita. ” Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga yang menurunkan penawarnya. ” (HR. Bukhari) berbaik sangkalah kepada Allah karena segala sesuatu ada penawarnya.

Demikian lah langkah-langkah bagaimana cara menuntaskan wabah termasuk corona yang diajarkan oleh Islam dan sudah terbukti keampuhannya. Maka pemerintah Indonesia atau bahkan dunia tak perlu jauh-jauh mempelajari cara menuntaskan wabah. Cukup kembali kepada Islam berupa syari’at nya yang tinggi. Maka atas izin Allah jika penduduk langit dan bumi beriman dan bertaqwa akan Allah turunkan berkah dari langit dan bumi.”… Dan siapa saja yang betaqwa kepada Allah, maka Allah akan berikan jalan keluar bagi nya. “(At-Thalaq : 2 ).[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *