Adidaya Semu VS Adidaya Konkret

Adidaya Semu VS Adidaya Konkret

Negara adidaya ala sistem buatan manusia (kapitalisme-demokrasi) hanya sebatas label yang tak dibuktikan dengan realita dari seluruh aspek kehidupannya. Iya, mungkin bisa dikatakan unggul, namun hal itu jika dibandingkan dengan negara-negara kapitalisme yang kebobrokannya lebih parah dan sangat tersorot media.


Oleh: Radayu Irawan, S.Pt

POJOKOPINI.COM — Negara Adidaya, Amerika Serikat, dilansir AFP, Sabtu (24/10/2020), data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) melaporkan 79.963 kasus Corona di Amerika Serikat. Angka tersebut mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus harian di AS. Bahkan negara ini, melaporkan total kematian terbanyak dibandingkan negara-negara lainnya di dunia, meskipun tidak secara relatif. Baik untuk total kasus maupun total kematian akibat Corona, AS masih menempati peringkat teratas menurut data terbaru JHU (Detik.com, 24/10/20).

Subhanallah. Masyarakat awam berpikir jikalau negara adidaya adalah negara hebat, negara teknologi canggih, negara modern negara yang mampu mengentaskan setiap permasalahan yang ada dalam setiap lini kehidupannya dengan tuntas, termasuk masalah kesehatan. Namun siapa sangka, ternyata jika terus menyibak fakta tentang negara adidaya ala kapitalisme, maka disitulah kebobbrokan nya akan terus terlihat. Istilahnya negara adidaya yang semu.

Ataukah memang negara adidaya semua seperti itu atau cuma negara adidaya ala kapitalisme yang memang menunjukkan kesemuan yang sangat nyata? Tentu, kita tak akan pernah tahu jawaban yang pasti, jika tidak punya pembanding dengan negara adidaya yang lainnya.

Jika membuka sejarah, maka akan ditemui sebuah negara yang handal dalam teknologi di masanya, kesehatan yang berkualitas tanpa biaya, pergaulan yang tertata, angka kriminal sangat-sangat rendah, masyarakat terjamin sandang, pangan dan papannya dan ditopang oleh semua sistem-sistem yang saling menopang.

Kala itu, negara ini disebut sebagai negara adidaya. Jika dibandingkan dengan negara adidaya ala kapitalisme hari ini, maka negara seperti ciri-ciri ini, seperti khayalan belaka, impossible. Namun, keberadaan negara itu konkret keberadaannya. Ialah negara Islam (khilafah) yang di dalamnya diterapkan aturan-aturan Islam secara kaffah.

Mengapa bisa ada negara yang hampir mendekati kesempurnaan itu? Mengapa negara hari ini tak ada satupun yang dapat meraih kesempurnaan seperti khilafah tersebut? Karena di muka bumi, saat ini, tak ada satupun negara yang menerapkan aturan Islam secara sempurna dalam bingkai negara.

Sehingga akibat dari penerapan Islam secara kaffah itulah yang menyebabkan negara khilafah menjadi negara yang maju dari segi akhirat maupun duniawi. Karena penerapan Islam secara menyeluruh merupakan representasi dari aturan Sang Pencipta yang merupakan pencipta dari makhluk yang pasti mengetahui apa yang terbaik bagi makhluk ciptaan-Nya.

Jadi jelas, negara adidaya ala sistem buatan manusia (kapitalisme-demokrasi) hanya sebatas label yang tak dibuktikan dengan realita dari seluruh aspek kehidupannya. Iya, mungkin bisa dikatakan unggul, namun hal itu jika dibandingkan dengan negara-negara kapitalisme yang kebobrokannya lebih parah dan sangat tersorot media. Namun jika bercermin dengan negara khilafah, sama sekali tak bisa dibandingkan. Sampai di sini masih ngotot sama sistem demokrasi bin kapitalisme?

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”(QS. Taha : 124-126).

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS. Al A’Raf : 96).

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (QS. Al Baqarah: 208).[]

Picture source by Reuters

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *