Aksi Bela Nabi, Aliansi Ormas Muslim Indonesia Kecam Emmanuel Macron

Aksi Bela Nabi, Aliansi Ormas Muslim Indonesia Kecam Emmanuel Macron

Namun ada yang lebih penting dari pada memboikot barang-barang, yaitu kita boikot pemikiran Prancis. Dari Prancislah muncul yang namanya demokrasi, Saudara-saudara! Justru ini yang harus diboikot kaum Muslimin!


POJOKOPINI.COM — Sejumlah masa dari Aliansi Ormas Muslim Indonesia berkerumun terlihat memenuhi di depan Bawaslu, Jakarta (4/11/2020). “Padahal kita mengajukan bahwa aksi kita di depan Kedubes Prancis, karena urusan kita adalah dengan Kedubes Prancis. Tapi itulah kita, tidak memiliki kekuasaan, tidak memiliki kekuatan. Kita tidak bisa memaksa Pak Polisi, karena itu kita bersabar saja, walaupun agak jauh dari Kedubes Prancis tapi Allah Subhanahu wata’ala menyaksikan kecintaan kita kepada Rasulullah Saw,” teriak orator disambut gema takbir peserta aksi dari berbagai elemen masyarakat di antaranya ulama, habaib, Mahasiswa dan masyarakat.

Foto: Ustaz Tisna (Aliansi Ormas Muslim Indonesia)

Kita hadir di sini, untuk kesekian kalinya. Sekitar tiga tahun yang lalu, kita mengadakan aksi yang sama pada saat Prancis membolehkan kebebasan berekspresi pada majalah yang sama, pada saat mereka menghina Nabi dengan membuat karikatur Nabi. Dan sekarang hari ini Prancis kembali mengulangi,” ujar Ustaz Tisna Assyirhuni, perwakilan panitia aksi.

Dia menjelaskan bahwa Raja Prancis dulu pernah ditolong oleh Khalifah Sulaiman Alqanuni saat tak berdaya dalam tawanan. “Inilah jasa besar yang pernah dilakukan umat Islam, Khilafah Islamiyah, terhadap Prancis. Namun Prancis ternyata negara yang tidak tahu balas budi,” tambahnya.

Presiden Macron mengatakan bahwasanya karikatur Nabi merupakan bagian dari kebebasan berekspresi, kemudian banyak negara-negara saat ini memboikot produk-produk Prancis. Namun ada yang lebih penting dari pada memboikot barang-barang, yaitu kita boikot pemikiran Prancis. Dari Prancislah muncul yang namanya demokrasi, Saudara-saudara! Justru ini yang harus diboikot kaum Muslimin!” Tambah Ustaz Tisna.

Dua host Aksi Bela Nabi, Jakarta (4/11/2020)

Dalam orasinya, Ustaz Tisna mengajak seluruh masyarakat untuk tak mencukupkan diri sekadar memboikot komoditas Prancis, tapi juga boikot sistem demokrasi yang juga berasal dari Prancis. “Seharusnya umat Islam menjauhkan demokrasi,” sambungnya. Menurutnya, demokrasi tak terbukti menyejahterakan rakyat.

Insya Allah kita semua akan bertemu dengan Nabi Muhammad di akhirat kelak,” tutup Ustaz Tisna Asysyirbuni disambut pekik takbir dan salawat Badar peserta aksi yang ditayangkan secara langsung melalui saluran Youtube Media Umat.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *