Aksi Bela Nabi: Kita Memerlukan Penguasa yang Cinta kepada Nabi

Aksi Bela Nabi: Kita Memerlukan Penguasa yang Cinta kepada Nabi

KH Rokhmat S Labib menjelaskan bahwa semestinya bentuk kecintaan kepada Nabi ditunjukkan dengan memutus hubungan diplomatik dengan Prancis dan mengusir Kedubesnya dari negeri ini, namun jangan berharap kepada penguasa yang tak mencintai Rasulullah.


POJOKOPINI.COM — “Jika orang tua kita dihina, marah. Maka semestinya kita lebih marah jika Rasul kita dihina. Karena seorang Muslim itu diperintahkan untuk mencintai Nabi Saw melebihi kecintaan terhadap dirinya sendiri, melebihi bapaknya, anaknya, dan seluruh manusia,” ujar KH Rokhmat S Labib berorasi di hadapan peserta Aksi Bela Nabi, Jakarta, Rabu (4/11/2020). Aksi itu menyusul penghinaan terhadap Rasulullah yang dilakukan majalah Prancis yaitu Charlie Hebdo.

Kalau kita tidak rela Nabi Muhammad Saw dihina, maka itulah keimanan,” ungkap KH Rokhmat, kemudian dia menjelaskan tentang kitab yang ditulis Imam Ibnu Taimiyah rahimahullaah bahwasanya di dalam kitab itu disebutkan ada tiga hukum. Yang pertama, kalau ada orang mukmin menghina Rasulullah, maka dia murtad, wajib atasnya dihukum dengan hukuman mati. Yang kedua, kalau ada orang kafir dzimmi menghina Rasulullah, maka darahnya menjadi halal, dia wajib dihukum mati. Dan yang ketiga mereka yang menjadi rakyat di sebuah negara kafir harbi, tatkala dia menghina Rasulullah maka juga harus diminta untuk dihukum mati.

Peserta Aksi Bela Nabi, Jakarta, Rabu (4/11/2020)

Kita lihat penguasa-penguasa negeri Muslim saat ini, mereka diam ketika Nabi dihina. Kalau ada Presiden dihina, ditangkap tidak? Diadili tidak? Dihukum tidak? Tapi kenapa diam terhadap penghina Nabi Saw? Padahal tanpa diutusnya Rasulullah Saw kita semua dalam kesesatan yang nyata,” jelas KH Rokhmat.

Menurutnya, penguasa di negeri Islam saat ini tak bisa diharapkan untuk membela Rasulullah. Umat Islam menginginkan melakukan apapun untuk bisa melemahkan Prancis dengan cara memboikot produknya. “Sekarang tidak efektif seruan boikot itu karena hanya dilakukan oleh rakyat, tetapi andai dilakukan oleh negara maka akan segera tutup itu Prancis. Kita memerlukan penguasa yang cinta kepada Nabi. Jangankan memboikot, memanggil Kedubes Prancis saja tidak berani, betul?” tukasnya.

Baca Juga: Tak Cukup Boikot Produk, Ini Kata Habib Khalilullah tentang Penghina Nabi

KH Rokhmat S Labib menjelaskan bahwa semestinya bentuk kecintaan kepada Nabi ditunjukkan dengan memutus hubungan diplomatik dengan Prancis dan mengusir Kedubesnya dari negeri ini, namun jangan berharap kepada penguasa yang tak mencintai Rasulullah. “Maka tak ada lain sekarang umat Islam harus berjuang menegakkan kembali apa, Saudara-saudara?” Teriak KH Rokhmat dijawab teriakan, “Khilafah,” berulangkali oleh peserta aksi.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *