Amrah binti Abdurrahman, Ulama dengan Ilmu Bagai Lautan

Di kalangan para ulama, Amrah memperoleh pujian sebagai ulama perempuan.

POJOKOPINI.COM – Mayoritas Muslim mengenal para ulama berjenis kelamin laki-laki. Ternyata, ada pula ulama perempuan terkemuka yang tak kalah hebat dengan laki-laki. Dia adalah Amrah binti Abdurrahman, murid istri Rasulullah SAW, Aisyah r.a. Nama lengkapnya, yaitu Amrah binti Abdirrahman bin Sa’d bin Zurarah bin Adas al-Anshariyah an-Najjariyah al-Madaniyah. Kakeknya termasuk generasi sahabat besar dari kaum Anshar. Ibunya bernama Salimah binti Hakim bin Hasyim bin Qawalah.

K.H. Husein Muhammad dalam bukunya, Perempuan Ulama di Atas Panggung Sejarah, Amrah lahir pada masa Khalifah Utsman bin Affan sekitar tahun 29 Hijriyah atau 629 Masehi. Sebagai murid Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar, dia banyak memperoleh pengetahuan keagamaan. Amrah banyak hafal hadits Rasulullah yang didengar dari Sayyidah Aisyah. Bahkan, di kalangan para ulama dan tokoh masyarakat saat itu, Amrah memperoleh pujian sebagai ulama perempuan.

Bahkan, seorang Khalifah terbaik dari Dinasti Umaiyah, Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Abu Bakar bin Muhammad di Madinah yang menyebutkan nama Amrah. Di dalam surat itu tertulis, “Lihatlah dan periksalah hadits-hadits Rasulullah dan fatwa-fatwa para sahabat atau hadits Amrah. Jangan lupa mendokumentasikannya. Aku khawatir kehilangan jejak pengetahuan yang berharga dan wafatnya para ulama.”

Ahli hadits terkemuka, Sufyan bin Uyainah mengatakan ada tiga orang yang paling tahu tentang hadits dari Sayyidah Aisyah. Mereka adalah Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar, Urwah bin Zubair, dan Amrah binti Abdurrahman. Imam Adz-Dzahabi menyebut Amrah adalah ulama perempuan, ahli fiqh, cerdas, dan kaya pengetahuan. Riwayat hadits Rasulullah darinya terdokumentasi dalam buku-buku Islam.

Suatu hari, Al-Qasim bin Muhammad ditanya oleh Imam Az-Zuhri, “Aku lihat anda begitu bersemangat menuntut ilmu. Dari mana asalnya?”. Lalu Al-Qasim berkata, “Belajarlah kepada Amrah binti Abdurrahman. Dia sering bersama dengan Sayyidah Aisyah.” Mendengar jawaban Al-Qasim, Imam Az-Zuhri segera menemui Amrah. Kemudian ia berkata, “Aku menemukan Amrah, seorang perempuan yang ilmunya bagaikan lautan.” Banyak ulama ahli hadits yang mengambil riwayat dari Amrah. Beberapa di antaranya adalah Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, dan Ibnu Majah.

Amrah wafat saat usianya menginjak 77 tahun. Ada beberapa pendapat terkait tahun kematiannya. Sebagian orang mengatakan tahun kematiannya ialah tahun 98 Hijriah atau 698 Masehi. Sementara yang lain mengatakan 106 Hijriah.[]Republika/Ilustrasi Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *