Anak Belajar di Rumah tanpa Keluh Kesah

Anak Belajar di Rumah tanpa Keluh Kesah

Dalam sistem Islam tidak ada istilah belajar daring bikin salting sampai darting apalagi sampai bertaring.


Oleh: Lilis Suryani

POJOKOPINI.COM — Covid-19 mengguncang dunia pendidikan. Siswa dan guru diminta beraktivitas belajar mengajar dari rumah. Belum pernah terpikirkan sebelumnya proses belajar mengajar dilakukan secara daring dalam rentang waktu yang cukup lama. Lebih dari 4 bulan berlalu, belum tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim bahkan mewacanakan belajar daring akan dilakukan secara permanen.

Torehan sejarah baru proses pendidikan abad milenial sudah dimulai. Menteri Pendidikan memberikan solusi dengan membuat aplikasi belajar, serta kerjasama dengan beberapa pihak untuk membuat laman rumah belajar sebagai sarana pendukung.Namun, wacana inipun menuai kontroversi.

Kita bisa melihat fakta di lapangan dan mungkin mengalaminya secara langsung, bahwa proses belajar di rumah penuh dengan dinamika. Proses belajar daring memiliki banyak permasalahan. Salah satunya adalah masalah guru yang gagap kondisi mengajar baru dengan target mengajar yang sudah ditentukan oleh kurikulum. Akhirnya, pembelajaran daring menjadi tidak mudah dilakukan.

Belum lagi masalah orang tua yang terbebani dengan biaya kuota internet, sedangkan kondisi ekonomi ikut terdampak resesi. Orangtua pun merasa kesulitan dalam mengajarkan putera puterinya karena kemampuan akademik yang terbatas.

Di sisi lain, beredar di media sosial sebagian siswa yang bersikap santai, dengan asik bermain game atau sekadar menghabiskan waktu bersama teman di tempat yang tidak semestinya. Lalu,
haruskah anak anak kehilangan banyak kesempatan belajar hanya karena wabah? Padahal belajar adalah sebuah kewajiban?

Problem guru yang tidak kompeten dengan semangat mendidik yang tidak dilandasi dorongan ruhiyah, beban kurikulum yang memberatkan pendidik dan siswa hanyalah sederet kecil permasalahn dunia pendidikan di tanah air. Muara dari semua permasalahan tersebut karena adanya penanganan yang salah akibat diterapkannya sistem yang salah pula.

Pendidikan Masa Wabah dalam Khilafah

Dalam kondisi wabah, Islam menetapkan kebijakan lockdown atau karantina wilayah. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya, “Apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada di tempat itu maka janganlah keluar darinya.” HR Imam Muslim).

Belajar di rumah dalam sistem Khilafah tidak sampai mengurangi esensi pendidikan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Karena negara berlandaskan aqidah dan syariah Islam. Warga negara tanpa terkecuali dihimbau untuk beraktifitas berlandaskan ruhiyah dan ber-taqarrub Illallah menjadi tujuan utama. Sehingga guru, orang tua serta siswa akan menjadikan aktivitas berlandaskan ruhiyah. Hal ini akan menambah semangat dalam setiap aktivitas.

Negara khilafah menguasai ilmu teknologi komunikasi yang mumpuni, sehingga kendala belajar daring seperti sulit sinyal, mahal pulsa sampai warga yang gagap teknologi dapat diatasi dengan mudah.

Dalam Sejarah, Khilafah dikenal sebagai negara maju yang menguasai jagat teknologi. Dalam perekonomian, negara Islam telah menorehkan sejarah perekonomian yang stabil bahkan maju. Tentu saja perekonomian yang stabil dapat menopang kehidupan ekonomi rakyat.

Jadi dalam sistem Islam tidak ada istilah belajar daring bikin salting sampai darting apalagi sampai bertaring.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *