Anak Perempuan Akan Membawa Nama Keluarga

Anak Perempuan Akan Membawa Nama Keluarga

Islam mengatur bagaimana cara mendidik anak agar memiliki syakhsyiah Islam atau kepribadian Islam. Di mana hal ini diawali dengan pemahaman dan memasukkan pemikiran dan perasaan yang Islami, sehingga terciptalah kepribadian yang dimaksud.


Oleh: Nur Rahmawati, S.H (Penulis dan Praktisi Pendidikan)

POJOKOPINI.COM — Kemuliaan keluarga, terutama orang tua (ayah) pada kenyataannya tergantung pada kemuliaan anak perempuannya, begitupun dengan nama baik sang ayah juga dipengaruhi oleh nama baik putrinya. Hal ini adalah pesan singkat yang terselip pada Kitab Adabul Islam fi Nizhamil Usrah Bab Bainal Aba’ wal Abna halaman 26.

Banyak keistimewaan yang dimiliki oleh anak perempuan, di mana jika salah mendidik akan berdampak fatal. Baik dan buruknya anak perempuan secara otomatis akan menyeret nama keluarganya. Tentunya perempuan salihah yang diharapkan menjadi penjaga kehormatan tidak hanya pada ayah, suami tapi juga saudaranya meski mereka tidak salih. Dan sebaliknya, jika perempuan tidak salih akan membawa keburukan walau ayah, suami dan saudaranya salih.

Keistimewaan inilah, yang dimiliki seorang perempuan. Sebagaimana yang terdapat pada QS. At-Tahrim ayat 10, Nabi Nuh dan Luth namanya terseret karena keburukan istrinya,

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”.

Surah di atas menggambarkan, perempuan yang tidak salih akan menyeret kehormatan suami menuju jurang kehinaan. Kemudian, sebaliknya perempuan yang membawa kehormatan terdapat pada QS. At-Tahrim ayat 11, Fir’aun namanya terbawa karena kebaikan istrinya,

Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.

Pada QS. At-Tahrim ayat 12, Imran namanya terbawa harum karena kebaikan anak perempuannya, “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-kitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.”

Begitulah gambaran bahwa anak perempuan akan membawa nama keluarganya, itu sangat lazim terjadi, ketika kebaikan ada pada anak perempuan, maka kebanyakan dari orang akan bertanya, siapakah orang tuanya? Siapakah suaminya? Siapakah saudaranya? Namun, hal ini jarang terjadi pada anak laki-laki.

Maka, ada keberuntungan bagi orang tua (ayah) memiliki anak perempuan jika mampu mendidiknya dengan baik, dan hal ini hanya berhasil jika mendidiknya menggunakan metode pendidikan Islam. Yang terbukti mencetak generasi salihah, sebagaimana Aisyah r.a, Fatimah r.a, dan banyak lagi.

Islam mengatur bagaimana cara mendidik anak agar memiliki syakhsyiah Islam atau kepribadian Islam. Di mana hal ini diawali dengan pemahaman dan memasukkan pemikiran dan perasaan yang Islami, sehingga terciptalah kepribadian yang dimaksud.

Sejak usia dini, anak diajarkan tentang ketauhidan. Memahami bahwa Allah SWT adalah Sang Pencipta segala sesuatu yang ada di dunia ini. Kemudian di usia menjelang prabaligh akan diajarkan tentang bagaimana menghadapi masa baligh, sehingga anak siap dengan keadaan yang akan dia hadapi. Sehingga ketika dia dewasa sudah mampu dan siap, berguna bagi banyak orang, serta memahami bahwa kewajiban dakwah ada di setiap pundak kaum Muslim. Selain itu kemandirianpun akan menyertainya yang semua aktivitasnya dilandaskan pada syariat Islam.

Jadi, berhati-hatilah mendidik anak perempuan. Dan semoga Allah SWT anugerahkan kita keturunan yang salih dan salihah. WalLâhu a’lam bi ash-shawâb.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *