Aneuk Meutuwah

Aneuk Meutuwah

Oleh: Cut Putri Cory (Ibu Pegiat Literasi)

Kelak, kaki menapak jalan di medan ribath, Kalashnikov menggantung di badan
Meski dunia menghujat, kau berdiri tegak, Duhai Anakku, tanpa keraguan

Kelak, alangkah indah bermandi debu medan jihad
Lebih menawan dibanding nikmat dunia yang sekelebat
Kau tahu, Sayang Aneuk Meutuwah, di pintu syurga engkau kelak jadi syafaat

Timah menembus badan, kaliber berapa sanggup tahan Aneuk Meutuwah berjuang?
Tak ada bimbang dalam timbangan, serahkan jiwa raga ke dalam nikmat berperang

Aneuk Meutuwah ingat selalu nasehat Ibu,
Hidup mulia Aneuk dalam ilmu
Dakwah berbagi ketaatan engkau selalu
Pun berjihad adalah tamasya bagimu

Tiga kunci bahagia hidup
Ilmu, dakwah, dan jihad dalam ikhlas dan semangat tak boleh redup
Aneuk Meutuwah pantang patah arang dalam hidup
Yakin segala halang rintang Allah membuatmu sanggup

Lihat pendahulu, belajarlah sejarah
Supaya kau kenali diri, lawan, dan kawan, Duhai Aneuk Meutuwah
Kini kau hidup dalam peradaban sampah
Dibuang dan distigmanya syariat Allah

Ada di depan untukmu dan teman-teman kecilmu
Masa keemasan kala Panji Tauhid berkibar merayu
Aneuk Meutuwah memimpin mengalahkan si Dungu
Yang menista Islam dan menzalimi saudara Muslimmu

Khilafah tegak berdiri, kau berjuanglah bersamanya
Di belakang Khalifah kau tunduk taat padanya
Selama dia pegang syariat mulia
Itulah perisaimu menaklukkan dunia

Aneuk Meutuwah tidur dalam buaian
Ibu doakan kelak akan sampai kalian
Pada masa keemasan
Saat ilmu, dakwah dan jihad bukan lagi impian.[]


Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *