Antara Khilafah dan Wangi Semerbak Para Pengembannya

Antara Khilafah dan Wangi Semerbak Para Pengembannya

Mereka yang mati di jalan Allah adalah hidup di sisi Allah. Dan semua itu telah terbukti adanya. Dicontohkan oleh para Nabi dan syuhada. Semerbak wangi mereka telah tercium hingga ke surga. Bahagia tak terkira ketika disambut penduduk langit dengan gembira.


Oleh: Jumratul Sakdiah

POJOKOPINI.COM — Khilafah, satu kata yang sarat akan makna. Tujuan perjuangan yang telah lama dinantikan kehadirannya oleh mereka yang menyadari urgensi penerapannya. Serta semakin besar ketakutan para pembencinya saat khilafah telah tenar dibicarakan. Naik kelas ke panggung-panggung diskusi yang sebelumnya tak pernah terbayangkan.

Kini, khilafah kembali bergema, menjadi tajuk berkelas yang tengah hangat dibincangkan. Baik dari kalangan politisi maupun para pakar yang masih diuji intelektualitasnya dalam mengeluarkan argumentasi di setiap diskusi. Media maistream tak tertinggal, TV ONE baru-baru ini membuat diskusi tentang khilafah. Kemudian ditambah lagi jagad sosial mediapun tak henti menayangkan opini ini. Menjadi trending di Twitter dari setiap tagar yang digencarkan oleh para pendukungnya.

Tak heran, jika khilafah yang telah lama dikubur kembali ke permukaan. Dengan bukti nyata di depan mata dan sumber terpercaya, tak ada yang bisa membantah dalilnya. Bahwa khilafah adalah bagian dari syariat Islam yang wajib hukumnya untuk dijalankan dalam tataran kehidupan bernegara secara universal.

Namun miris, tuduhan terhadap khilafah dan pengembannya kembali dilontarkan. Sebutan radikalisme menjadi senjata pemusnahnya. Tapi amat disayangkan tuduhan itu sama sekali tak berdasar. Bahkan diselaraskan dengan sosok pribadi muslim sejati yang didambakan. Menurutnya paham radikal yang mereka anggap sebuah ancaman telah merasuk dalam jiwa-jiwa yang berkarakter baik dan berpenampilan menarik. Sehingga pantas orang-orang yang good looking menjadi sasaran tembak bagi para pemadam cahaya Allah yakni fajar khilafah. Sungguh itu semua telah terbantahkan cukup dengan logika sederhana saja.

Namun, begitulah pertolongan Allah. Mungkin datang melalui cara yang tak terduga. Awalnya menangis tapi nanti akan berakhir bahagia. Hari ini tersudutkan tapi nanti akan dimenangkan. Suatu saat, yang semua tak tahu kapan waktu itu tiba. Hanya saja bersabar sebentar untuk janji yang kan menjadi nyata. Karena khilafah itu akan tegak, sekarang ataukah nanti. Tapi yang jelas bersiaplah jadi penegaknya dan realisasi nyata ada tangan-tangan kita. Untuk itu tak ada yang perlu diragukan dalam perjuangan ini. Teruslah melangkah dan sambutlah kemenangan yang tinggal sekedip mata. Pastikan kita senantiasa ada di barisan pejuangnya. Siap menerima segala konsekuensi dakwah yang bahkan nyawa kan menjadi taruhannya.

Tapi ingatlah, mereka yang mati di jalan Allah adalah hidup di sisi Allah. Dan semua itu telah terbukti adanya. Dicontohkan oleh para Nabi dan syuhada. Semerbak wangi mereka telah tercium hingga ke surga. Bahagia tak terkira ketika disambut penduduk langit dengan gembira. Tak ada lagi kenikmatan setelah itu. Semua telah terpatri dalam singgasana surga yang telah menantikan para penghuninya. Semoga kita adalah salah satunya.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *