Asma binti Abu Bakar: Sang Wanita Pemilik Dua Ikat Pinggang

Asma binti Abu Bakar: Sang Wanita Pemilik Dua Ikat Pinggang

Asma juga diibaratkan koin emas dengan harga sangat tinggi


Oleh: Yulia Hastuti, SE, M.Si

POJOKOPINI.COM — Asma binti Abu Bakar adalah putri dari sahabat Rasulullah Sallahu’alaihi Wassalam yang paling mulia, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Asma dilahirkan 14 tahun sebelum masa kenabian. Saat turunnya Islam, ayahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan sahabat nabi yang awal-awal masuk ke dalam Islam dan Abu Bakar saat itu langsung mendakwahkan kepada keluarganya.

Dengan kelembutan dan kebersihan hati Asma, membuatnya mudah menerima Islam meskipun kala itu ia baru berusia 14 tahun. Putri Abu Bakar itu termasuk salah satu wanita di Kota Makkah yang pertama masuk Islam. Meski ia seorang wanita yang terlihat lemah lembut namun tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman kaum Quraisy. Di balik keberaniannya, ia juga merupakan figur bagi putranya Abdullah. Asma tak hanya mampu membakar juang semangat anaknya namun juga menjadi teladan dalam ketangguhan mempertahankan iman.

Asma merupakan saudari istri Rasulullah Sallahu’alaihi Wassalam, Aisyah Radhiallahu’anha namun berbeda ibu. Bagi Aisyah, saudarinya Asma tidak hanya menjadi seorang kakak namun juga sudah seperti seorang ibu sebelum menjadi ibu. Seakan-akan keibuan adalah seni yang diberikan Allah kepadanya. Seperti halnya adab di Makkah sebagai perempuan Asma mendapat pengawasan orang tua dan kerabat dalam hal adab.

Anak perempuan dididik serius dalam hal adab dan sopan santun oleh para tetua keluarga. Benih keibuan dan kedewasaan dalam dirinya juga sebagai simbol sifat pengertian, kesempurnaan, kelembutan, dan kewibawaan. Asma juga diibaratkan koin emas dengan harga sangat tinggi

Di balik sifatnya yang pendiam dan penuh semangat. Asma merupakan sosok wanita pembela Rasul yang tangguh dan gagah berani. Sisi keperempuanannya justru menjadi kekuatan untuk membantu perjuangan dakwah Islam. Saat terjadinya Perang Yarmuk ia ikut berjuang bersama suaminya Zubair bin Awwam dengan menunjukkan keberaniannya. Perang Yarmuk dikenal sebagai salah satu peperangan yang banyak diikuti oleh kaum wanita yang secara aktif terjun bersama para mujahidin. Pada saat itu para mujahidin banyak yang mengalami kegoncangan yang sangat parah, sehingga ada sebagian dari mereka yang mundur. Sedang para wanita mujahidah ikut menyerang untuk memberikan semangat agar terus maju berdiri tegak.

Pada saat Rasulullah hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar, Rasulullah sempat bersembunyi beberapa hari di sebuah gua di puncak Bukit Tsur. Pada saat itulah ada perjuangan berat seorang mukmimah tangguh yang membawakan makanan dan minuman serta menyampaikan kabar tentang orang-orang yang hendak melakukan pengejaran. Dengan penuh keikhlasan Asma harus menempuh perjalanan yang cukup jauh antara Makkah dan Gunung Tsur pada waktu malam.

Hasratnya yang menggebu-gebu membuatnya tidak memperdulikan halangan yang bisa menerkamnya di tengah perjalanan, jalan yang sulit dan terjal serta kemungkinan ketahuan musuh. Asma melakukannya semata-mata untuk menyelamatkan Rasulullah hingga tiba di tempat hijrah demi pertolongan terhadap agama Allah, meninggikan kalimat-Nya, dan memenangkan kebenaran dan pasukan Islam.

Oleh karena itu ia rela melaksanakan tugas yang berat ini setiap hari dengan berjalan kaki, mengendap-endap secara sembunyi-sembunyi lalu naik ke atas bukit hingga bertemu Rasulullah dan sahabat beliau yang juga ayahnya di dalam gua yaitu untuk menyerahkan bekal dan menyampaikan berita. Dengan melalui jalan yang sama dia kembali lagi ke rumah di tengah malam yang gelap gulita.

Asma terus melaksanakan tugas ini hingga tiba saatnya Rasulullah Sallahu’alaihi Wassalam meninggalkan gua dan bersiap-siap untuk hijrah ke Madinah di malam hari. Pada saat hendak berangkat, Asma bangkit untuk mengikat kantong bekal namun ia tidak mendapatkan sesuatu yang bisa dipergunakan untuk mengikatnya selain dari kain ikat pinggangnya. Ia menyobek kain selendangnya menjadi dua helai, yang satu untuk mengikat tempat air dan satunya lagi untuk mengikat kantong bekal.

Begitulah kecintaannya terhadap Islam dan Rasulnya. Pengabdian dan pergorbanan Asma membela agama Allah Subhanahu wata’ala begitu besar. Karena itulah, Asma diberi gelar “Dzatun Nithaqain” (wanita yang memiliki dua ikat pinggang) oleh Rasulullah Sallahu’alaihi Wassalam. Beliau berdoa, Semoga Allah mengganti ikat pingganggmu ini dengan dua ikat pinggang di surga.

Sungguh Asma adalah teladan bagi para muslimah. Mujahidah yang telah meriwayatkan 58 hadis dari Rasulullah yang juga dikenal sebagai wanita penyair dan pemberani. Di usianya yang telah lanjut tetap melakukan syiar Islam hingga sejarah peradaban Islam mencatat sosok pejuang dan gigih dengan segala sifat kedermawanannya. Para sahabat mengakuinya. Dari Abdullah bin Zubair berkata, “Tidaklah kulihat dua orang wanita yang lebih dermawan daripada Aisyah dan Asma.”

Asma binti Abu Bakar adalah wanita muslimah periode pertama ketika munculnya Islam. Betapa besar pengabdian yang diulurkan wanita yang agung ini terhadap Islam dan kaum Muslimin. Juga pengorbanan jihad yang dilakukannya untuk menyelamatkan hidup Rasulullah Sallallahu’alaihi wassalam dalam situasi yang sangat kritis. Walaupun ia harus mengalami ujian yang keras tapi ia tetap tegar dan tabah laksana gunung yang menjulang tinggi.

Menolong agama Allah dan melibatkan diri dalam prosesi dakwah merupakan kebiasaan wanita Muslimah pada awal perjalanan Islam. Karena iman sudah memenuhi hati mereka. Begitu juga dengan andil, keberanian dan perngorbanan mereka fi sabilillah tidak kalah dari kaum laki-laki. Lembaran-lembaran cemerlang kisah perjalanan para wanita muslimah yang mulia menjadi contoh yang patut diteladani.

Perjuangan mereka bagaikan lentera yang menyinari hidup yang akan membentuk kepribadian muslimah kini jika kita dapat mengambil ibrah dari kehidupan mereka. Potret Asma binti Abu Bakar sudah seharusnya kita jadikan teladan dalam ketangguhan pribadinya sebagai seorang muslimah yang telah menorehkan tinta emas peradaban Islam.[]

Ilustrasi: Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *