Asyik-asyik Nulis Politik

Asyik-asyik Nulis Politik

Kini strategi mereka dengan ‘proxy war’ atau nabok nyilih tangan (memukul umat Islam dengan meminjam tangan umat Islam) kian hari kian terasa.


Oleh: Sri Rahayu (Institut Kajian Politik dan Perempuan)

POJOKOPINI.COM — “Politik takkan pernah ada habisnya. Sepanjang umur manusia, sepanjang itulah politik bicara.

Politik akan memiliki warna beragam tergantung apa ideologi yang mendasarinya. Dalam ideologi sekulerisme politik diartikan dengan segala cara untuk sampai pada kekuasaan dan melanggengkannya. Berbagai upaya dilakukan tanpa melihat halal dan haram. Sehingga menjadi pemahaman umum, tak ada musuh abadi yang ada kepentingan abadi. Slogan ini segaris dengan asas ideologi sekuler yang hanya melihat semua dari sisi manfaat.

Sangat jauh dari ideologi Islam dalam memaknai politik. Politik adalah “ri’ayatusyu’unil ummah dakhilian wa kharijian“. Dengan kata lain politik adalah tatacara mengurusi hajat hidup umat di dalam negeri dengan penerapan Islam kaffah oleh khalifah dan dakwah menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru negeri.

Nah demi melanggengkan kekuasaan, dominasi kekuasaan juga penjajahan oleh negara penjajah (AS) inilah politik dalam ideologi sekulerisme kental dengan praktik kotor dan menjijikkan. Sogok sana sogok sini, injak sana injak sini, biasa saja. Bahkan tak segan mengorbankan kehormatan dan nyawa.

Ideologi kapitalisme sekuler yang saat ini berkuasa di muka bumi membungkam umat Islam agar tak bersentuhan politik. Sampai-sampai beberapa waktu lalu diopinikan ‘Islam Yes! Politik No!

Tujuannya apa? Benar, agar Islam tetap diam berada dalam frame idelogi mereka. Inilah cara jitu mengubur Islam kaffah. Ini pulalah yang menjadi strategi mereka menghadang kebangkitan Islam, yang saat ini geliatnya kuat dan meluas. Musuh-musuh Islam bahkan kewalahan tak dapat tidur melihat Islam bangkit. Mereka terus membuntuti pergerakan di dunia Islam dengan kaca pembesar dan memburu Islam politik. Mereka sebut muslim yang taat dengan cap teroris, radikal, intoleran, fundamendalis.

Begitulah, mereka sandibgkan istilah Islam dengan istilah buatan mereka dengan tujuan mengaburkan dan mengubur Islam kaffah. Islam disandingkan dengan liberal, moderat, radikal, fundamentalis yang semua istilah itu dilekatkan pada istilah Islam. Istilah itu tak boleh disandingkan dengan Islam. Karena Islam hanya patut disandingkan dengan istilah Islam, misalnya Islam kaffah. Kalau mau menyandingkan kata dengan istilah mereka yang sudah khas maksudnya menurut definisi mereka, bolehlah menggunakan kata orang.

Orang liberal, orang moderat, orang radikal itu silakan. Pengaburan ini memang dibuat untuk memecah Islam dan menjadikan muslim berhaluan sekuler. Begitulah yang terjadi sehingga mereka begitu gencar dengan program Islam moderat, program deradikalisasi dan semacamnya. Utu semua adalah amunisi mengubur Islam agar jangan bangkit lagi!

Sejarah telah membuktikan mereka tak sanggup berhadapan langsung dengan kaum muslimin. Perang salib ratusan tahun berakhir dengan kelakalannya menjadi pelajaran berharga buat mereka. Merekapun membuat strategi jitu bernama belah bambu.

RAND Corporation telah memecah umat Islam menjadi 4 kelompok. Islam Liberal, Islam Moderat, mereka benturkan dengan Islam Tradisional dan Islam fundamentalis. Mereka berupaya keras agar Islam tradisional jauh dari Islam fundamentalis. Karena tradisionalis mereka katakan bisa menjadi fundamentalis.

Kini strategi mereka dengan ‘proxy war‘ atau nabok nyilih tangan (memukul umat Islam dengan meminjam tangan umat Islam) kian hari kian terasa.

Inilah politik mereka. Politik sekularisme pijakan demokrasi kapitalisme yang hina. Tak memanusiakan manusia. Karena hawa nafsu yang jadi pemutus urusannya.

Sangat jauh dengan politik Islam yang agung. Karena politik ini lahir dari ideologi Islam yang berasal dari Allah subhanahu wata’ala. Menjadikan wahyu sebagai pemutus perkara. Dijamin pasti sesuai fitrah manusia.

Politik Islam, mengurusi semua perkara hidup manusia dengan syariat. Siapapun manusia sangat dijaga kemuliaan, harta, akal, nyawa, nasab, agamanya dan keamanan hidupnya. Tentu dengan pemberlakuan hukum-hukumNya.

Setiap Muslim wajib berpolitik Islam. Karena Islam ajaran yang sempurna (kamil) dan menyeluruh (syamil). Islam mengatur hubungan dengan dirinya sendiri dalam seperti dalam masalah makanan, pakaian dan akhlak. Mengatur hubungan dengan RabbNya dalam ibadah dan hubungan dengan sesama manusia dalam bemuamalah dan bernegara. Itulah politik Islam. Tak boleh kita hanya mencukupkan pada sebagian aspeknya saja. Mengambil sebagian, meninggalkan sebagian lainnya sungguh kufur yang nyata.

Oleh karena itulah Muslim wajib berpolitik. Memperhatikan urusannya sudahkah diatur Islam? Jika belum maka teruslah menggencarkan pemikiran-pemikiran dan opini Islam. Baik lisan maupun tulisan. Inilah urgensi menulis tulisan politik. Dengan dakwah Islam politiklah umat Islam bangkit. Dakwah politik juga yang ditempuh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Rasul mencela berhala sesembahan kafir Quraysi. Rasul mencela orang yang curang dalam timbangan. Rasul mencela Riba. Rasul mencela kebiasaan buruk masyarakat jahiliyah. Kemudian Beliau jelaskan Islam sebagai jalan hidup mulia. Inilah esensi dakwah pemikiran, politik dan tanpa kekerasan yang menjadi karakternya. Hingga terbukti berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat Islam.

Kini untuk mengembalikan kehidupan jahiliyah modern menuju hidup mulia dengan Islam tentu dengan metode yang sama. Tak ada jalan yang layak ditelusuri selain meniti jalan Rasul yang mulia.

Pergolakan pemikiran, kifahu siyasi (perjuangan politik dengan pengungkap persekongkolan penguasa dengan penjajah termasuk strategi AS) dan thalabun nusyroh (mencari dukungan dan pertolongan dakwah) terus digencarkan. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

IaSemua aktivitas itu membutuhkan tsaqafah dan literasi sekaligus aktifitas membuntuti. Apa agenda dan strategi kaum kufar hari ini. Lantas diungkap dan difahamkan kepada umat. Untuk kemudian dibongkar dan diceraiberaikan makarnya.

Aktivitas ini sungguh sangat menggangu dan memporakpoarandakan AS penjajah dunia. Hingga mereka kewalahan menghadang Islam politik. Gerakan pemikiran, politik yang nembuat umat sadar akan hakikat hidupnya. Yang terurusi dengan baik hanya dengan Islam saja.

Semua aktivitas itu bernama dakwah. Menyeru kepada al khayr (Islam), mengajak yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Aktifitas mulia yang menjadikan umat Islam ‘Khairu Ummah‘ sebagaimana oredikat dalam QS Al- Imran : 110. Dakwah diemban baik lisan maupun tulisan. Semakin gencar dakwah semakin kuat pemikiran dan opini Islam politik. Terlebih Rasul telah mengingatkan agar kita selalu memperhatikan urusan saudara kita. Sebagaimana sabda Beliau :

“Barangsiapa yang pada pagi hari hasrat dunianya lebih besar maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak memperhatikan kaum Muslimin semuanya maka dia bukan golongan mereka.”

(HR. Al-Hakim dan Baihaqi).

Termasuk aktivitas memperhatikan urusan umat Islam adalah dengan menulis politik. Masihkah berat untuk menulis politik? Tentu tidak bagi yang mau. Semua tak ada yang instan. Pun belajar menulis politik. Sebenarnya kita telah mengetahui teorinya dari dulu yaitu rumusan 5 W 1 H. Tinggal kita membiasakan melatih dan terus mempraktekkannya. Yuk jangan ragu, mari menulis politik.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *