Baju Baru untuk Palestina

Baju Baru untuk Palestina

Khilafah adalah institusi yang kelak akan membebaskan Palestina dan seluruh kaum Muslimin di dunia. Khalifah-lah yang kelak akan memobilisasi jihad dan membebaskan Palestina, membagi-bagikan roti yang mengenyangkan perut anak-anaknya, serta memberikan pakaian baru yang mereka sukai. Lebih dari itu, derita yang mereka alami dihilangkan selamanya.


Oleh: Cut Putri Cory, S,Sos (Ummun wa Rabbatul Bayt)

POJOKOPINI.COM — Mal dan pasar penuh sesak meski Covid-19 belum beranjak (Pikiranrakyat.com, 19/5/2020). Makanan khas lebaran agaknya tetap dapat kita makan meski lebih dari dua puluh ribu orang dinyatakan telah positif Corona. Baju baru pun tak tertinggal, entah untuk dipakai berkunjung ke sanak keluarga meski anjuran silaturahmi virtual mengemuka, tetap gempita menyambut hari kemenangan itu hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Munahar Muchtar menyayangkan tindakan masyarakat yang masih tidak peduli akan keselamatan bersama. Beberapa hari lalu, masyarakat di sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta nampak memadati pusat perbelanjaan dan pasar untuk beli baju Lebaran. Padahal, mereka telah diimbau untuk menghindari kerumunan selama masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). (Kompas.com, 21/5/2020)

Sangat penting untuk memakai baju baru dalam momen Idul Fitri bagi kita, seolah itu mengalahkan kepentingan untuk menjaga diri dan keluarga dari risiko besar tertular virus Corona. Agaknya Lebaran menjadi sangat identik dengan segala sesuatu harus baru. Kita rela berdesak-desakan memenuhi pusat-pusat perbelanjaan demi bisa memakai baju baru.

Padahal Idul Fitri tak secuil makna ‘bisa pakai baju baru’. Namun faktanya semangat menyambut Idul Fitri sudah terlanjur identik dengan baju baru dan kue lebaran. Jika begitu adanya, sungguh sangat disayangkan apa yang dialami umat Islam di bumi Ribath seperti Palestina yang entah bisa merayakan Lebaran sebagaimana kita sejak negara Israel resmi berdiri di atas tanah Palestina 14 Mei 1948.

Meski tanpa baju baru, kaum Muslimin Palestina tetap teguh lebih dari tujuh puluh tahun mewakili kita menjaga Baitul Maqdis. Idul Fitri mereka dari tahun ke tahun sejak pendudukan Israel di negeri suci itu adalah hari raya yang berbeda dengan kita. Tetap dalam kegentingan dan menanti-nanti pembelaan saudaranya. Karena itu, sudah seharusnya kita bercita-cita menciptakan Idul Fitri yang  juga membahagiakan mereka, meriah sebagaimana kita memeriahkannya. Sehingga seluruh kaum Muslimin merasakan kemenangan hakiki yang dirasakan di seluruh penjuru negeri.

Memang, di tempat kita, suasana Lebaran masih dihiasi kemeriahan yang megah, tapi di belahan bumi lain kaum Muslimin masih tertindas. Mereka masih hidup dalam kepayahan. Pun kita sering lupakan Palestina, kaum kuffar menanamkan Israel di jantung umat Islam dan menyibukkan umat Islam dunia dengan sekat-sekat nasionalisme. Di sisi lain, mereka tetap setiap menjaga Palestina, untuk siapakah kiranya? Untuk mewakili kita semua kaum Muslimin.

Ikatan kita dengan Palestina adalah akidah yang kuat, syahadat itu mempersaudarakan kita dengan mereka. Meski hari ini kita dan mereka dalam ketidakberdayaan, harus ada rasa ketidaknyamanan kita dengan kondisi ini. Kita tentu juga sangat ingin baju baru yang kita pakai dalam Idul Fitri juga dirasakan oleh mereka, bahkan jika Allah berkehendak ingin sekali rasanya mampu membagi-bagikan roti dan baju baru untuk saudara kaum Muslimin di Palestina. Tak hanya itu, keinginan kuat yang membuncah juga ada untuk membebaskan mereka dari penderitaan, menghentikan kejahatan Israel dan menunjukkan kepadanya bahwa umat Islam bisa bersatu dan sangat kuat pengaruhnya.

Kita memiliki potensi untuk bersatu. Lihatlah bagaimana umat Muslim dunia berkumpul dalam proses haji dan umrah, tak ada yang berani mengingkari syariat Islam untuk itu. Semuanya serentak melakukan hal yang sama. Di bulan Ramadan ini pun begitu, seluruh kaum Muslimin dunia berpuasa. Saat Allah perintahkan berbuka, semuanya pun berbuka semata-mata agar di hadapan Allah meraih takwa.

Pun persatuan kaum Muslimin dunia dalam Khilafah adalah keniscayaan. Khilafah adalah institusi yang kelak akan membebaskan Palestina dan seluruh kaum Muslimin di dunia. Khalifah-lah yang kelak akan memobilisasi jihad dan membebaskan Palestina, membagi-bagikan roti yang mengenyangkan perut anak-anaknya, serta memberikan pakaian baru yang mereka sukai. Lebih dari itu, derita yang mereka alami dihilangkan selamanya.

Untuk itu, dicari Saad bin Muadz kedua, yang dengan pertolongannya untuk dakwah ini membuat Islam dan kaum Muslimin berjaya, bahkan Arsy Allah bergetar saat meninggalnya. Dia menjamin dakwah dan menyerahkan kekuasaannya sehingga Islam bisa tegak.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *