Belanda: Hungaria Tak Punya Tempat di UE karena UU Anti-LGBT

Rutte melontarkan kecaman ini setelah pada awal Juni lalu, parlemen Hungaria meloloskan RUU untuk melarang seluruh materi dan program pendidikan anak-anak yang dianggap mempromosikan nilai LGBT dan konsep seksualitas menyimpang.


POJOKOPINI.COM — Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, mengatakan bahwa Hungaria tidak lagi punya tempat di Uni Eropa karena meloloskan rancangan undang-undang yang melarang konten isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di sekolah.

“Bagi saya, Hungaria tidak lagi punya tempat di Uni Eropa,” kata Rutte kepada wartawan sebelum menghadiri pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa pada Kamis (24/6).

“Tapi sayangnya, di sistem yang kami punya saat ini, kami tidak bisa melakukan itu sendiri, tapi harus dengan 26 negara lainnya mengatakan: Anda harus keluar. Ini harus terjadi selangkah demi selangkah dan di saat yang bersamaan Anda berharap mereka akan beradaptasi.”

Rutte melontarkan kecaman ini setelah pada awal Juni lalu, parlemen Hungaria meloloskan RUU untuk melarang seluruh materi dan program pendidikan anak-anak yang dianggap mempromosikan nilai LGBT dan konsep seksualitas menyimpang.

Langkah itu memicu kritik keras dari kelompok hak asasi manusia hingga partai oposisi pemerintahan. Di hari H pengesahan UU tersebut, banyak warga berkumpul di Budapest dan gedung parlemen untuk menyuarakan protes.

UU tersebut dinilai menjadi salah satu dari serangkaian kebijakan Perdana Menteri Victor Orban yang dianggap memecah belah. Orban memang dikenal sebagai pemimpin nasionalis garis keras yang kerap mencerca kaum LGBT dan imigran.

Pada Selasa pekan ini, 14 dari 27 negara Uni Eropa juga mengutarakan “keprihatinan mendalam” terkait RUU itu melalui deklarasi bersama yang digagas Belgia. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, juga mengecam RUU tersebut.

Dalam jumpa pers di Brussels pada Rabu pekan ini, Vin der Leyen mengatakan bahwa RUU itu “jelas mendiskriminasi orang-orang karena orientasi seksual mereka.”

“Itu bertentangan dengan seluruh nilai, nilai fundamental Uni Eropa, dan ini soal martabat kemanusiaan dan kesetaraan yang mana adalah hak dasar manusia,” ucapnya seperti dikutip CNN.

Sementara itu, PM Orban membela RUU tersebut yang dinilai tidak menyudutkan kaum LGBT dan hak mereka di Hungaria.

“Ini bukan soal homoseksual. Ini soal anak-anak dan orang tua mereka. Saya merupakan pejuang HAM. Saya pejuang kebebasan di rezim komunis,” kata Orban.

“Homoseksualitas telah dihukum dan saya berjuang untuk kebebasan hak-hak kaum mereka. Namun, RUU ini bukan tentang itu. Ini tentang hak anak-anak dan orang tua.”

Orban menekankan bahwa hukum ini sudah disahkan dan tidak dapat diganggu gugat. Ia menganggap orang-orang yang menentang hukum tersebut tidak sepenuhnya membaca isi undang-undangnya.[] CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *