Berbahagialah Para Pengemban Dakwah

Berbahagialah Para Pengemban Dakwah

Sejarah yang diungkap secara jujur dan ilmiah. Mengumpulkan keping demi keping ‘puzzle’, hingga memberikan gambaran utuh dan sangat jelas. Kesadaran umat untuk berlindung di bawah naungan khilafah kian membuncah.


Oleh: Sri Rahayu

POJOKOPINI.COM — Setelah sukses penayangan premiere film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN), pada 1 Muharram 1442 H bertepatan dengan 20 Agustus 2020, perbincangan khilafah kian meluas. Dua ratus tiket lebih ludes dipesan netizen. Merekapun nonton bareng bersama keluarga maupun teman bahkan warga. Banyak komentar positif yang sangat mencerahkan dan membangkitkan ghirah perjuangan dakwah.

Namun di sisi lain ada pula komentar miring tentang penayangan film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN). Mungkin karena belum tercerahkan dan belum mendapatkan pengungkapan sejarah secara jujur. Atau mungkin pemikirannya lebih lekat pada pemikiran liberal. Sehingga melihat sejarahnya sendiri dengan kaca mata sebagaimana Barat melihat Islam.

Di tengah sukses penayangan film Jejak Khilafah di Nusantara, viral video seseorang yang mengaku anggota DPRD dan ketua Ansor yang mempertontonkan su’ul adab. Ia membentak-bentak seorang ulama. Memarahi, menghina dan melarang berdakwah. Bukan mendapat simpati justru hujatan sana sini dia dapati. Masyarakatpun mengapresiasi sikap tenang dan jawaban diplomatis yang telak membungkam dan justru menghinakan diri pelaku su’ul adab tersebut. Semoga Allah memuliakan ulama tersebut yaitu Ustadz Zainullah Muslim.

Sungguh pengaruh pemikiran itu sangat kuat pada diri seseorang. Ketika lekat dengan pemikiran sekuler liberal maka perilaku akan segaris dengan pemikirannya. Menyukai kebiasaan buruk dan maksiyat yang sudah kadung menyatu dalam pemikiran rusak yang menyeruak dalam benak. Tentu ini sangat berbahaya, karena pemiliknya tak sadar akan bahaya.

Sebaliknya ketika pemikiran Islam begitu kuat tertanam dalam benak, maka perilaku mulia akan terpancar. Seluruh perilaku mencerminkan Islam sebagai pondasinya.

Begitu pentingnya pemikiran dalam diri seseorang, maka Barat pun menggunakan jalan menamamkan pemikiran rusak. Barat tahu potensi Islam dan tahu betul strategi untuk memperlemah. Sehingga selama ratusan tahun mereka berupaya menggerogoti pemikiran umat Islam. Mereka tanamkan ide-ide kufur yang merusak. Seperti pemikiran nasionalisme, demokrasi, moderasi dan berbagai pemikiran liberal. Semua lahir dari pondasi ideologi sekularisme.

Padahal Muslim memiliki pondasi ideologi yang shahih. Ideologi yang memancarkan peraturan hidup yang shahih. Peraturan yang pasti menjaga manusia dari berbagai kerusakan

Demikianlah, pertentangan antara yang haq dan batil tak kan berhenti hingga hari akhir. Penyeru kebatilan akan terus menyerukan kebatilan. Penyeru kebenaran akan terus istikamah dalam memperjuangkan tegaknya al haq yaitu Islam. Sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wata’ala QS. Al Al Baqarah:120,

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.

Oleh karena itu berbahagialah para penyeru kebenaran. Seruan hidup dalam khilafah adalah sebaik-baik seruan. Karena seruan dakwah telah sampai ke berbagai penjuru dan membuka pintu palang umat.

Khilafah hari ini menjadi trending topic. Semua bicara khilafah. Umat bangga akan khilafah. Jejak Khilafah di Nusantara semakin memahamkan umat akan sejarahnya.

Sejarah yang diungkap secara jujur dan ilmiah. Mengumpulkan keping demi keping ‘puzzle‘, hingga memberikan gambaran utuh dan sangat jelas. Kesadaran umat untuk berlindung di bawah naungan khilafah kian membuncah. Aamiin. Wallahu a’lam bishawab.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *