Catatan Merah, Generasi Tanpa Visi

Serangan budaya dan pemikiran asing menjadi salah satu faktor kemerosatan cara berpikir para Remaja saat ini yang akan  mengubah remaja yang harusnya menjadi “Agent of Change” seperti para Ilmuan dan Ulama terdahulu namun sekarang  remaja hanya menjadi pengikut dan pembebek dari tren yang sedang trending belakangan ini.  


Oleh: Rizka Afifah

POJOKOPINI.COM — Anak muda hari ini adalah pemimpin di masa depan, sehingga perhatian terhadap generasi muda merupakan keharusan bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk negara. Tak hanya perhatian terhadap kondisi fisiknya, adapun visi, ini hal yang sangat penting untuk ditanamkan dalam benak generasi. Dengan visi, mereka hidup dan mencukupkan agar visi itu tercapai.

Namun, berita duka kembali terdengar dari seorang remaja berinisial M tewas usai menghentikan paksa satu unit truk yang tengah melaju dari Exit Tol Gunung Putri, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor (Republika.co.id, 15/01/2023).

Memberitakan terjadi aksi tawuran berdarah di kota Palembang makin masif, sempat mereda selama pandemi kini mulai marak lagi. Terakhir kasus tawuran di Palembang Minggu 15 Januari 2023. Satu orang dikabarkan tewas. Anggota Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menciduk 16 pemuda di Jalan Panca Usaha Seberang Ulu 1 Kota Palembang (SUMEKS.CO, 15/01/2023).

Tidak hanya di Palembang, memberitakan hal yang sama di Tanggerang dilansir dari  Polres Metro Tangerang Kota mengamankan 72 remaja yang hendak tawuran di Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (15/1/2023). Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan puluhan remaja itu diamankan dalam patroli cipta kondisi (cipkon) yang dilakukan rutin oleh jajarannya di malam hari (KOMPAS.com, 15/01/2023).

Baru-baru ini telah beredar pula video di media sosial pasangan siswa-siswi yang melakukan dansa. Kabarnya video itu pentas seni acara milad ke-51 SMP Ciawi Kabupaten Bogor. Warganet pun mengkritik acara dansa yang diperagakan pasangan siswa-siswi terlebih lagi memakai jilbab. Acara ini menjadi viral di medsos tiktok dan diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Luthfie Syam mengemukakan yang justru pihaknya mendukung kegiatan pensi yang dilakukan sekolah. Hal ini tentu telah dianggap biasa terjadi di setiap perayaan pentas seni di sekolah-sekolah baik umum maupun madrasah. Namun yang perlu diperhatikan dalam konteks ini adalah atas nama pentas seni generasi muda seolah digiring untuk terdidik dengan budaya liberal yang bebas dan jauh dari standar Islam.

Miris melihat kondisi yang ada ditengah-tengah remaja Islam saat ini. Inilah potret buram “Generasi Z” untuk menyongsong peradaban di masa yang akan datang.
Gagalnya Pendidikan menjadi salah satu buah dari sistem sekularisme saat ini.  

Demi konten remaja tidak memperdulikan baik buruk sesuatu yang akan dilakukan, eksistensi yang tinggi yang mulai memuncak hingga tidak terarah pun harus menjadi perhatian tidak hanya keluarga, sekolah namun yang lebih penting lagi yaitu Negara.

Fakta-fakta yang terindera saat ini membuat masyarakat merasakan boboknya sistem kapitalisme ini serta menjadikan remaja sebagai sasaran empuk untuk merusak peradaban di masa yang akan dataang. Sehingga peran dan tugas penting Remaja selain sebagai pelajar di sekolah, anak bagi keluarga kecilnya di rumah, serta bagian intergral dari masyarakat pun menjadi hilang.

Serangan budaya dan pemikiran asing menjadi salah satu faktor kemerosatan cara berpikir para Remaja saat ini yang akan  mengubah remaja yang harusnya menjadi “Agent of Change” seperti para Ilmuan dan Ulama terdahulu namun sekarang  remaja hanya menjadi pengikut dan pembebek dari tren yang sedang trending belakangan ini.  Padahal remaja di usia produktif di negeri ini adalah seharusnya sudah mampu dan sangat mampu serta berpotensi besar untuk menjadi sosok pemuda dalam  kebangkitan Islam dan kaum muslimin. 

Islam mengajarkan untuk menjadikan keimanan sebagai pondasi bak bangunan yang kokoh yang mengakar kuat tak akan goyah dengan menerapkan aturan (syariat) Islam sebagai solusi dari setiap permasalahan yang timbul terutama permasalahan-permasalahan remaja saat ini. Dengan demikian, setiap muslim, siapa pun dia dan di mana pun dia berada, harusnya selalu mengimani dan melaksanakan aturan Islam ini.

Dengan demikian, tidak ada jalan lain untuk menyolusi persoalan remaja hari ini, kecuali dengan mendekatkan pemahaman Islam kaffah untuk menyelamatkan generasi saat ini dan berusaha untuk mengajak mereka mengkaji Islam kaffah. Tidak hanya menyuruh remaja untuk memahami Islam, tetapi peran keluarga, masyarakat, Negara yang mendukung dan mensuasankan lingkungan dan aturan yang baik sesuai ajaraan Islam serta semua pihak dari kaum muslim harus mengkaji Islam secara total dari akar hingga daun terikat dengan aturan Allah dalam ketaatan kepada-Nya. []

DISCLAIMER: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim dan dipublikasikan sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.