Corona Berbahaya, Indonesia Tidak Berdaya?

Corona Berbahaya, Indonesia Tidak Berdaya?

Oleh:Wina Amirah WWW.POJOKOPINI.COM — Akhir-akhir ini dunia tengah digemparkan oleh penyebaran virus bernama Corona menyerang Wuhan, salah satu kota yang ada di China. Virus ini memiliki kesamaan dengan SARS, yaitu sama-sama muncul pertama kali dari China dan menyerang sistem pernapasan manusia. Dilansir dalam Indozone.id (29/01/2020) penyebab virus Corona berasal dari pasar Seafood Huanan di Wuhan. Berdasarkan hasil riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) membuktikan dugaan bahwa virus Corona berasal dari hewan liar yang menjadi dagangan terlaris di pasar Seafood Huanan. Hewan liar seperti kelelawar, anjing, babi, ular, kalajengking dan lainnya bahkan menjadi olahan makanan yang sangat diminati di negeri Tirai Bambu tersebut. Hingga saat ini jumlah total kematian akibat wabah virus Corona di China tercatat mencapai 900an orang hingga Jumat (31/1/2020) waktu setempat. Jumlah tersebut bertambah 46 dari jumlah sebelumnya. Sementara itu, untuk jumlah negara-negara yang terjangkit virus ini mencapai 21 negara. Terakhir dilaporkan Italia, India, dan Filipina menyampaikan kasus pertama mereka pada Kamis (30/1/2020) CNBCIndonesia.Penyebaran virus ini begitu cepat bahkan dalam waktu singkat mampu menyebar hingga lebih dari 20 negara dan dimungkinkan akan bertambah karena sampai saat ini belum ditemukan obat yang mampu menangkal virus ini. Apalagi diperparah dengan proses penularannya yang bukan hanya melalui hewan liar tapi juga dapat menular dari manusia ke manusia yang lain. Bahaya virus ini berimbas kepada pelarangan wisatawan asal China masuk berkunjung ke negara-negara dikawasan ASEAN, seperti dilansir dalam tirto.id – Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) mengatakan negara dikawasan ASEAN sudah menutup pintu dari kedatangan wisatawan asal China. Langkah ini dinilai wajar dilakukan karena mau tak mau mereka harus menyelamatkan keselamatan warganya dulu (31/01/2020).Sungguh, respon yang sangat bijak ditempuh oleh beberapa negara dalam melindungi keselamatan warganya dengan mengambil langkah konkret tak berbelit langsung melarang orang-orang yang menjadi sumber virus Corona untuk masuk didalam area negaranya. Sayangnya, tindakan tersebut sangat jauh diharapkan akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada wisatawan China. Bagaimana tidak, hubungan kerjasama, bahkan besarnya investasi yang telah ditanamkan China di Indonesia mampu mengikat kaki dan tangan pemerintah Indonesia agar tidak melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki China. Meskipun keselamatan warga Indonesia yang dipertaruhkan. Terbukti, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menerima 174 turis asal Kunming, China, di Bandara Internasional Minangkabau di Padang pada Minggu (26/1). Ratusan turis tersebut disambut langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Sekda Sumbar Alwis Harianhaluan.com (26/01/2020)Bagaimana tidak, penyebaran virus yang melanda salah satu kota di China ini mampu membuat perkembangan ekonomi China melambat. Bahkan dapat berimbas pada ekonomi Indonesia yang melakukan hubungan dagang ekspor-impor dengan China. Pembatasan impor khususnya bahan makanan harusnya menjadi salah satu langkah tepat bagi pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran wabah virus berbahaya ini, meski langkah ini diketahui dapat menyebabkan perkembangan ekonomi Indonesia melambat. Tidak hanya itu, sektor jasa juga berpotensi terpengaruh besar akibat wabah ini. Seperti logistic, transportasi, pariwisata dan retail karena sector ini seharusnya paling sibuk dan paling dicari oleh masyarakat China saat libur imlek. China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, sehingga dengan adanya perlambatan ekonomi, permintaan bahan ekspor dari Indonesia ke China juga akan menurun. Begitu juga impor. Indonesia mengimpor bahan baku obat-obatan dari China dan India, kandasnya hubungan ekspor-impor ini akan membuat perusahaan farmasi di Indonesia kesulitan. Sebenarnya, tak begitu besar dampak ekonomi yang dirasakan Indonesia jika tetap menerima impor barang dan menerima wisatawan dari negara tirai bambu tersebut. Tetapi, dengan dampak yang lebih besar lagi yaitu terjangkitnya virus Corona pada masyarakat Indonesia. Tidak ingin mengambil resiko, benarlah bahwa respon yang ditunjukkan pemerintah Indonesia hingga saat ini masih biasa saja dalam menanggapi wabah virus di China. Buktinya, pemerintah Indonesia belum memberikan sikap yang tegas dalam melarang wisatawan China masuk ke Indonesia dan belum melakukan pembatasan terhadap impor bahan industri yang berpotensi terjangkiti virus Corona.Pemerintah indonesia seakan tidak berdaya menghadapi China bahkan jika warga Indonesia terancam kesehatan dan keselamatannya. Ketergantungan ekonomi Indonesia kepada China menutup jalan bagi Indonesia dalam melakukan pembatasan hubungan dagang untuk sementara waktu kepada China. Sebenarnya, respon mengecewakan pemerintah Indonesia terhadap virus Corona bukanlah pertama kali yang membuat pemerintah Indonesia tak berdaya dan sangat mengecewakan masyarakat indonesia. Kasus sebelumnya pun mengenai wilayah perairan natuna yang diklaim oleh China juga membuat Pemerintah Indonesia tak berdaya dengan respon yang sangat biasa yang ditunjukkan terhadap tindakan serakah China, bak burung dalam sangkar punya sayap tapi tak mampu terbang begitulah gambaran pemerintah Indonesia terhadap negara China saat ini.Inilah dampak sistem kapitalis-sekuler yang menjadi landasan perekonomian dan pemerintahan suatu negara. Tak ada kerjasama yang saling menguntungkan kedua negara yang menjalin hubungan kerjasama, melainkan keuntungan besar hanya diperoleh negara yang memiliki modal terbesar dan membuat tak berdaya negara yang tak bermodal. Dalam menghadapi situasi ini, islam telah memberikan cara yang baik dan tentu dapat melindungi ummat dari wabah penyakit berbahaya, yaitu dengan upaya isolasi warga yang terjangkit virus berbahaya pada suatu negeri, islam mampu memberikan solusi terbaik tak memandang bagaimana kondisi ekonomi negara akibat isolasi tersebut yang terpenting adalah tindakan tersebut mampu menghasilkan kemashlahatan ummat, Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,“Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah disuatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi, jika terjadi wabah ditempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,” (HR. Bukhori dan Muslim). Islam pun mengatur setiap makanan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi, Karena dalam islam seluruh umat muslim diperintahkan oleh Allah untuk memakan makanan yang halal dan baik bagi tubuh. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah:168;“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dariapa yang terdapat dibumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu”Segala sesuatu yang telah diperintahkan Allah untuk dilakukan adalah mendatangkan kebaikan bagi manusia, dan segala sesuatu yang diperintahkan Allah untuk ditinggalkan adalah mendatangkan keburukan bagi manusia. Maka tiadalah aturan yang lebih baik mengatur hidup manusia selain aturan yang berasal dari pencipta manusia Dia-lah Allah SWT. Maka sistem Islam lah yang mampu mambawa rahmat bagi seluru alam, menjadi solusi segala persoalan manusia, menciptakan kedamaian, melindungi harta, dan nyawa manusia yang hidup dibawah naunganNya, Wallahu A’lam Bishowaab.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *