Corona : Sandi Kedigdayaan Allah untuk Komunis Sombong

Corona : Sandi Kedigdayaan Allah untuk Komunis Sombong

Oleh : Aisyah Karim (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

WWW.POJOKOPINI.COM — Virus corona yang mematikan terus merajalela. Jumlah korban yang meninggal dan terinfeksi oleh virus mematikan ini terus bertambah setiap harinya. Negara yang terjangkit penyebaran virus yang berasal dari kota Wuhan, China, ini juga terus meningkat. Menurut laporan AFP, per Selasa (28/1/2020), jumlah korban meninggal akibat virus yang mirip Server Acute Respiratory Syndrome (SARS) telah mencapai setidaknya 82 orang di China saja. Sementara kasus terkonfirmasi pada sebanyak 2.900 orang di seluruh dunia.

Para ilmuwan mengemukakan ketakutan mereka tentang laboratorium baru yang sedang dibangun. Laboratorium baru itu didirikan di Kota Wuhan, kota tempat di mana wabah virus corona ditemukan pertama kali. Dany Shoham, mantan perwira intelijen militer Israel yang telah mempelajari perang bio Cina, mengatakan bahwa institut ini terkait dengan program senjata biologi rahasia Beijing. Ia mengatakan kepada The Washington Times, Jumat (24/1). Shoham menyebut, pengerjaan senjata biologis dilakukan sebagai bagian dari penelitian sipil-militer ganda dan sangat rahasia. Shoham adalah seorang doktor dalam bidang mikrobiologi medis. Dia adalah analis senior intelijen militer Israel untuk perang biologi dan kimia di Timur Tengah dan di seluruh dunia, dengan pangkat letnan kolonel.

China sendiri selalu membantah memiliki senjata biologis ofensif. Namun, Departemen Luar Negeri, dalam sebuah laporan tahun lalu, mengatakan mereka mencurigai China telah terlibat dalam pekerjaan perang biologis terselubung. Pihak berwenang China sejauh ini mengatakan bahwa virus corona tidak diketahui asal usulnya.

Seorang pejabat AS, menyebut ini adalah satu tanda yang tidak menyenangkan, desas-desus semu sejak wabah yang dimulai beberapa minggu lalu  mulai beredar di Internet China yang mengklaim bahwa virus itu adalah bagian dari konspirasi AS untuk menyebarkan senjata kuman. Itu bisa menunjukkan China sedang mempersiapkan outlet propaganda untuk melawan tuduhan di masa depan bahwa virus baru corona berasal dari salah satu laboratorium penelitian sipil atau pertahanan Wuhan.

Radio Free Asia telah menyiarkan ulang laporan televisi lokal Wuhan pada 2015 yang menunjukkan laboratorium penelitian virus paling maju di China yang dikenal dengan Wuhan Institute of Virology sejak 2017 (rmol.id 25/01/2020). Dari tujuh lab yang direncanakan, sudah berdiri 5 lab yang khusus mempelajari virus atau patogen paling berbahaya di dunia termasuk Ebola dan SARS. Lab itu didirikan dengan harapan dapat membantu China berkontribusi dalam penelitian virus-virus paling berbahaya di dunia.

Lab itu terletak sekitar 20 mil dari Huanan Seafood Market yang diduga sebagai pusat penularan virus corona. Peneliti meyakini virus bermutasi dan menular ke manusia melalui kontak hewan-manusia di pasar itu, seperti disebutkan Metro Uk. Itu adalah laboratorium pertama di China yang dirancang untuk memenuhi standar biosafetey-level-4 (BSL-4), tingkat biohazard tertinggi, yang artinya akan memenuhi syarat untuk menangani patogen paling berbahaya.

Laboratorium BSL-4  dilengkapi fitur dan lab yang dapat memenjarakan virus dan bakteri dan ditransmisikan melalui udara ke kotak tertutup yang dijangkau para ilmuwan dengan sarung tangan bermutu tinggi dan dengan pakaian pelindung seperti jas Hazmat (Hazard Material). Di dunia, terdapat  54 laboratorium BSL-4, dan Wuhan National Biosafety Laboratory sudah memenuhi standar pada Januari 2017.

Pada awal operasionalnya, Wuhan National Biosafety Laboratory mengambil proyek yang hanya memerlukan pencegahan BSL-3 yakni virus tickborne yang menyebabkan demam berdarah Krimea-Kongo. Demam berdarah itu adalah penyakit yang sangat fatal, membunuh 10 hingga 40 persen dari yang terinfeksi. SARS juga merupakan virus BSL-3. Direktur laboratorium, Yuan Zhimin, dari Wuhan National Biosafety Laboratory,  berencana untuk mempelajari virus SARS.

Pada Januari 2018, `Lab itu melaksanakan percobaan global pada patogen BSL-4,’ tulis Guizhen Wu dalam jurnal Biosafety and Health. Vaksin China terhadap SARS mungkin diproduksi di sana.   Ini berarti virus SARS ditahan dan diperbanyak di sana, tetapi itu bukan virus corona baru, kecuali tipe liar telah dimodifikasi, yang tidak diketahui dan tidak dapat dispekulasi pada saat ini.

Saat ini otoritas kesehatan di seluruh dunia berjuang untuk mencegah penyakit ini menyebar lebih jauh. Semua kematian terakhir terjadi di Wuhan tetapi virus juga telah terdeteksi di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Prancis, dan Amerika Serikat, bahkan di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai saat berita ini diturunkan, belum menyatakan sebagai keprihatinan internasional. WHO hanya menyatakan virus corona sebagai “keadaan darurat di Cina”.

Wuhan, sebuah kota berpenduduk 11 juta dan ibukota provinsi Hubei pusat sudah dikarantina agar virus tak menyebar. Hampir semua penerbangan di bandara Wuhan telah dibatalkan dan pos pemeriksaan memblokir jalan utama yang mengarah ke luar kota. Pihak berwenang juga memberlakukan karantina serupa di lebih dari 10 kota di dekat Wuhan sebagai bagian dari upaya penahanan berkelanjutan, sejak Jumat (24/1).

Adidaya Komunis itu Lumpuh

China terkapar kewalahan meski hingga hari ini masih berlindung dibalik berbagai narasi diplomatis. Otoritas kesehatan China mengumumkan mereka dengan cepat menyiapkan 1.000 tempat tidur untuk pasien terinfeksi virus beserta 1.200 tenaga medis tambahan. Beberapa kota di China mulai diisolasi dan area layanan publik sementara ditutup. Hari ini, 25/01/2020 seorang dokter di Hubei Xinhua Hospital, Liang Wudong, meninggal dunia akibat terjangkit corona.

Medsos dibanjiri dengan unggahan yang menunjukkan para pekerja kelelahan berjuang untuk mengatasinya. Satu foto yang beredar menunjukkan sebuah tanda di pintu rumah sakit di Wuhan yang berbunyi `Staf medis terinfeksi. Semua janji dibatalkan!”. Sejumlah unggahan lainnya menceritakan para dokter dan perawat bekerja tanpa makanan dan istirahat yang cukup. Wabah ini bahkan mampu meredam perayaan Imlak di Wuhan dan sejumlah negara lainnya.

Wabah Penanda Kekuasaan Allah

Presiden China, Xi Jinping menegaskan tidak ada kekuatan’ yang bisa mengguncang China. Hal itu disampaikan dalam pidatonya saat peringatan 70 tahun berdirinya China pada 01/10/2019 silam. Dalam invansi terhadap muslim Uighur, kesombongan China tampak jelas. Kesombongan itu dibungkus dengan berbagai kekejaman yang melampaui batas. Negara komunis ini juga berencana menyusun ulang kitab suci Al-Quran agar sejalan dengan komunisme.

Masih segar ingatan kita warga Indonesia terhadap kesombongan mereka di Natuna, sungguh Allah pun telah muak kepada mereka. Maka azab ini diturunkan, agar mereka sadar bahwa Al-Khaliq itu ada. Bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Al Khaliq yang terbatas dan lemah.
“Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir.” (QS. At-Taubah : 26).

Wahai jiwa yang kemarin berputus asa memikirkan para digdaya dunia, baik kapitalisme maupun sosialisme, lalu bimbang dengan kondisi kaum muslimin yang terpuruk dan lemah. Sungguh janji Allah itu benar adanya. Allah akan memenangkan hamba-hamba-Nya, dengan amat mudah. Wahai para pejuang, optimislah teruslah istiqamah agar kita layak mendapat pertolongan Allah.[]

Tanggung jawab tulisan kiriman ini sepenuhnya ada pada penulis. Pojokopini.com merupakan media yang terbuka atas segala pendapat kritis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *