Dahsyatnya Doa Orang Tua untuk Anaknya

Dan, benarlah doa orang tua itu mustajab. As Sudais yang dikenal masa kecilnya nakal kini menjadi imam besar Masjidil Haram. Suaranya didengar bukan hanya di Makkah, melainkan di seluruh dunia. Masya Allah.


Oleh: Eli Ermawati

POJOKOPINI.COM — Setiap orang tua tentunya menginginkan anak-anaknya menjadi yang terbaik. Pun demikian seorang Muslim ingin anaknya tumbuh baik menjadi anak yang saleh dan salehah.

Dengan berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik, merawat, membimbingnya, mendidik dengan sesuai ajaran Islam, dan juga disertai doa. Dengan kekuatan doa inilah akan ada sesuatu keajaiban ynag mengarahkan pada perubahan dari ikhtiarnya.

berdoa juga berarti menggantungkan diri kepada Allah dan juga sebagai salah satu bentuk usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan.

Sungguh doa orang tua sangat dahsyat untuk anak-anaknya. Doa orang tua adalah doa yang mudah diijabahi. Akan tetapi perlu diperhatikan juga doa yang dimaksudkan di sini mencakup doa baik dan buruk dari orang tua pada anaknya. Sehingga orang tua mesti berhati-hati dalam mendoakan anak.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).

Maka sebagai orang tua harus berhati-hati dalam mendoakan anak-anak jangan sampai doa yang keluar dari lisan adalah doa keburukan atau doa yang tidak baik, karena doa seperti itupun bisa terkabul. Rasulullah SAW bersabda:

لا تدعوا على أنفسكم ولا تدعوا على أموالكم ولا تدعوا على أولادكم ، لا توافقوا من الله ساعة يسأل فيها عطاء فيستجيب

“Janganlah kalian mendoakan keburukan bagi diri kalian, janganlah kalian mendoakan keburukan bagi anak kalian, tidaklah pada saat yang bertepatan dengan pemberian Allah maka doa itu akan dikabulkan.” (HR. Muslim)

Oleh sebab itu hendaknya orang tua mendoakan anaknya dalam kebaikan, ingin anak menjadi soleh/soleha, menjadi penghafal Qur’an misalnya atau tercapai suatu cita-citanya, dimudahkan dalam belajarnya dan sebagainya.

Ketika sedang dalam kondisi marahpun misal karena kenakalan anak kita, hendaklah amarah tersebut ditahan. Ingatlah bahwa di saat marah lalu keluar doa jelek dari lisan orang tua, maka bisa jadi doa jelek itu terwujud, yang terbaik lontarkan doa terbaik kita.

Ada sebuah kisah dari Imam besar Masjidil Haram Syekh Abdurrahman as-Sudais, yang sangat pamiliar dengan suaranya yang khas dan merdu saat membacakan ayat-ayat Alquran dan sering diperdengarkan di Indonesia.

Kisahnya, sejak kecil As Sudais dikenal sebagai sosok anak yang nakal. Karena ulah dan perangainya, ia sering membuat geram ibunya. Tetapi, sang ibu tak melontarkan kata-kata buruk. Bahkan, saat memarahi As Sudais karena kenakalannya, ibunya justru melantunkan doa yang terbaik.

Suatu ketika, As Sudais sedang bermain pasir di depan rumahnya, saat itu, ayah dan ibunya sedang kedatangan tamu, Ibunya menyiapkan hidangan untuk disantap sang tamu. Saat masakan telah siap dan dihidangkan, As Sudais berulah, dengan polosnya menaburi sajian makanan dari ibunya dengan pasir. Sontak, kejadian ini membuat ibunya marah. Akan tetapi, ibunya melontarkan kata-kata kebaikan, yang meluncur dari lisannya,  “Pergilah, semoga Allah menjadikanmu imam Masjidil Haram,” kata ibunya.

Dan, benarlah doa orang tua itu mustajab. As Sudais yang dikenal masa kecilnya nakal kini menjadi imam besar Masjidil Haram. Suaranya didengar bukan hanya di Makkah, melainkan di seluruh dunia. Masya Allah.

Maka dari itu hendaknya orang tua mencontoh para nabi dan orang sholeh yang selalu mendoakan kebaikan pada anak keturunannya. Lihatlah contoh Nabi Ibrahim As. di mana beliau berdoa :

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

Doa Nabi Zakaria As. :

رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” (Qs.ali-imran : 38)

Semoga Allah menjadikan anak keturunan kita penyejuk hati kita di dunia dan di akhirat. Wallahu a’lam bishshawab.[]

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim dan dipublikasikan sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *