Dalam Sistem Liberal, Kaum Pelangi Makin Berkibar

Dalam Sistem Liberal, Kaum Pelangi Makin Berkibar

Jika memang benar ingin menghentikan kaum pelangi ini, maka lakukanlah perombakan total dalam sistem kehidupan ini. Ganti sistem liberalisme dan sekularisme dengan sistem Islam, terapkan hukum Allah.


Oleh: Ummu Dafina

POJOKOPINI.COM — Viral seruan boikot produk-produk keluaran Unilever di tanah air. Aksi ini dipicu kekecewaan netizen saat Unilever Global mengunggah logo barunya yang bercorak pelangi. Logo baru ini diduga sebagai bentuk dukungan Unilever kepada kaum Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Queer (LGBTQ+) (Wartakota.com, 26/6/2020)

Pihak Unilever sendiri memiliki alasan perihal peluncuran logo baru tersebut. Dikutip dari wartakota.com, mereka berdalih tindakan tersebut adalah agar pihak LGBTQ sebagai kolega Unilever merasa bangga. “Kami berkomitmen untuk membuat kolega LGBTQI+ bangga pada kami karena mereka. Itulah sebabnya kami mengambil tindakan bulan kebanggan ini,” tulis akun Instagram @unilever.

Masih lekat dalam ingatan kita bagaimana Starbucks, FB yang juga melakukan hal yang sama mendukung gerakan ini. Mereka begitu jumawa karena melihat ketidakberdayaan kita kaum muslimin secara politik lemah dan kehilangan identitas diri.

Ancaman boikot produk Unilever tampaknya tidak bisa memalingkan mereka untuk menarik dukungan terhadap kaum pelangi. Kebebasan berekspresi yang lahir dari sekularisme memandang bahwa penyimpangan seksual adalah pilihan dan dilindungi HAM jadi sah-sah saja jika ada orang yang memiliki kelainan ini, tanpa memperhatikan efek kerusakan yang dimbulkan banyak terjadi kriminalitas seperti: pedeofil, pembunuhan, penyakit menular, ancaman populasi, sodomi dll.

Keberpihakan Unilever terhadap kaum LGBTQ bukanlah hal yang aneh mengingat keberadaan mereka dengan sistem ekonomi kapitalisnya mengikat kaum muslimin agar tergantung pada produk mereka. Pemboikotan bukanlah hal baru, sebut saja pemboikotan terhadap produk Israel dan Amerika yang telah membantai jutaan kaum muslimin di Palestina. Meski itu dilakukan ternyata tidak mampu menghentikan penindasan Israel sampai detik ini.

Jika memang benar ingin menghentikan kaum pelangi ini, maka lakukanlah perombakan total dalam sistem kehidupan ini. Ganti sistem liberalisme dan sekularisme dengan sistem Islam, terapkan hukum Allah. Dengan demikian secara politik kita kuat, ekonomi mandiri, potensi umat besar sehingga semua kejahatan yang menimpa umat ini bisa teratasi dengan benar.

Allah telah menciptakan manusia berikut naluri seksualnya sesuai fitrah dan bertujuan untuk melestarikan keturunan, jadi wajar jika perilaku kaum pelangi ini dalam pandangan Islam termasuk kategori kejahatan besar, dimana pelaku dan korban harus dihukum mati. Tak ada perselisihan dari para Khalifah dalam menangani perilaku kaum ini.Kaum pelangi tak akan bisa eksis lagi hanya jika diterapkan sanksi tegas atas meteka di bawah kekuasaan Khilafah Islamiyah.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *