Desiminasi dan propaganda politik, unik?

Desiminasi dan propaganda politik, unik?

Oleh : Rajni Fadillah, S. Pd (lingkar studi perempuan dan peradaban)

WWW.POJOKOPINI.COM — Segala sesuatu akan jelas jika seseorang memahami defenisi sebuah aktivitas dengan benar. Maka memahami defenisi sebelum melakukan sebuah aktifitas adalah keniscayaan, sebab pemahaman yang benar itu akan mempengaruhi tingkah laku seseorang. Sebaliknya, salah dalam memahani hakikat sesuatu juga akan melahirkan aktivitas yang keliru hingga menciptakan respon yang kerap bertentangan dan tidak tepat pada suatu aktivitas. Begitu hal nya perkara politik, Memahami definisi politik secara benar akan menjadi suatu kesimpulan. Jika politik diartikan hanya sekadar upaya mencari kekuasaan, maka sungguh naif menjadi politisi dan negarawan. Seolah mereka hanya melayani diri dan kelompoknya, tidak berfikir untuk melayani rakyatnya dan memenuhi kebutuhan nya. Karenanya tidak mengherankan jika politik yang dipraktikan saat ini di seluruh dunia senantiasa penuh intrik.

Menurut beberapa ahli dan tokoh, politik mempunyai pemaknaan yang cukup beragam mengenai pengertian dari politik. Berikut beberapa pengertian politik menurut para ahli :
Andrew Heywood ; Politik memiliki arti suatu kegiatan bangsa yang memiliki tujuan dalam membuat, mempertahankan, dan mengamandemen berbagai peraturan yang umum mencangkup mengatur kelangsungannya, sehingga dalam hal ini tidak terlepas dari gejala konflik serta kerjasama.

Roger Soltau; Menjelaskan bahwasanya politik adalah sebuah ilmu yang meneliti Negara, tujuan Negara, serta lembaga Negara yang ada di dalamnya yang mana melaksanakan tujuan tersebut. Termasuk hubungan antara Negara terhadap warga negaranya dan juga Negara lain.
Robert; Politik merupakan Ilmu pemerintah serta mengatur masyarakat manusia di dalamnya.

Cheppy H.Cahyono; Politik ialah beberapa macam aktivitas yang di dalamnya terdapat sistem politik atau Negara yang masih erat hubungannya dengan proses menentukan dan juga sekaligus menjalankan tujuan daripada sistem tersebut.
Harold Laswell; Politik adalah suatu ilmu yang mempelajari berbagai ruang lingkup negara diantaranya seperti pembentukan dan pembagian kekuasaan.

Islam sebagai Agama yang universal juga tak luput dalam membahas perkara politik, bahkan memiliki sistem politik yang khas yaitu sistem politik Islam. Politik di dalam Islam bermakna riayatul as-suunil ummah atau pengaturan urusan umat sesuai dengan syariat Islam. Politik tidak hanya berkaitan dengan Pilpres, dan Pilkada. Namun lebih dari itu politik adalah untuk mengatur seluruh urusan umat baik, yang berhubungan dengan ekonomi, kesehatan, pendidikan, social, budaya, hukum dan sanksi.

Maka dapat kita simpulkan bahwa politik bermakna pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, segala urusan dan tindakan kebijakan, cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah). Hal ini meliputi:
• Kekuasaan (power)
• Mengatur rakyat
• Hubungan yang memerintah dengan yang diperintah
• Kontrol, Kritik, dan Koreksi

Memiliki pemahaman yang benar terhadap politik tidak hanya dibutuhkan oleh para politisi namun rakyat pun harus memahami dengan benar apa itu politik agar tetap bisa melihat perkembangan negeri serta bisa mengontrol, mengkritik, dan mengkoreksi seluruh kebijakan penguasa yang diambil dan diterapkan atas mereka. Seorang penyair Jerman, yang juga dramawan, sutradara teater, dan marxis, nasehatnya penting kita renungkan; “Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, kriminal, kelaparan kebodohan, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Maka harus ada usaha serta edukasi oleh berbagai pihak agar lahir kesadaran politik bagi seluruh masyarakat. Tulisan adalah salah satu saranan yang berperan penting dalam hal ini. Menulis opini dan analisis politik harus di optimalkan terlebih di Era digital hari ini. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses seluruh informasi yang di muat di media online. Ini menjadi wasilah untuk mencerdaskan umat dalam memahami kehidupan dan pengaturannya.

“ Public sentiment is everything. With public sentiment, nothing can fail. Without it, nothing can succeed. –Abraham Lincoln-“. Pernyataan Abraham ada benar nya, sebab opini yang berkembang di media sangat mempengaruhi perasaan masyarakat. Maka Langkah jitu merebut opini publik melalui tulisan politik adalah dengan langkah berikut:

  1. Propaganda opini dan analisis politik dalam berbagai bentuk tulisan dan simbol untuk mencapai kepercayaan, menyentuh perasaan dan persepsi umat.
  2. Memfungsikan berbagai media untuk memperbesar opini
  3. Menulis dengan mengangkat fakta terkini yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
  4. Desiminasi yang berarti menerima opini dan gagasan yang mampu menggerakkan khalayak untuk suatu tujuan melalui tulisan. Dengan menggambarkan komparasi antara fakta dan aturan yang seharusnya. Sehingga menyentuh perasaan umat, membangkitkan pemikiran menuju opini bersama dan pada akhirnya menjadi opini publik hingga masyarakat menuntut perubahan yang revolusioner. Wallahu’alam.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *