Ekonomi masih menjadi Prioritas Hadapi Pandemi?

Ekonomi masih menjadi Prioritas Hadapi Pandemi?

Nyawa rakyat seakan tak lagi menjadi prioritas utama untuk diselamatkan, yang terpenting bisa mempertahankan ekonomi.


Oleh: Haura Az-zahra

POJOKOPINI.COM — Menurut data statistik sebaran Covid-19 pada laman resmi pemerintah Provinsi Jawa Barat pikobar.jabarprov.go.id, Bekasi menjadi wilayah sebaran tertinggi kasus positif aktif Covid-19 di Jawa Barat. Data per tanggal 18 Agustus 2020, total terkonfirmasi kasus Covid-19 di Kota Bekasi sudah mencapai 1.241.

Namun sejak ditetapkannya masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB), Pemerintah Kota Bekasi justru malah lebih mementingkan mempertahankan ekonomi ketimbang melindungi nyawa rakyat dari ancaman Virus Corona. Diantaranya dengan membuka kembali mall, perusahaan, perkantoran, hingga tempat hiburan. Menurut Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, aktivitas ekonomi Bekasi harus kembali bergerak. Kesulitan ekonomi masyarakat selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak bisa dibiarkan terpuruk ditengah situasi pandemi (radarbekasi.id, 6/8/20).

Memang tidak bisa dipungkiri, sejak munculnya pandemi virus Corona ekonomi Indonesia dan daerah menjadi semakin terpuruk. Banyaknya karyawan di-PHK akibat perusahaan yang gulung tikar, tutupnya tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan dan lain-lain sehingga tidak ada lagi pemasukan pajak bagi kas daerah. Namun bukankah dengan dibukanya kembali tempat hiburan, mall, perkantoran, akan semakin membahayakan nyawa rakyat?

Dengan adanya pelonggaran PSBB, masyarakat yang merasa jenuh akan ketidakpastian kapan pandemi berakhir, semakin leluasa beraktivitas. Tidak bisa dipungkiri rakyat juga jadi semakin meremehkan akan adanya kehadiran Covid-19 ini. Masyarakat berbondong-bondong pergi ke tempat-tempat hiburan, karena merasa sudah aman dan juga tidak mengindahkan protokol kesehatan yang telah disusun. Sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan penyebaran Covid-19 semakin meningkat.

Ditetapkannya ATHB semestinya juga dibarengi dengan mengedukasi masyarakat oleh pemerintah daerah, agar masyarakat bisa mentaati protokol kesehatan serta memberikan tindakan tegas berupa peringatan. Namun apakah hal tersebut efektif untuk menuntaskan pandemi Covid-19?

Jika kita cermati kembali kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah yaitu dengan memprioritaskan ekonomi dibandingkan kesehatan dan keamanan masyarakat sangat mencirikan kebijakan sistem Kapitalis. Nyawa rakyat seakan tak lagi menjadi prioritas utama untuk diselamatkan, yang terpenting bisa mempertahankan ekonomi.

Berbeda dengan sistem Islam yang menaruh perhatian dan penjagaan amat besar terhadap nyawa manusia. Islam menjadikan nyawa manusia sebagai prioritas utama untuk dipelihara. Negara akan menuntaskan permasalahan pandemi terlebih dahulu. Negara juga akan membiayai seluruh kebutuhan rakyat dimasa pandemi, seperti alat kesehatan, obat-obatan, fasilitas, makanan bergizi dan lain-lain. Negara tidak akan takut ekonomi menjadi terpuruk, karena kas negara sudah memiliki pemasukan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rakyat ada atau tidak adanya pandemi. Wallahu a’lam bishawab.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *