Ekonomi Tetap Primadona di Tengah Pandemi

Ekonomi Tetap Primadona di Tengah Pandemi

Memprioritaskan ekonomi adalah ciri sistem Kapitalisme, bahkan saat pandemi melanda sekalipun. Nyawa manusia tak lagi menjadi prioritas utama untuk diselamatkan. Yang terpenting ekonomi bisa dipertahankan.


Oleh: Sipta Tristiana

POJOKOPINI.COM — Sejak masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) berlangsung, Pemerintah Kota Bekasi mempertahankan ekonomi untuk kembali bergerak. Di antaranya dengan membuka kembali mall, perusahaan, perkantoran, hingga tempat hiburan. Namun, siapa sangka masyarakat semakin ceroboh terhadap protokol kesehatan yang telah disusun. Akibatnya penyebaran Covid-19 terus berlanjut (radarbekasi.id). Begitu pula daerah lain. Apalagi adanya kegiatan mudik, perjalanan dinas bagi aparat pemerintah yang  sudah diperbolehkan, pastinya mengakibatkan penyebaran virus semakin meluas.

Pertumbuhan ekonomi menjadi alasan diselrnggarakannya aktivitas-aktivitas tadi. Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (5/8/2020), merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2020 sebesar minus 5,32 persen dibandingkan triwulan II-2019. Pada 2020 kuartal I-2020, konsumsi tumbuh 2,83 % sementara ekonomi tumbuh 2,97 % Pada kuartal II-2020, konsumsi terkontraksi minus 5,51 persen, ekonomi minus 5,32 %

Memprioritaskan ekonomi adalah ciri sistem Kapitalisme, bahkan saat pandemi melanda sekalipun. Nyawa manusia tak lagi menjadi prioritas utama untuk diselamatkan. Yang terpenting ekonomi bisa dipertahankan. Para pemilik kapital tidak akan rela bisnis mereka hancur, sehingga wajar jika semua kebijakan, program kerja berorientasi kepada perbaikan ekonomi meskipun hanya bersifat parsial.

Berbeda dengan Islam yang menaruh perhatian dan penjagaan besar  terhadap nyawa manusia. Nyawa adalah prioritas nomor satu untuk diselamatkan.

Sistem Islam bersifat menyeluruh. Pelaksanaan sistem ekonomi Islam diawali dengan menata kembali permasalahan kepemilikan. Dalam Islam ada tiga jenis kepemilikan yaitu individu, umum dan negara.

Sumber daya alam yang menjadi kepemilikan umum dan dikelola negara inilah yang akan digunakan untuk melayani rakyat, terpenuhinya kebutuhan primer rakyat termasuk masalah kesehatan. Ekonomi Islam harus bertumpu pada pembengunan sektor riil bukan non riil sehingga krisis demi krisis akan terselesaikan.

Sistem ekonomi Islam tidak dapat berdiri sendiri, harus ditopang sistem politik, pemerintahan, keamanan dan lain-lain secara terpadu yang hanya dapat terwujud dalam Daulah Khilafah Islam.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *