Gaza Membara, Khilafah Solusinya

Gaza Membara, Khilafah Solusinya

Palestina merupakan tanah kaum Muslimin yang telah diduduki selama hampir 14 abad. Namun kini mereka harus tinggal di wilayah sempit jalur Gaza dan Tepi Barat.

Oleh: Amaliyah Krizna Waty

WWW.POJOKOPINI.COM — Teroris militer Israel kembali berulah. Palestina dibombardir, penduduk ditembaki secara brutal. Bahkan anak-anak kecil dan para wanita juga tak luput dari serangan keji mereka. Puluhan warga sipil terbunuh, dan ratusan mengalami luka parah. Walhasil Gaza kembali membara, dunia pun berduka.

Palestina merupakan tanah kaum Muslimin yang telah diduduki selama hampir 14 abad. Namun kini mereka harus tinggal di wilayah sempit jalur Gaza dan Tepi Barat. Akibat serangan membabi buta yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel laknatullah alaihi dan tindakan jahatnya mencaplok Palestina. Bahkan di wilayah sempit itu pun, kaum Muslimin tak terlepas dari bayang-bayang kekejaman militer Israel yang begitu bringas ketika menembaki penduduk, sekalipun anak kecil. Rudal-rudal mereka pun beruntun menghancur leburkan bangunan. Bahkan selama 2019 sebanyak 745 anak-anak dibawah 18 tahun ditangkap paksa dan diperlakukan dengan tidak manusiawi (m.detik.com, 21/11/19)

Berbagai gambar yang menampakkan bagian tubuh korban yang terluka bahkan terpisah dari raga dan bersimbah darah memenuhi media dan layar kaca. Seharusnya gambar yang amat mengiris hati bagi siapapun yang melihatnya. Namun tidak bagi para pemimpin dunia. Mereka tetap acuh, seolah tak terjadi apa-apa. Bahkan pemimpin Muslim sekalipun. Mereka tak ada ubahnya seperti seorang Ayah yang tidak waras yang menyaksikan dan membiarkan darah dagingnya dibantai oleh penjahat.

Padahal jelas disabdakan oleh Baginda Muhammad saw., “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Sudah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim untuk menolong saudaranya ketika mereka ditindas dan dilukai. Sebagaimana dalam firman Allah swt. “Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama maka kalian wajib memberikan pertolongan (QS. Al-Anfal : 72).

Permasalahan utama Gaza yang kini kembali memanas adalah jelas karena kehadiran Yahudi/Zionis Israel yang tak tau malu dan melampaui batas. Yakni ambisi menguasai tanah Palestina. Kehadiran merekalah yang menjadi pemicu gejolak Gaza. Bukan karena konflik Fatah dan Hamas. Karena jelas, pemilik senjata, bom, rudal, dan tank-tank perang didominasi oleh Israel. Sedang umat Islam Palestina yang menjadi korban penyerangan hanya melawan dengan bermodalkan batu-batu kecil saja.

Namun ditengah bergejolaknya Kaum Muslimin di Gaza Palestina, tak ada upaya tuntas dari para pemimpin dunia Islam kecuali hanya sebatas kecaman yang tak menghasilkan apa-apa. Ditambah lagi dengan perundingan-perundingan yang tak berpengaruh pada korban yang dijagal oleh Zionis Israel.

Justru sangat ironis, ketika ada suara yang memberikan solusi dari pemimpin negeri dengan mayoritas Muslim terbesar dunia, yang terdengar justru suara sumbang yang menyakitkan. Bagaimana tidak?, seperti dilansir dalam suara.com (05/11/19), solusi yang ditawarkan wapres Ma’ruf adalah two state solution. Jelas ini bukanlah solusi tuntas. Karena tidak sejengkal tanah pun di Palestina yang menjadi milik Israel. Mereka adalah penjajah, yang datang lalu menyerang secara brutal dan mendudukinya secara ilegal. Lagi pula, bukankah negara Israel sudah berdiri?. Namun apakah itu cukup untuk membuat mereka berhenti melakukan genosida terhadap kaum Muslimin Palestina?. Ternyata tidak!. Maka Jelas, two state solution bukanlah solusi tuntas.

Maka sebenarnya hal yang sangat dibutuhkan oleh Gaza adalah Khilafah. Karena hanya Khilafah sebagai institusi Islamlah yang mampu menjaga keselamatan dan melindungi kaum Muslimin diberbagai wilayah. Sebab penderitaan umat Islam tidak hanya mendera Gaza, Palestina. Hal serupa juga dirasakan oleh Muslim Uyghur, Rohingya, Suriah, Moro Philipina, bahkan Islamofobia di berbagai negara yang menghasilkan penyerangan brutal terhadap Muslimah, termasuk yang baru saja terjadi di Sydney. Semuanya semakin menambah daftar panjang penderitaan Umat Islam.

Khilafah adalah junnah (pelindung) sejati bagi umat Islam. Sebagaimana dalam sabda Nabi saw: “Sungguh Imam (Khalifah) itu laksana perisai. Kaum Muslimin akan berperang dan berlindung di belakangnya (HR. Al-Bukhari dan Muslim)”.

Khalifah akan benar-benar bertanggung jawab penuh menjaga setiap anggota masyarakat dari berbagai serangan dan melindungi keutuhan umat Islam. Seperti dijelaskan dalam sabda Baginda saw: “Imam/Khalifah itu pengurus rakyat dan hanya dia yang bertanggung jawab atas rakyatnya (HR. Al-Bukhari dan Muslim)”.

Dengan demikian Kepala negara dalam Islam memiliki sikap kuat, tegas dan berani. Kekuatan itu muncul dari pribadinya dan juga institusinya (khilafah) yang dilandasi oleh akidah Islam. Hal itu tampak sejak masa Rasulullah saw. dan dilanjutkan oleh para Khalifah sepeninggal beliau.

Pada masa Nabi, meletus perang bani Qainuqa untuk membela kehormatan seorang Muslimah yang dilecehkan oleh orang Yahudi dari bani tersebut. Selama 15 hari Rasulullah mengepung mereka lalu mengusirnya dari Madinah. Jelas, ini menunjukkan betapa besarnya perlindungan Kepala negara terhadap kaum Muslimin. Hal yang sama juga dilakukan oleh Khalifah Al- Mu’tasim Billah di era Kekhilafahan Abbasiyah. Khalifah mengirimkan ratusan ribu pasukan kaum Muslimin demi membela kehormatan seorang Muslimah yang dinodai oleh tentara Romawi. Hingga akhirnya Amuriah pun ditakhlukkan. Khalifah lainnya hingga masa Kekhilafahan Ustmani juga melakukannya. Hal ini jelas, karena mereka adalah junnah (perisai/pelindung).

Bandingkan dengan keadaan kekinian. Saat Nabi Muhammad saw. dihina dengan dibandingkan pada bapaknya, para penguasa tak sedikitpun menampakkan pembelaannya. Bahkan SDA di berbagai wilayah pun dibiarkan dikeruk oleh asing dan aseng. Sehingga rakyat hidup dengan himpitan ekonomi yang tak berkesudahan. Lebih miris lagi, mantan napi yang menistakan Al Quran justru diangkat jadi bos BUMN.

Dengan demikian, jelaslah kita tak bisa mengharapkan pemimpin Muslim yang ada saat ini. Khilafahlah solusi hakiki yang mampu menjadi pelindung sejati bagi seluruh Umat Islam. Khilafah akan menjaga agama, darah, kehormatan dan harta mereka. Juga menjadi penjaga persatuan dan keutuhan setiap jengkal wilayah umat Islam. Melalui Khilafah dan kehadiran Khalifahlah seluruh dunia Islam (khususnya Gaza) dapat di dibebaskan. Melalui telunjuk seorang Khalifah yang mengirimkan pasukan militer untuk menghentikan serangan teroris Israel.

Melalui gejolak Gaza dan penderitaan Muslim di penjuru dunia sudah saatnya bagi kaum Muslimin untuk sadar dan bangkit kembali untuk menegakkan institusi Islam tersebut. Sungguh kehadiran Khilafah amatlah mendesak. Pun Khilafah adalah janji Allah dan Bisyarah RasulNya. Kita hanya perlu bergerak dan berjuang mengokohkan barisan menjemput pertolongan Allah.

“Kemudian akan tegak kembali Khilafah yang tegak diatas metode Kenabian (HR. Ahmad dan Abu Dawud)”.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *