Hanya Islam yang Mampu Menjaga Manusia

Hanya Islam yang Mampu Menjaga Manusia

Kasus di atas selalu saja berulang setiap tahunnya, tumbang satu tumbuh seribu. Mungkin itulah pepatah yang pantas dilontarkan. Sanksi yang ada ternyata tak membuat efek jera bagi yang lain.

Oleh : Mulyaningsih, S.Pt

WWW.POJOKOPINI.COM — Guru seharusnya mempunyai akhlak yang terpuji. Segala tindak tanduknya selalu diikuti dan dijunjung tinggi oleh para muridnya. Namun, amat berbeda dengan kelakuan S (50) yang telah berbuat asusila terhadap 15 anak didiknya. Entah setan mana yang yang sedang merasukinya. Ironis memang, masalah ini kembali mencuat ke permukaan dan ibarat musiman. Setiap tahunnya selalu saja ada kasus yang serupa.

Sebut saja S (50) seorang guru honorer di sebuah SMAN di Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola. Ia ditangkap oleh aparat Sat Reskrim Polres Batola karena mancabuli 15 siswanya. Ironisnya saat konferensi pers digelar S tampak biasa dan tak ada rasa bersalah.

Dalam jumpa pers tersebut, dia mengaku melakukan perbuatan bejat tersebut sejak Mei hingga Oktober 2019 di rumahnya (Tamban). Tidak ada iming-iming apapun ketika mengajak untuk melakukan perbuatan mesum tersebut, bahkan tak ada paksaan sedikitpun. Kegiatan bejad tersebut dilakukan saat malam hari di lantai atas sehingga anak dan istrinya tidak mengetahui. Saat ini S sudah beristri dan memiliki dua anak.

Ternyata, S pernah melakukan hal serupa ketika duduk di bangku kuliah. Dijelaskanya, saat kuliah di kampus negeri di Banjarmasin juga pernah melakukan aksi seksual sesama jenis (banjarmasin.tribunnews.com, 18/11/2019).

Masih saja ada oknum guru yang tega berbuat hal tersebut pada anak muridnya. Guru yang seharusnya menjadi teladan serta panutan berubah menjadi sosok yang menyeramkan dan mempunyai akhlak tidak terpuji. Lantas kemudian kenapa Sang Guru tersebut tega melakukan hal demikian? Tak adakah rasa takut dan khawatir terhadap perbuatan yang dilakukannya? Dimana keimanan dan ketaqwaan yang harusnya melekat erat dalam dirinya? Itulah mungkin pertanyaan yang akhirnya muncul dibenak kita.

Kasus di atas selalu saja berulang setiap tahunnya, tumbang satu tumbuh seribu. Mungkin itulah pepatah yang pantas dilontarkan. Sanksi yang ada ternyata tak membuat efek jera bagi yang lain. Artinya, permasalahan tersebut belum dapat terselesaikan dengan baik. Berarti perlu adanya usaha kita untuk menemukan akar dari persoalan tersebut. Dengan begitu maka kita mudah untuk mengambil solusi jitu agar mampu menghapuskannya.

Dilihat dari sisi sanksi, maka tak mampu untuk menghapus persoalan tersebut. Berarti ada hal lain yang memang menjadikan kasus tersebut tetap ada dan berkembang. Ternyata, jika kita telusuri lebih mendalam lagi, kasus tersebut tetap ada karena sekulerisme telah mengakar kuat dalam diri individu muslim. Pemisahan antara kehidupan dengan agama, itulah yang menjadi biang kerok adanya kasus tersebut. Halal-haram, terpuji-tercela tak menjadi standar lagi. Kebebasanlah yang menjadi standar mereka dalam melakukan segala aktivitas. Dengannya pula semua bebas melakukan apa saja tanpa ada yang mengganggu atau mengusiknya. Ditambah lagi dengan keimanan yang kering kerontang bak sumur yang kekeringan kala musim kemarau menjadikan manusia tak lagi memperdulikan syariat Islam yang ada. Bahkan mereka tak takut terhadap Allah Swt. sebagai pencipta jagad raya ini.

Sekali lagi, yang menjadi sumber dari persoalan di atas adalah tidak diterapkannya Islam dalam kehidupan. Pemahaman-pemahaman di luar Islam telah merasuki pada jiwa-jiwa kaum muslim, sehingga yang terjadi adalah perbuatan yang tak layak dilakukan. Tentunya kita harus bisa mengembalikan aturan Islam agar diterapkan dalam kehidupan ini. Karena dengan ditetapkannya syariat Islam secara kafah maka umat akan mempunyai perisai yang nyata dan mampu melindungi dirinya dari hantaman ide-ide barat. Kemudian negara mampu melindungi rakyatnya dengan cara memberikan aturan yang jelas, tegas dan memberi efek jera bagi si pelaku. Sehingga yang terjadi adalah tak ada orang lain untuk mau meniru perilaku atau aktivitas tadi.

Berarti hanya dengan Islam lah persoalan di atas mampu diselesaikan dan ditumpas habis sehingga tak ada lagi yang akan melakukan hal serupa. Perlu keseriusan dari kita semua, kaum muslim untuk bersama-sama berjuang agar Islam kembali bisa diterapkan di muka bumi ini. Semoga masa itu akan segera terwujud kembali. Wallahu a’lam. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *