Harga minyak Dunia Turun, BBM Indonesia Mahal

Harga minyak Dunia Turun, BBM Indonesia Mahal

Sungguh ketiadaan sistem Islam menyebabkan porak poranda semua sektor kehidupan termasuk minyak yang menyebabkan keserakahan, kerusakan lingkungan, bencana sehingga melahirkan rendahnya kualitas hidup masyarakat secara luas dan menciptakan kerusakan yang dahsyat bagi semesta ini.


Oleh: Kristiati Supardi

POJOKOPINI.COM — Pandemi Covid 19 meluluhlantakkan semua ambisi dan rencana manusia. Bumi seperti sedang di-pause hingga menghentikan laju gerak nyaris semua sendi kehidupan. Aktivitas korporasi lokal pun dunia, ribuan maskapai darat, laut dan udara tersendat bahkan ada yang total berhenti beraktivitas dan menyebabkan turunnya permintaan minyak dunia hingga 30%.

Penurunan permintaan menyebabkan harga minyak turun dari kisaran harga yang dipatok US$62 ribu/barel anjlok hingga US$20ribu/barel. Bahkan OPEC terpaksa harus memangkas produksi minyak mentah hingga 9,7 juta barel per hari mulai 1 Mei guna menstabilkan harga minyak.
Arab Saudi secara sukarela memangkas produksinya sebesar 1 juta barel per hari agar diikuti produsen lainnya.

Namun ironisnya turunnya harga minyak dunia tidak memengaruhi harga minyak di negeri kita. Menteri ESDM dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (4 Mei 2020) memutuskan tak menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), meskipun harga minyak mentah dunia sedang anjlok hingga US$ 20/barel di tengah pandemi virus corona. Alasannya karena harga BBM dalam negeri masih terjangkau dibanding negara lain di ASEAN dan rentang waktu menujua harga normal cukup pendek menyusul pemangkasan produksi guna stabilisasi harga.

Sementara menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina Fajriyah Usman, harga BBM di luar subsidi penugasan seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sudah diturunkan beberapa kali sejak awal tahun. Sedangkan harga BBM bersubsidi tak akan berubah meskipun harga minyak dunia mengalami fluktuasi. Ini sudah berlangsung sejak 2016 lalu.

Bila kita bandingkan harga BBM Indonesia (kisaran Rp6000) dengan Malaysia ( kisaran Rp3000) masih murah Malaysia, namun jika bandingkan dengan Singapura (kisaran Rp20.000) maka harga BBM Indonesia masih lebih murah.

Harga BBM di Indonesia sebenarnya bisa lebih murah jika Indonesia impor langsung namun sesuai dengan regulasi maka Pertamina harus membeli minyak dengan pihak KKS yang ada di Indonesia. Regulasi mengenai harga mengikuti harga MOPS. Mid Oil Platts Singapore (MOPS) adalah harga asli ditambah semacam angka  konstanta untuk keuntungan Singapura dan para trader. Juga adanya harga-harga tambahan lain yang menyebabkan harga minyak negeri kita tidak efisien.

Penurunan harga minyak dunia sebenarnya juga bisa dimanfaatkan oleh Pertamina memborong minyak sehingga bisa menekan pengeluaran dan bisa menaikkan margin namun hal itu tidak bisa dilakukan mengingat kilang terpasang sebagai storage tidak siap. Jadi tidak heran dalam situasi apapun negeri kita tidak akan diuntungkan walau minyak diproduksi didalam negeri dan terkandung dalam bumi pertiwi kita.

Pemerintah yang hanya berperan sebagai regulator dan menghasilkan kebijakan yang menguntungkan swasta justru mengamputasi kemampuan negara dalam menyediakan BBM yang murah bagi masyarakat.

Islam Mengelola Sumber Daya Alam

Sistem Islam memastikan bahwa minyak dan sumber alam lainnya menjadi harta kaum Muslimin dan tidak bisa beralih kepemilikannya sampai akhir zaman. Ketersediaan dan distribusi BBM menjadi kewajiban negara untuk terlaksana sebaik-baiknya dan terakses masyarakat luas. Bisa dengan mengratiskan atau jual murah. Keuntungan penjualan bisa digunakan untuk penyediaan hajat publik lainnya seperti pendidikan, kesehatan, keamanan dan sebagainya.

Pengembangan SDA dimasukkan dalam rencana strategis negara yang terintegrasi. Projek pengembangan energi strategis ini dikembangkan tidak hanya untuk penyediaan minyak dan turunannya juga dengan tujuan membangun industri-industri strategis negara seperti persenjataan, teknologi mutakhir juga teknologi dalam memudahkan aktivitas manusia.
Pengembangan teknologi mutahir di zamannya disiapkan dalam menopang misi dakwah sekaligus menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

Perencanaan yang matang didukung political will yang bersih dan dijalankan dalam sistem yang sahih menjadikan minyak sebagai komoditas negara yang stategis, terjangkau dan memberikan keberkahan bagi masyarakat.

Sungguh ketiadaan sistem Islam menyebabkan porak poranda semua sektor kehidupan termasuk minyak yang menyebabkan keserakahan, kerusakan lingkungan, bencana sehingga melahirkan rendahnya kualitas hidup masyarakat secara luas dan menciptakan kerusakan yang dahsyat bagi semesta ini.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *