Ide Absurd Mengatasnamakan Toleransi

Ide Absurd Mengatasnamakan Toleransi


Oleh : Eva Yulia (Aktivis Dakwah)

WWW.POJOKOPINI.COM — Islam adalah agama yang penuh keberkahan dan keindahan, setiap apa yang sudah Allah perintahkan maka pasti sudah pasti ada kebaikan didalamnya. Maka dari itu Islam juga mengaturr bagaimana adab ketika menyapa, menegur, bertamu, atau memulai sebuah pembicaraan baik itu dalam konteks secara langsung maupun secara tidak lansung.

Salam merupakan bagian daripada do’a, kebaikan, keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Allah atas orang lain, setiap Muslim pasti akan selalu mengharapkan kebaikan, salah satunya adalah salam yang mengadung makna indah didalamnya . Semua itu tidak lepas dari apa yang dicontohkan oleh Rasulullah yang mana hubungan baik akan tetap terjaga apabila saling menegur sapa yang pasti dengan ucapan salam, sebab salam “Assalamualaikum” sudah tertanam dalam diri setiap umat Islam dan sudah menjadi identitas sebagai seorang Muslim.

Berawal dari wawancara ‘Blak-blakan Kepala BPIP: Jihad Pertahankan NKRI’ di detik.com pada tanggal 12 Februari 2020, tersebar kabar dan menjadi perbincangan di sosial media bahwa Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi yang mengusulkan mengganti Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh diganti dengan Salam Pancasila
Mengganti salam seorang muslim yang biasa Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu (artinya + pahalanya) dengan salam pancasila, sungguh tak masuk akal? Mengapa hanya islam yang selalu diserang? Ini jelas merupakan sebuah ide konyol yang dilontarkan seolah paling benar, padahal membuat setiap mendengarnya geram. Banyak sekali muncul orang-orang sekuler yang semakin hari semakin ingin menjauhkan umat dari Islam, padahal yang menyampaikan itu juga seorang Muslim.

Bukhari membawakan dalam kitab shohihnya Bab ‘Mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal’. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwasanya ada seseorang yang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَىُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ « تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ »
“Amalan islam apa yang paling baik?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (HR. Bukhari no. 6236)

Atas dasar apapun dan atas alasan apapun tidak ada hak manusia mengganti apa yang sudah di contohkan oleh Rasulullah, walau Toleransi sering menjadi alasan segelintir orang, padahal dibalik itu semua adalah demi kepentingan.

Islam bukan agama yang boleh diambil sebagian dan ditinggal sebagian. Islam bukan agama yang ketika enak maka diterapkan, tetapi ketika itu tidak enak maka ditinggal. Mengaku Islam maka harus beriman, artinya tunduk dan patuh terhadap apapun yang sudah Allah atur. Manusia tidak punya hak mengubah apa yang sudah Allah atur, hak manusia adalah taat atas apapun aturan dari Allah. Bukan seenaknya merubah hukum Allah, ketika itu tidak diesenangi maka langsung dirubah. Islam dari zaman Rasulullah tidak akan pernah berubah, yang berubah hanya sarana dan prasarana saja.

Semua aturan dari Allah bukan atas dasar tidak ada efek apapun, tetapi justru itu sebuah kebaikan untuk setiap umat. Maka ketika ada aturan yang sudah jelas dari Sang pencipta tapi malah membuat aturan lain sesuai akal dan hawa nafsu, maka jelas-jelas ini merupakan pintu gerbang menuju kehancuran dan kerusakan. Islam harus disampaikan apa adanya, bukan ditambah atau dikurangi.

Makin banyaknya bukti bahwa rezim mempertentangkan ketaatan Muslim dengan loyalitas bernegara. Rezim sekuler radikal selalu menganggap Islam sebagai ancaman. Umat seharusnya menyadari adanya ini adlah bagian dari upaya sistematis menjauhkan Muslim dari keterikatan terhadap agama dan mengganti identitas Islam dengan identitas liberal.[]

Tanggung jawab tulisan kiriman ini sepenuhnya ada pada penulis. Pojokopini.com merupakan media yang terbuka atas segala pendapat kritis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *