Islamofobia yang Menjangkiti Dunia

Islamofobia yang Menjangkiti Dunia

Maka dari itu perlu sanksi yang tegas untuk menghentikan penghinaan terhadap ajaran Islam.


Oleh: Khairunnisak S.Pd

POJOKOPINI.COM — Dua wanita berhijab ditikam di bawah Menara Eiffel, Selasa (20/10/2020) waktu setempat. Setelah dilakukan investigasi pihak berwenang Prancis menegaskan insiden ini merupakan sebuah kejahatan rasis (Kompas.com, 23/10/2020).

Dua wanita di Prancis didakwa karena menikam dua wanita lain yang mengenakan jilbab di dekat Menara Eiffel di Paris. Mereka mencoba merobek jilbab dua Muslimah tersebut. Sumber resmi mengatakan kepada kantor berita AFP pada Kamis (22/10), kedua wanita itu didakwa atas penyerangan dan penghinaan rasis (Republika.com, 24/10/2020).

Umat Muslim Prancis khawatir kematian tragis guru bernama Samuel Paty itu dijadikan senjata untuk memajukan kebijakan pemerintah yang berpotensi mencampurkan Islam dengan ‘terorisme’. Kekhawatiran itu semakin meningkat setelah presiden Emmanuel Macron pada 2 Oktober 2020 lalu meluncurkan sebuah rencana melawan apa yang disebutnya ‘separatisme Islam’ dan mengatakan Islam ‘dalam krisis’ di seluruh dunia. “Muslim menjadi sasaran. Saya yakin Macron menggunakan Islamofobia untuk memperkuat kampanyenya,” kata seorang aktivis Muslim Prancis, Yasser Louati, kepada Al Jazeera, dilansir Sabtu (24/10) (Republika.com, 24/10/2020).

Dunia sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap Muslim, bahkan bukan hanya negeri-negeri Eropa, tetapi juga negeri Muslim. Jika sebelumnya ada isu teroris sekarang ada isu Islamofobia. Islamofobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka, diskriminasi, ketakutan dan kebencian terhadap Islam dan Muslim. Istilah ini sudah ada sejak tahun 1980-an. (Wikipedia).

Islamofobia ini sudah lama adanya tetapi lebih populer pada tahun 2001. Jika kita melihat Muslim yang ingin taat kepada agamanya selalu terjadi hal yang demikian. Hal ini bukan sekali atau dua kali terjadi, serta peristiwa seperti ini terus berulang.

Jika kita melihat sanksi yang diberikan kepada pelaku tidak memberikan efek jera, sehingga peristiwa ini bisa jadi akan terus berulang dan yang mengalami kerugian sudah pasti Muslim. Isu islamofobia juga bukan hanya isu nasional tetapi juga global. Dengan mudahnya kaum pendengki melakukan penghinaan terhadap ajaran Islam, mencela syariat Islam tetapi pelakunya hanya dibiarkan begitu saja atau hanya dengan meminta maaf, pelakunya bebas dan akan mengulangi hal yang sama. Maka dari itu perlu sanksi yang tegas untuk menghentikan penghinaan terhadap ajaran Islam.

Isu islamfobia juga menjadi salah satu jalan untuk menakut-nakuti Muslim dalam upaya menerapkan Islam secara kaffah (sempurna), ini dikarenakan sekularisme (pemisahan antara agama dan kehidupan) yang menjangkiti Muslim. Isu ini juga merupakan salah satu cara untuk mencegah kebangkitan Islam, karena mereka meyakini bahwa Islam akan bangkit kembali, tetapi mereka menggunakan berbagai cara untuk menghambat kebangkitan itu. Mereka bisa merusak bunga tapi mereka tidak akan bisa menghentikan musim semi, karena janji Allah itu pasti.

Dalam Islam ada sanksi yang tegas untuk para penghina ajaran Islam. Hukum Islam itu bukan hanya untuk penebus dosa tetapi juga untuk memberikan efek jera kepada pelaku yang melakukan kesalahan. Maka dari itu perlu untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai negara. Karena kalau bukan negara yang menerapkan itu akan sangat sulit untuk tercapai. Saat ini negeri-negeri di dunia sedang menerapkan hukum buatan manusia, maka bisa kita saksikan hukum tersebut bukannya memberikan perdamaian tetapi keterpurukan.

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih daripada (hukum) Allah bagi oang-orang yang yakin?” (QS. Al Maidah: 50).[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *