Jangan Berpuas Diri, Perjuangan Belum Selesai

Jangan Berpuas Diri, Perjuangan Belum Selesai

Luka umat Islam masih menganga, penderita umat Islam belum juga hilang, jadi janganlah berpuas diri, perjuangan belum usai. Orang-orang kafir tidak akan berdiam diri, kecaman internasional atas putusan kembalinya mesjid Aya Sofia sebagai bukti.


Oleh: Kartiara Rizkina Murni (Aktivis Dakwah Kampus)

POJOKOPINI.COM — Lonceng gereja berbunyi di seluruh Yunani saat Masjid Aya Sofia dilaksanakan shalat Jumat 24 Juli 2020 pertama sejak 86 tahun. Rakyat Negeri Para Dewa itu langsung menangis melihat Aya Sofia dijadikan masjid.

Kami mengira seseorang telah meninggal, tetapi kami diberitahu itu untuk Aya Sofia. Sangat menyedihkan, sangat sedih,” kata Katerina (40), seorang pemilik toko di pulau Astypalea.

Dilansir ArabNews, Jumat (24/7/2020), di beberapa daerah Yunani, bendera dikibarkan setengah tiang (Serambi News.com 25/07/2020)

Berbeda dengan umat islam, kabar 10 Juli 2020 lalu atas penetapan dari presiden Tayyip Erdogan sedikit mengobati luka umat islam yang kondisinya sedang terkatung-katung, di tambah dengan adanya wabah Corona yang sedang melanda dunia saat ini.

Sholat Jumat pertama 24 Juni 2020 di masjid Aya Sofia dilaksanakan. Gedung berusia 1.500 tahun yang semula adalah katedral dengan sambutan Takbir dan sholawat Nabi oleh masyarakat di dalam dan di luar masjid yang mengikuti ibadah pertama dalam 86 tahun terakhir.

Antusiasme masyarakat setempat luar biasa, mereka beramai-ramai melaksanakan sholat. Sekitar 1.000 orang dizinkan untuk masuk ke aya Sofia melalui pemeriksaan keamanan, sementara yang lainnya melakukan salat di seputar masjid.

Sungguh peristiwa Aya Sofia membuat umat Islam flashback atas kehebatan Islam dan Sultan Mehmed II serta pasukannya dalam mewujudkan bisyarah Rasulullah Saw. Hal ini menjadi angin segar bagi umat islam akan bangkitnya kepemimpinan islam kembali. Betapa umat Islam rindu akan masa-masa ituitu kembali.

Wahai umat islam janganlah kamu lalu berpuas diri dengan kembalinya Aya Sofia. Aya Sofia hanya sebatas ikon atas kehebatan Islam dimasa lalu, tapi bukan itu yang utama. Ada hal yang lebih penting yaitu bagaimana penerapan islam dalam tatanan kehidupan, sebab kejayaan Islam ada karena umat islam menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai aturan hidup, bukan aturan buatan manusia seperti sekarang ini. Dan bagaimana pembebasan Al-Quds di Palestina tanah kelahiran para Mujahid, yang masih terus dijajah oleh Yahudi Israel.

Serta bagaimana menyelamatkan darah kaum muslimin atas kezaliman kaum kafir, muslim Rohingya, muslim Suriah, muslim Kashmir, muslim Uighur, muslim Yaman, Muslim Palestina, dan muslim di belahan bumi lain yang masih mendapatkan penganiayaan dan diskriminasi atas keislaman mereka.

Bagaimana menyelamatkan harta kaum muslimin yang dirampas oleh para kapitalis. Indonesia adalah negeri yang kaya sumber daya alam, gunung emas, lautan minyak, lautan gas, mineral, tanahnya subur, lautnya makmur, tapi semua kekayaan itu tidak bisa dinikmati, karena semua habis dicuri oleh para korporasi. Sekularisme dengan sistem kebebasannya (liberal) membuat orang sesuka hatinya untuk berbuat tanpa ada batasan.

Luka umat Islam masih menganga, penderita umat Islam belum juga hilang, jadi janganlah berpuas diri, perjuangan belum usai. Orang-orang kafir tidak akan berdiam diri, kecaman internasional atas putusan kembalinya mesjid Aya Sofia sebagai bukti.

Boleh jadi kamu menjadikan kabar Aya Sofia sebagai semangat untuk tetap berjuang dalam dakwah, mempersatukan umat islam dalam satu kepemimpinan, berusaha mewujudkan kabar Rasulullah tentang takluknya kota yang kedua yakni kota Roma dan saatnya untuk menorehkan kembali tinta emas itu.

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, “Saat kami dengan menulis di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma? Maka, Rasulullah SAW menjawab, Kota Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel. (HR Ahmad)[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *