Kejutan Tahun Baru

Ketika masyarakat keberatan dan bertentangan dengan kebijakan kenaikan harga tiket adalah hal wajar, karena hak rakyat tidak akan terpenuhi jika pemerintah lalai dengan kewajibannya. Ya.. Ini salah satu bentuk kelalaian.


Oleh: Eti Siti M

POJOKOPINI.COM — Isu kenaikan Tahun depan, tarif KRL direncanakan akan naik hampir 50% pada 25 Km pertama. Tentu kejutan tahun baru ini akan menjadi keputusan yang tidak nyaman bagi masyarakat. Semakin tak lumrah jika ini menjadi kebijakan tahunan.

KRL Commuter line merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat, meski masih belum mumpuni dikatakan layak. Alat transportasi ini mendukung masyarakat mencari nafkah, memudahkan akses para siswa maupun mahasiswa untuk mendapat hak pendidikan.

Dengan kata lain KRL menjadi kebutuhan primer yang harus dipenuhi dan diadakan sarananya oleh negara, tentu sepaket dengan kemudahan bukan kesulitan. Kebutuhan primer disetarakan dengan kondisi darurat, ketika pengadaannya dipersulit maka akan mempersulit masyarakat untuk mendapatkan hak yang lain.

Ketika masyarakat keberatan dan bertentangan dengan kebijakan kenaikan harga tiket adalah hal wajar, karena hak rakyat tidak akan terpenuhi jika pemerintah lalai dengan kewajibannya. Ya.. Ini salah satu bentuk kelalaian.

Kenyamanan, gratis atau ongkos murah dalam hal penggunaan fasilitas umum ini adalah bentuk kewajiban riayah atau pengurusan pemimpin terhadap rakyatnya.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Imam yang diangkat untuk memimpin manusia itu adalah laksana penggembala, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya)“ (HR. Imam Al Bukhari).[]

DISCLAIMER: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim dan dipublikasikan sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.