Kekerasan Anak Melonjak, Apa Solusinya?

Kekerasan Anak Melonjak, Apa Solusinya?

Saat ini Islam dijauhkan dari kehidupan, Islam seolah tampak menyeramkan dan tidak cocok untuk diterapkan. Padahal nyatanya saat ini kehidupan sangat jauh dari kata kesejahteraan. Hanya Islam satu-satunya solusi untuk menuntaskan kekerasan terhadap anak. Sebab Allah yang menjanjikan.


Oleh: Riyanti (Pendidik)

POJOKOPINI.COM — Miris ketika melihat data kekerasan terhadap anak semakin hari semakin melonjak. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur Andriyanto bahwa masih tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2020. Data Sistem Informasi Online Kekerasan Ibu dan Anak (Simfoni) mengungkapkan adanya 1.358 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jatim, yang tercatat hingga 2 November 2020 (Republika.co.id, 03/10/20).

Di Bantul kekerasan terhadap anak juga masih sangat tinggi. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bantul Muhamad Zainul Zain menyebut, pada 2019 jumlah laporan yang masuk kepada PPA tercatat ada 155 kasus. Sedangkan di 2020, yang baru dihitung sampai dengan Oktober kemarin, jumlah kasus sudah menembus angka 120 kasus terlapor (jogja.suara.com, 10/10/20).

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Terlebih saat kondisi pandemi seperti sekarang data semakin meningkat karena masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah. Orangtua dengan tingkat emosional tinggi akan lebih mudah melampiaskan amarah kepada anak sebab tekanan ekonomi, emosi, pikiran dsb.

Selain itu, anak-anak zaman sekarang lebih bebas aktivitasnya tanpa kontrol keluarga. Gawai lebih dekat dengan mereka sehingga mereka mudah mengakses tontonan yang tidak mendidik. Akibatnya tercetak anak-anak yang tidak berakhlak seperti mem-bully sesama teman.

Tontonan atau film merupakan alat penjajahan barat yang soft untuk mematikan potensi anak-anak bangsa. Media saat ini lebih banyak menampilkan konten yang sarat akan pendidikan. Sebab media hanya mementingkan manfaat untuk pribadi bukan untuk keseluruhan. Pemerintah harus membatasi akses media bahkan menutup pintu konten yang berbau porno, tidak mendidik, kekerasan dsb. Sebab apa yang mereka lihat, itu yang akan mereka lakukan.

Di samping itu, pemerintah pun telah menetapkan UU tentang kekerasan terhadap anak yang tercantum dalan UU No 23 tahun 2002. Namun kenyataan berkata lain bukan lantas kasus kekerasan anak menjadi lebih menurun, melainkan malah makin meningkat. Inilah bukti gagalnya sistem sekuler saat ini dalam melindungi anak-anak.

Hal ini tidak bisa terus dibiarkan, anak-anak merupakan aset suatu bangsa yang harus dijaga baik fisiknya maupun pemikirannya. Dimana pemikiran inilah yang nantinya akan mendampingi tumbuh kembang anak hingga dewasa. Pemikiran yang baik akan membentuk pola anak yang baik. Sebaliknya, jika pemikiran anak sudah buruk dari kecilnya, maka akan jadi apa ketika dewasa?

Aturan yang memisahkan kehidupan dengan agama bukanlah solusi yang tepat memberantas kekerasan terhadap anak. Hanya aturan yang datang dari Sang Penciptalah yang mampu menuntaskan segala macam permasalahan. Dialah aturan Islam.

Islam sangat melindungi hak anak-anak sebab merekalah yang kelak akan menjaga agama dan negaranya. Islam membuka akses pendidikan selebar-lebarnya untuk anak-anak agar mereka potensial. Islam menjaga jiwa setiap manusia sehingga tidak ada kekerasan terhadap anak.

Dahulu sebelum Nabi Muhammad datang membawa risalah Islam, umat manusia berada dalam kejahiliyahan. Namun, ketika Islam diterapkan rahmat dirasakan oleh seluruh alam. Terbukti selama ribuan tahun lamanya Islam menjadi pusat peradaban gemilang dan menaungi 2/3 belahan dunia. Semua merasa aman, tentram sebab aturan yang diterapkan sesuai dengan Al-Qur’an.

Saat ini Islam dijauhkan dari kehidupan, Islam seolah tampak menyeramkan dan tidak cocok untuk diterapkan. Padahal nyatanya saat ini kehidupan sangat jauh dari kata kesejahteraan. Hanya Islam satu-satunya solusi untuk menuntaskan kekerasan terhadap anak. Sebab Allah yang menjanjikan. Sebagaimana firman Allah SWT.:

Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107).[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *