Kekuatan Politik Global Dibutuhkan Palestina

Membebaskan Palestina adalah sebuah karunia besar dari Allah bagi kita kaum muslim hari ini. Maka dengan demikian berbagai upaya harus senantiasa kita lakukan demi pembebasan Baitul Maqdis. Tak henti-hentinya berdoa, memohon kepada Allah kekuatan agar kita mampu membebaskannya atas izin Allah.


Oleh: Ummu Zhafira

POJOKOPINI.COM — Baitul Maqdis kembali mencuri perhatian. Aksi brutal teroris Israel menghinakannya di akhir Ramadhan lalu menuai kecaman masyarakat dunia. Kekuatan politik umat muslim dunia hari ini nyatanya tak mampu menyelamatkan kaum Muslim di bumi Palestina. Lantas apa penyebabnya?

Hingga hari Rabu, 19 Mei 2021 kemarin tercatat lebih dari 200 warga Palestina meninggal dunia. Sedangkan hampir 60 ribu orang lainnya mengungsi akibat serangan udara yang dilakukan oleh Israel di Gaza (Tirto.id, 19/05/2021)

Konflik antara Israel-Palestina kembali memanas setelah tentara Israel menggusur keluarga Palestina di daerah Syaikh Jarrah. Hal ini dilakukan setelah pengadilan Israel menetapkan wilayah tersebut menjadi wilayah Yahudi (Republika.co.id, 11/5/2021)

Dunia mengecam tindakan brutal yang dilakukan Israel. PBB meminta Israel berhenti menggusur warga Palestina di Yerusalem. Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Indonesia satu suara mengutuk aksi penyerangan yang dilakukan Israel atas Baitul Maqdis dan warga Palestina. Kebiadaban Israel ini bukan kali pertama. Sudah sejak puluhan tahun lalu, tepatnya sejak 14 Mei 1948 sejarah kelam kaum muslim Baitul Maqdis dimulai. Tragedi berdarah terus berputar ulang tanpa pernah ada solusinya.

Kecaman demi kecaman yang mengalir deras dari negeri-negeri muslim tak sedikitpun menggetarkan Israel. Protes keras dari kaum muslim di seluruh penjuru dunia juga tak membuat teroris itu jera. Berbagai macam upaya diplomatik pun tak pernah membuahkan hasil yang nyata. Baitul Maqdis tetap hidup dalam bayang-bayang Zionis.

Potensi kekuatan umat muslim dunia dengan miliaran penduduk nyatanya tak pernah mampu melawan kebiadaban Israel atas Palestina. Hingar-bingar kemajuan dunia dengan melesatnya teknologi hari ini pun tak lantas membawa banyak pengaruh bagi kemerdekaan Palestina.

Lantas apa sebabnya Palestina masih harus berjuang dalam derita? Ternyata sekat-sekat nasionalisme yang telah lama membelenggu kaum muslim membuat mereka tak pernah bisa bersatu berjihad melawan penjajahan Yahudi Israel di Palestina. Benteng maya yang diciptakan para penjajah Barat setelah keruntuhan Turki Utsmani betul-betul membuat umat tercerai-berai. Racun ini pulalah yang kemudian memutus kekuatan persatuan umat muslim di seluruh dunia.

Selain itu, negeri-negeri muslim juga diikat lehernya dengan perjanjian-perjanjian internasional. Hal ini tentu membuat mereka tak berdaya. Negeri-negeri muslim harus tunduk dengan agenda-agenda negara adidaya. Apalagi ketika penguasa-penguasanya hanyalah antek-antek penjajah. Posisi mereka justru ada demi memuluskan kepentingan-kepentingan mereka.

Selain itu, penerapan sistem Sekuler- Kapitalismelah yang kemudian memberikan jalan bagi lahirnya negara Israel pada waktu itu. Sistem ini pulalah yang kemudian membuat Islam dipisahkan dari kehidupan. Lalu mencitrakan seolah penjajahan yang terjadi di Palestina bukan lagi perkara akidah, tapi sekedar persoalan kemanusiaan biasa.

Dengan demikian berbagai upaya diplomasi akan selalu basi. Pun dengan berbagai tawaran solusi dari kacamata demokrasi. Karena persoalan Baitul Maqdis adalah persoalan Islam dan seluruh kaum muslim. Maka solusinya pun harus berdasarkan dari syariat Islam.

Sebagai tanah kharajiyah maka Palestina adalah milik kaum Muslim di seluruh dunia hingga hari kiamat. Tak boleh ada pihak manapun yang berhak menyerahkan tanah kharajiyah kepada pihak lain. Apalagi kepada teroris penjajah layaknya Israel.

Semestinya umat muslim dan penguasanya belajar dari sikap Khalifah Abdul Hamid II yang menolak sama sekali segala bentuk penyerahan tanah Palestina kepada kaum kafir meskipun hanya sejengkal.

Dengan demikian, umat muslim hari ini membutuhkan sebuah kekuatan politik global yang bisa melahirkan pemimpin layaknya Khalifah Abdul Hamid II tersebut. Kekuatan itu akan mampu menyatukan negeri-negeri muslim di seluruh dunia dalam panji yang sama. Kekuatan itu pulalah yang akan menebas rantai-rantai perjanjian internasional yang haram bagi negara Islam. Dan kekuatan itu pula yang akan meniupkan semangat jihad mengusir kafir Yahudi Israel dari tanah Ribath. Sebagaimana perintah Allah dalam firman-Nya:

﴿قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ﴾

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin” (TQS at-Taubah [9]: 14).

Allah SWT juga berfirman:

﴿وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ﴾

Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian” (TQS al-Baqarah [2]: 191).

Membebaskan Palestina adalah sebuah karunia besar dari Allah bagi kita kaum muslim hari ini. Maka dengan demikian berbagai upaya harus senantiasa kita lakukan demi pembebasan Baitul Maqdis. Tak henti-hentinya berdoa, memohon kepada Allah kekuatan agar kita mampu membebaskannya atas izin Allah. Insya Allah!

Kita juga harus terus memberikan bantuan dari harta yang kita miliki demi keberlangsungan kehidupan saudara kita di Palestina. Sebagian harta yang kita infakkan, Insyaallah akan meringankan sedikit beban kehidupan mereka.

Pun tidak kalah pentingnya kita harus berdakwah, mendidik umat, menyadarkan mereka akan pentingnya Baitul Maqdis. Mengajak mereka berjuang bersama mengembalikan kekuatan politik global kaum muslim yang mampu menjaga kemuliaan kaum muslim di seluruh penjuru dunia. Apalagi kalau bukan Khilafah ‘ala minhajin Nubuwwah. Wallahu a’lam bishawab.[]

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim dan dipublikasikan sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *