Khilafah Ajaran Islam, HTI Mendakwahkannya

Khilafah Ajaran Islam, HTI Mendakwahkannya

Menyebut khilafah model HTI dengan tujuan menjauhkan umat dari khilafah dan pengembannya bisa masuk dalam kategori menghambat bahkan menghadang laju dakwah Islam. Sangat disayangkan jika seorang Muslim melakukan ini.


Oleh: Sri Rahayu

POJOKOPINI.COM — Khilafah itu ajaran Islam, milik semua umat Islam. Sebagai ajaran Islam, tentu khilafah bukan milik kelompok tertentu, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) maupun yang lain. Tak ada satupun kelompok yang boleh mengklaim khilafah itu miliknya sendiri. Sebenarnya hal ini sudah sangat jelas.

Demikian juga tak boleh ada penyebutan khilafah model HTI. Seakan-akan ada banyak macam khilafah. Yang benar khilafah itu hanya satu, khilafah ‘ala minhajin nubuwah. Yaitu khilafah yang tegakkan dengan mencontoh jalan perjuangan dakwah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Lantas apa implikasi penyebutan khilafah model HTI yang seakan terus disematkan oleh sebagian kecil orang? Sebagaimana mereka katakan khilafah model HTI, khilafah model A, B, C ataupun khilafah tahririyah, bisa jadi karena:

  1. Belum mengenal khilafah secara utuh dan perjuangan dakwah untuk menegakkannya. Jika tak kenal jangan sungkan kenalan.
  2. Sudah mengetahui tetapi tidak suka dan gerah dengan dakwah menyeru penegakkan khilafah.
  3. Yang ngeri penyebutan ini dimaksudkan untuk menghambat dakwah.
  4. Menakut-nakuti umat agar menjauhi pendakwah dan yang diserukannya yaitu khilafah. Tujuannya supaya umat tetap setia pada sistem demokrasi.
  5. Mengamankan kepentingannya demi tulang dunia bersama penguasa.
  6. Bersekongkol dengan AS pengendali kapitalisme global yang terus memerangi Islam politik

Hizbut Tahrir adalah kelompok dakwah yang berupaya membebaskan manusia dari belenggu penghambaan manusia kepada selain Allah agar menghamba hanya padaNya. Dengan menerapkan syariat Islam kaffah di dalam negeri dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru negeri. Hizbut Tahrir memenuhi seruan Allah dengan mendakwahkan khilafah sebagai ajaran Islam.

Menyebut khilafah model HTI dengan tujuan menjauhkan umat dari khilafah dan pengembannya bisa masuk dalam kategori menghambat bahkan menghadang laju dakwah Islam. Sangat disayangkan jika seorang Muslim melakukan ini.

Jangankan menghadang, diam dari dakwah saja berarti telah menghalalkan diri mendapat azab dari Allah subhanahu wata’ala karena mengabaikan kewajibannya menyerukan yang ma’ruf dan membiarkan kemungkaran. Sedangkan kemungkaran di depan mata jika dibiarkan, maka kemaksiatan akan merajalela.

Tentu musibah besar tak hanya menimpa pelaku maksiyat. Semua orang dan masyarakat umum akan menuai bencana luar biasa. Itulah istimewanya Islam, telah mewajibkan semua menyerukan kebaikan. Mahkota kebaikan ada pada khilafah. Semua hukum syariat akan diterapkan secara kaffah ketika ada ‘junnah’, seorang khalifah. Masihkah terus mempersekusi khilafah sebagai ajaran Islam? Hati-hati, anda berhadapan langsung dengan pembuat ajaran Islam. Wallahu a’lam bishshawab.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *