Khilafah: Pelita untuk Rohingnya

Khilafah: Pelita untuk Rohingnya

Khilafah bagai pelita untuk mereka, menjadi penerang di tengah kegelapan dan menjadi harapan bagi kaum muslimin di seluruh dunia yang saat ini berada dalam penderitaan yang terus bertambah.


Oleh: Jumratul Sakdiah

POJOKOPINI.COM — Tepat di hari senin, malam selasa. Saya mengikuti kelas menulis ideologis seperti biasa. Bersama dalam forum itu serasa telah saling menatap. Takdir Allah berkata lain. Kami berada di forum daring saat pandemi. Namun, sama sekali tak menyiutkan semangat kami untuk menuliskan setiap kata yang akan menjadi senjata. Senjata itu mampu menembus setiap makar busuk yang tertuju kepada umat Islam.

Maka, kami memahami bahwa diperlukan tulisan yang tertata rapi. Dengannya telah mewakili perasaan umat Islam di seluruh dunia. Melalui tulisan, akan tersampaikan pesan-pesan berharga dari muslim untuk semesta.

Pembahasan kami malam itu menarik. Untuk membuat tulisan yang terstruktur, diperlukan mind mapping. Yaitu peta pikiran yang bisa dituangkan dalam sebuah kerangka tulisan. Malam itu, kami ditugaskan membuat mind mapping dari kata “terang”. Kemudian saya mencoba merangkai kalimat demi kalimat dari kata itu.

Terang adalah satu ungkapan yang menjelaskan sifat dari sebuah benda atau keadaan tertentu yang dianggap sesuai. Terang telah mewakili sebuah jalan mulia berupa hidayah. Karena dengan hidayah semua hal akan terlihat jelas dengan kejernihan mata hati dan kepekaan akal sehat. Sehingga pikiran dan perasaan tunduk tak berdaya di hadapan Sang kuasa saat aturanNya datang untuk semesta. Tak ada pilihan lain kecuali taat total sempurna kepada apa yang telah disyariatkannya. Karena ini konsekuensi iman yang telah menghantarkan manusia kepada derajat yang tinggi di hadapan Pencipta.

Iman telah ‘membawa’ pengembannya untuk memahami dengan terang terhadap persoalan saudaranya. Karena iman menuntut kecintaan terhadap saudara sama halnya dengan kecintaan kepada diri sendiri.

Melalui tragedi Rohingya, Allah telah memilah diantara jutaan manusia yang beriman, siapakah yang peduli terhadap persoalannya. Bertahun-tahun mereka terlunta, tapi dunia diam seribu bahasa. Mereka terkatung-katung di samudera, tak memperoleh makanan dan mirisnya tak ada negara yang memberi bantuan keselamatan dan juga perlindungan. Namun dunia terbuka matanya melihat Aceh telah menunjukkan ukhuwah terhadap saudara seimannya.

Sedikitnya, ada puluhan warga Rohingya yang mengungsi di Aceh dan mendapat perlindungan disana. Entah sampai kapan mereka bertahan. Dan Aceh mampu menjaganya. Karena Aceh hanya wilayah kecil yang berada di negara demokrasi yang menomorsatukan paham nasionalisme. Dengan paham ini telah menutup persaudaraan erat sesama muslim di seluruh dunia.

Oleh karena itu, umat Islam harus bersatu. Berpegang kepada tali agama Allah dan tak boleh bercerai berai. Karena ini adalah kekuatan kaum muslimin yang tak akan tergoyahkan. Dengan persatuan ini, akan mengembalikan perisai umat yang telah lama hilang. Sehingga teriakan nyaring muslim di seantero dunia akan terdengar jelas oleh khalifah yang menjadi pemimpin dalam sebuah tatanan masyarakat Islam.

Sejarah telah menorehkan semuanya. Di mana kegemilangan Islam mercusuar dunia berhasil menjadi cahaya bagi semesta. Membawa manusia dari kegelapan menuju terang benderang. Tak ada yang dizalimi, semua sejahtera di bawah naungan kekhilafahan Islam yang kejayaannya telah terbukti selama 13 Abad lamanya.

Maka, sejarah ini harus berulang. Karena penderitaan umat Islam hari ini termasuk Rohingya, telah menunggu pembebasan dari tentara khilafah yang siap syahid atau menang di jalanNya. Khilafah bagai pelita untuk mereka, menjadi penerang di tengah kegelapan dan menjadi harapan bagi kaum muslimin di seluruh dunia yang saat ini berada dalam penderitaan yang terus bertambah.

Hal ini telah memacu para pemilik iman di dada untuk berjuang merealisasikan tegaknya junnah (tameng) yang siap melindungi umat Islam di manapun mereka berada. Dengan perjuangan masif dan keyakinan penuh terhadap pertolongan Allah atas hambaNya yang bersungguh-sungguh mengejar kemenangan dunia dan di akhirat sana.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *