Khilafah Solusi Problem Perempuan dan Keluarga

Khilafah Solusi Problem Perempuan dan Keluarga

Mereka beranggapan, jika pria boleh poligami, kita juga (wanita) bisa poliandri. Penyerangan mereka terhadap syari’at Allah dianggap wajar, tanpa mereka sadari bahwasanya hal itu bisa mengantarkan kepada kebinasaan dunia dan akhirat.


Oleh: Feryal Ummu Dafina

POJOKOPINI.COMMereformasi pemikiran dan identitas Muslimah adalah target utama dalam rencana kolonial untuk menghancurkan dan mencegah pemerintah Islam, karena kekuatan-kekuatan Eropa mengakui bahwa di dalam masyarakat Islam, perempuan adalah pusat keluarga, jantung masyarakat, dan pendidik generasi masa depan. Oleh karena itu, menjerat hati dan pemikiran mereka menjadi penting dalam mengatur ulang mentalitas seluruh masyarakat Muslim. (Buku Mengkritik Feminisme, dr Nazreeen Nawas hal 37)

Wajar jika kaum muslimah menjadi target utama penjajah, mengingat peran strategis mereka di dalam keluarga dan masyarakat. Tidaklah berlebihan jika Islam memandang bahwasanya wanita adalah tiang negara. Sebab wanitalah penentu kualitas generasi ke depannya.

Munculnya fenomena wanita ASN yang poliandri menjadi salah satu keberhasilan penjajah menjauhkan kaum perempuan akan syariat dan nilai-nilai Islam, mereka bangga bisa bersaing dengan pria. Mereka beranggapan, jika pria boleh poligami, kita juga (wanita) bisa poliandri. Penyerangan mereka terhadap syari’at Allah dianggap wajar, tanpa mereka sadari bahwasanya hal itu bisa mengantarkan kepada kebinasaan dunia dan akhirat.

Lihatlah ketika perempuan melawan kodratnya, problem menimpa perempuan dan anak makin masif terjadi. Variasi persoalannya makin beragam dan tingkat kompleksitas penyelesaiannya makin berat. Negara tidak berdaya karena berpijak pada hukum yang salah.

Kebijakan negara yang membebek barat menjadikannya tidak memiliki supremasi hukum yang jelas. Hukum Allah yang bisa dijadikan solusi malah dicampakkan, bahkan penyerunya dikriminalisasi. Jadi wajar jika musibah terjadi tanpa henti.

Islam sebagai agama sempurna memiliki seperangkat aturan yang lengkap dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan hidup baik yang bersifat individu, keluarga, masyarakat maupun negara. Islam dengan kepemimpinannya dalam naungan khilafah berhasil menjadi negara adidaya dunia dan mampu bertahan hingga 13 abad.

Andai kaum muslimin berislam secara kaffah dan tidak mencukupkan diri hanya sebatas ibadah, dan khatam bacaan Qur’an saja niscaya kebangkitan Islam akan mudah terealisasi, seluruh persoalan hidup teratasi dan keberkahan hidup memancar dari langit dan bumi. Tidakkah kita rindu?[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *