Kontemplasi, Neuk..

Dari satu titik ke titik lain, kita bertemu banyak manusia beragam warna. Kita mengenal ruang dan waktu. Kita memahami naik turun kehidupan. Ada awan yang sementara menaungi panas terik, namun sesekali dingin menusuk itu berakhir karena matahari mengeluarkan taringnya.


Oleh: Cut Putri Cory (Ibu dari Dua Singa Allah)

POJOKOPINI.COM — Islam mengajari kita untuk menjadikan masa depan sebagai penentu arah dan langkah hari ini. Islam mengajari kita tentang kemutlakan ideologi Islam sebagai pemenang, kekuasaan Islam yang pasti akan menyebar luas menyapu bumi, dan tentang kepastian episode demi episode akhir dunia menuju kejadian-kejadian akhirat.

Kita semua diberi kabar tentang itu melalui Kalamullah dan Sunnah. Itulah yang membuat kita hari ini merancang peta hidup, agar kejadian di masa depan itu dapat kita sambut sebagai satu takdir indah.

Kita mulai mencari-cari idola, mengikuti dan meneladaninya, agar gerak dari realisasi rancangan yang ada mengarahkan kita kepada tujuan takdir yang indah. Sehingga idola itupun adalah representasi dari keberhasilan tujuan, mereka adalah yang telah memenangkan pertarungan ideologi. Dan kalian, anak-anakku, takkan mendapatkan itu kecuali merujuk Nabiyullah Muhammad dan para sahabatnya. Jangan keluar dari peta itu, sehingga meskipun raga kalian terpisah jarak, takdir indah itu akan mempertemukanmu kembali.

Dari satu titik ke titik lain, kita bertemu banyak manusia beragam warna. Kita mengenal ruang dan waktu. Kita memahami naik turun kehidupan. Ada awan yang sementara menaungi panas terik, namun sesekali dingin menusuk itu berakhir karena matahari mengeluarkan taringnya.

Pernah hujan mengguyur enggan berhenti meski kalor tubuh kecilmu memanas, namun itu kemudian meredup dan berubah menjadi tenang dan kesembuhan atas izin dan pertolongan Allah. Ada kalanya angin berhembus menakutkan, menggoncang pepohonan bahkan mencabut akar-akarnya dan menimpa manusia, namun angin itu pernah menggentarkan lutut musuh-musuh Islam dalam perang Khandaq. Jangan lupakan itu!

Kita banyak menjelajah, kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sampai hari ini, sudah entah berapa kali kita menapak ke tempat-tempat yang ditentukan Allah untuk kita. Dan dalam semua kejadian itu, tentu kita tetap bersama-sama. Kau tahu, inilah nikmat yang sempurna.

Ada banyak nikmat yang bisa kita syukuri, ketimbang kita memikirkan yang tak ada. Meski sering inginmu tak terpenuhi, tapi keridaanmu atas keadaan ini tak gratis, ini berbalas. Sabarmu berbalas, syurga, insya Allah. Jangan berlama-lama dalam kesedihan, ini menggerus rasa syukur dan melemahkan mental. Bersabarlah, Neuk. Ada kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.

Dari semua terang redup yang bergantian, kau pahamilah bahwa besok dia akan berulang. Ada lagi, terus begitu, untuk mengujimu. Adakah kau layak untuk syurga itu? Sehingga banyaklah dirimu mengambil hikmah dari setiap tempat yang kita tinggali. Banyaklah kontemplasi dari semua orang yang kau temui. Semakin luas kebijakanmu, semakin pekat kebajikanmu.[]

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *