LGBTQ Gerakan Ideologis Politis, tak Cukup Sekadar Boikot

LGBTQ Gerakan Ideologis Politis, tak Cukup Sekadar Boikot

Sehingga perjuangan untuk mengatasi problematika mendunia ini bukanlah sekadar memboikot produk, yang dilakukan haruslah mengganti sistem kapitalisme dengan satu sistem tandingan global yaitu Islam, inilah yang akan menyelesaikannya secara politis ideologis pula.


Oleh: Ummu Farhan

POJOKOPINI.COM — Gerakan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ+) agaknya besar kepala setelah mendapat dukungan salah satu perusahaan multi nasional Unilever. Meski dukungan itu menuai kecaman di dunia maya, bahkan membuat sahamnya anjlok, mereka tetap bergeming seolah menunjukkan bahwa ini kental nuansa ideologis.

Protes dan kecaman yang muncul kemudian tak luput dari seruan aksi memboikot produk Unilever, termasuk MUI. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak umat Islam yang sadar (dikomandoi MUI) untuk menolak dan bereaksi keras terhadap dukungan untuk kekejian LGBTQ. Kita patut apresiasi.

Membuat aksi boikot memang akan merugikan produsen pendukung kemaksiatan itu, tapi harus disadari bahwa tidak ada jaminan dukungan terhadap kebobrokan (LGBT) akan berhenti. Bukankah kejadian seperti ini berulang?

Hal yang sama kita perhatikan dengan aksi boikot produk Israel atau pendukungnya. Fakta ini di satu sisi menurunkan income perusahaan terkait, tapi jelas tak mampu menghentikan derita Muslim Palestina. Israel tetap menjajah bumi Palestina dengan keangkuhannya.

Dapat kita pahami bahwa LGBT merupakan gerakan politis ideologis yang terstruktur. Itu salah satu kesamaannya dengan penjajah Israel, mereka tak cukup kuat dibabathabis dengan memboikot produknya, mereka gerakan politis ideologis. Kita menyaksikan bagaimana PBB pasang badan melindungi gerakan ini atas nama HAM, pun didukung dengan realisasi programnya di berbagai belahan dunia, perjuangan mewujudkan dunia yang memuja hak asasi manusia di atas segala-galanya sebagai legitimasi atas perbuatan kaum LGBTQ.

Faktanya hal itu terjadi karena difasilitasi oleh sistem yang saat ini dipakai manusia untuk berkehidupan, kita tengah ada di era dominannya sistem kapitalisme sekuler. Sehingga perusahaan multinasional yg mendukung LGBT berpijak pada liberalisme yang diagungkan dan memberi lahan subur bagi bisnis mereka.

Liberalisme adalah ruh dari ideologi kapitalisme ini, sehingga menjadi wajar para kapitalis global berlayar mulus di atas ombak kapitalisme menghantam negeri-negeri Muslim dengan dalih membebaskan mereka dari kungkungan syariat. Termasuk mendukung ide LGBTQ sebagai buah dari kebebasan (liberalisme) dalam berperilaku yang menjadi salah satu asasnya.

Kita selayaknya memahami bahwa perlawanan terhadap LGBT harus dilakukan dengan upaya sistematis menghapus paham, sistem dan individu pengampu institusi/lembaga liberal yang bercokol mempertahankan eksistensinya. Kapitalis global pendukung LGBT adalah perusahaan-perusahaan penguasa hajat hidup publik yang memiliki kekuatan untuk mengontrol produksi, distribusi, bahkan konsumsi. Hampir sangat sulit untuk mematikan gerak atau berlepas diri dari ketergantungan terhadap berbagai produknya.

Sehingga perjuangan untuk mengatasi problematika mendunia ini bukanlah sekadar memboikot produk, yang dilakukan haruslah mengganti sistem kapitalisme dengan satu sistem tandingan global yaitu Islam, inilah yang akan menyelesaikannya secara politis ideologis pula. Terlebih lagi, dominannya ideologi Islam akan melahirkan individu-institusi/lembaga taat dan menebar rahmat.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *