Mahakarya untuk Peradaban Bangsa

Mahakarya untuk Peradaban Bangsa

Masih takutkah kita dengan khilafah? Apa yang terjadi pada Indonesia seandainya khilafah tegak? Dengan kondisi kita yang terpuruk saat ini, tidak menutup kemungkinan bahwa khilafah satu-satunya solusi untuk bumi dan khususnya Ibu Pertiwi.


Oleh: Wana Rukmana S.pd

POJOKOPINI.COM — Isu khilafah yang saat ini digencarkan sebagai pemecah NKRI membuat sebagian tokoh, cendikiawan, umat dan pakar sejarah menelisik serta mencari bukti-bukti sejauh apa dan bagaimana pengaruh khilafah bagi Bumi Pertiwi. Pencarian dan penelitian yang dilakukan dari Sabang sampai Merauke akhirnya didapat bukti-bukti dan peninggalan sejarah antara kesultanan Nusantara dengan khilafah khususnya khilafah turki utsmani yang kemudian dipersembahkan melalui sebuah film dokumenter yang bertajuk Jejak Khilafah di Nusantara.

Film ini pun mendapat apresisasi dari masyarakat, hal ini terbukti lebih dari 250 ribu tiket terjual belum termasuk bagi mereka yang mengadakan nonton bareng keluarga maupun sahabatnya. Di film ini tidak hanya bercerita tentang bagaimana hubungan khilafah dan nusantara tetapi dalam penggalan kisah selalu menyempatkan dan menampilkan benda-benda maupun arsip yang ditinggalkan dari hubungan tersebut. Film ini juga menjelaskan bagaimana kebesaran dan keagungan kesultanan Islam nusantara tidak lepas dari pengaruh khilafah.

Khilafah dan kesultanan nusantara memiliki hubungan yang sangat erat di berbagai bidang khususnya politik dan militer serta pengemban dakwahnya. Dalam bidang politik kesultanan nusantara mengakui bahwa pemimpin Turki Utsmani adalah khalifah Islam, khilafah menganggap masalah Nusantara yang dialami Nusantara merupakan masalah yang harus diselesaikan seperti masalah yang ada dinegerinya sendiri. Dari segi militer khilafah senantiasa membantu nusantara dalam memenuhi ketersediaan senjata, para ahli perang, kapal-kapal besar untuk melawan dan mengusir penjajah portugis dari Nusantara, memberikan rasa aman dan menjamin jamaah haji Nusantara yang akan berangkat ke Jeddah tanpa gangguan dari portugis.

Khilafah dengan jihad fisabillah mengajarkan kepada kesultanan Nusantara untuk tidak taat pada penjajah melainkan harus melawan dan mengusir penjajah. Hingga pada akhirnya ajaran Islam yang menjadi kunci para pejuang Muslim melawan dan mengusir penjajah. Dari segi pengemban dakwah Islam, Khalifah mengutus sembilan ulama untuk mendakwahkan Islam dalam beberapa periode, kesembilan ulama yang diutus khalifah kita kenal dengan istilah Wali Songo.

Masyarakat Indonesia tentunya sudah mengetahui bagaimana kejayaan dan kecemerlangan kesultanan-kesultanan Islam Nusantara, ternyata itu semua tidak lepas dari pengaruh dan eksistensi khilafah. Masih takutkah kita dengan khilafah? Apa yang terjadi pada Indonesia seandainya khilafah tegak? Dengan kondisi kita yang terpuruk saat ini, tidak menutup kemungkinan bahwa khilafah satu-satunya solusi untuk bumi dan khususnya Ibu Pertiwi. Maka dari itu seharusnya kita mendiskusikan khilafah terlebih dahulu bagaimana dan apa konsep yang diusungnya, ideologi apa yang diemban, aturan apa yang dipakai, sehingga mampu bertahan selama 13 abad.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *