Medsos-mu, Syurga atau Neraka-mu?

Medsos-mu, Syurga atau Neraka-mu?

Setiap perbuatan pasti akan membuahkan hasil. Entah itu berupa pahala atau malah dosa. Lalu bagaimana cara bermedsos yang tepat bagi kita, sebagai seorang Muslim? Bagaimana cara bermedsos yang membuahkan pahala dan bisa mengantarkan kita ke Syurga?


Oleh: Dini Al Mufakkiratul Jaddiah Al Ayyubi

POJOKOPINI.COM — Teknologi dari zaman ke zaman semakin menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Apalagi medsos yang sekarang merupakan suatu kegiatan yang digemari oleh banyak orang. Pengguna medsos bertambah untuk setiap harinya. Tidak jarang remaja zaman sekarang sudah memiliki akun pribadi didunia medsosnya.

Menggunakan medsos untuk suatu kebutuhan itu memang sangat menguntungkan kita, kita bisa berbisnis, berbagi kabar kepada orang yang jauh, dan lain lain. Selain itu juga sebagian besar medsos digunakan untuk mem-posting konten konten.

Para pengguna medsos sekarang pasti bisa menemukan banyak orang yang mem-posting berbagai macam konten, mulai dari konten yang positif hingga negatif.

Kita semua berharap agar konten yang sebaiknya diberikan kepada penonton adalah konten yang bisa bermanfaat bagi kita dan orang lain. Tapi sekarang malah sebaliknya, konten yang banyak tersebar adalah konten yang buruk dan sangat tidak mendidik. Seperti prank, challenge yang ada sisi negatifnya, pornografi, atau konten yang hanya sekedar pamer saja.

Mari kita ambil contoh, kita akan memposting suatu konten prank, kalian tahu? Bahwa dalam konteksnya saja ‘prank‘ adalah tindakan berpura pura untuk membohongi sasaran kita. Patokannya adalah mem-prank orang saja sudah dosa, bagaimana jika orang yang kita prank tidak ridha atas tindakan kita?

Kita mem-posting pasti dengan tujuan untuk bisa dilihat oleh orang banyak bukan? Nah, bayangkan jika postingan yang kita bagikan tadi menghasilkan penonton yang banyak, lalu banyak juga orang yang ikut-ikut dan melakukan tindakan yang sama, kita akan mendapatkan dosa jariyah dari atas apa yang dilakukan oleh penonton-penonton tersebut, double sins! wait! itu baru saja satu, bagaimana kalu beribu ribu penonton! no, its so terrible.

Patut kita garis bawahi bahwa sesuatu yang mubah jika dilakukan secara berlebihan bisa membuat kita lalai. Bahkan bisa menyeret kita pada pelanggaran syariat. Na’udzubillahi min dzaalika.

Sama juga dengan penggunaan medsos. Kembali ke diri kita sendiri. Medsos biasanya dimanfaatkan oleh orang kebanyakan untuk jalur berbisnis, membagikan suatu present, atau konten, dan berinteraksi dengan banyak orang disana. Namun beda halnya dengan orang atau malah kebanyakan remaja perusak zaman sekarang yang kerjaannya hanya mencari kesenangan semata. Na’udzubillah..

Setiap perbuatan pasti akan membuahkan hasil. Entah itu berupa pahala atau malah dosa. Lalu bagaimana cara bermedsos yang tepat bagi kita, sebagai seorang Muslim? Bagaimana cara bermedsos yang membuahkan pahala dan bisa mengantarkan kita ke Syurga?

Ada beberapa tips tips yang harus kita perhatikan apabila kita sedang menggunakan medsos.

  1. Niat kepada Allah SWT karena jika kita niat dari awal, kita akan berusaha menghindar dari apa apa saja yang buruk.
  2. Perhatikan postingan yang ingin kita posting, kita tahu bahwa postingan tersebut berbau hal yang positif, dan bermanfaat bagi penontonnya maupun bagi kita sendiri.
  3. Hanya ambil yang baik dan perhatikan juga etikanya.
  4. Yang selalu harus kita jaga adalah kritik atau komen, jangan sampai kita mengatakan hal yang buruk kepada orang melalui medsos. Kita tidak tahu apakah nantinya dia akan sakit hati sampai sampai tidak bisa memaafkan komentar pedas dari kita. yaps, itu dosa.
  5. Jangan budayakan menyebar hoax atau fitnah yang kebenarannya sendiri kita tidak tahu.
  6. Dan yang terakhir adalah tidak sampai lalai atas ibadah dan dzikir kepada Allah SWT.

Nah, kita yang notabenenya sebagai seorang Muslim masih mau membagikan postingan yang sia sia bahkan bisa menimbulkan dosa buat kita? Sure, it’s BIG NO! Sebaiknya jika kita menggunakan akun medsos kita untuk berdakwah, memposting hal hak yang berguna, seperti bakat kita, men-share konten-konten yang positif, dan tentunya masih banyak lagi.

Coba bayangkan, kalau kita mem-posting atau men-share misal tulisan berdakwah, lalu lewat postingan itu banyak yang termotivasi dengan tulisan kita tersebut. Lalu orang tersebut berupaya untuk hijrah. Kita akan mendapatkan pahala dan itu akan terus mengalir sampai kita mati.

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR.Muslim)

So, masih mau melakukan hal yang sia sia? Jadi mulai sekarang kita lebih memperhatikan setiap perbuatan kita ya gais, jangan sampai kita telalu sibuk dengan dunia medsos sedangkan dunia real, ibadah, dan zikir kepada Allah SWT sampai kita lupakan. Hwaiting![]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *