Memberatkan Rakyat Dengan Perbuatan Zhalim : Kezhaliman Akan Dibalas, Rezim Tiran Akan Tumbang

Memberatkan Rakyat Dengan Perbuatan Zhalim :
Kezhaliman Akan Dibalas, Rezim Tiran Akan Tumbang

Kapan Kezhaliman zaman ini hilang? Jika ada pengemban Islam yang shaleh dan bersabar yang terus berdakwah dan melawan kezhaliman rezim tiran siapapun mereka dengan lisan dan tulisan, sehingga Allah swt akan memenangkan Islam

Oleh : Maulana Jati

فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ
“Maka Kami hukumlah Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.” (QS Al-Qoshosh : 40)

Kezhaliman memiliki akhir dan limit-nya berupa hukuman yang Allah swt berikan kepada pelaku kezhaliman baik di dunia ini ataupun di akhirat nanti. Sering kali ending yang Allah swt berikan kepada pelaku zhalim datang tiba-tiba tidak disadari dan pelaku kezhaliman sedang asik dengan berbagai macam kezhalimannya.

Allah swt pasti akan membalas pelaku kezhaliman, walaupun kita terkadang melihat Allah swt memberikan waktu dan Allah swt seolah-olah membiarkan pelaku kezhaliman membabi buta dengan kezalimannya. Salah satunya, semakin massif kezhaliman yang dilakukan oleh pelaku zhalim, maka do’a orang-orang yang terzhalimi akan membuka pintu ijabah. Ketika sudah mencapai batasnya Allah swt akan menghukum pelaku kezhaliman dengan hina baik saat dia hidup atau setelah dia mati.

Kita lihat Firaun ditenggelamkan oleh Allah SWT di laut merah ketika dia sedang berada pada puncak kejayaan dan kezalimannya. Hal tersebut akibat dari apa yang dilakukan ketika dia berkuasa. Firaun telah memperbudak Bani Israil, mempersulit dan memberatkan mereka berpuluh-puluh tahun, membunuh bayi laki-laki mereka dan yang lebih parah dia mengaku sebagai tuhan yang maha tinggi.

Memang salah satu perbuatan zhalim yang dilakukan penguasa adalah mempersulit atau memberatkan rakyat yang dipimpinnya, sampai-sampai Rasulullah saw berdoa khusus atas mereka :

للَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ
“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. ” (HR Muslim).

Sekarang kita lihat bagaimana kehidupan ummat, dari segi ekonomi mereka morat-marit sudah berusaha keras namun seringnya sistemlah yang membuat mereka miskin dan dirasa tidak adil terhadap mereka. Sekarang ada 22 juta orang yang kelaparan artinya 90% dari 25 juta orang miskin di Indonesia. Beban hidup dimungkinkan akan semakin berat dari naiknya BPJS dan juga rencana kenaikan bbm dan listrik padahal sebelumnya sudah naik.

Apalagi ditambah situasi keadaan ekonomi sekarang yang sangat lesu, pertumbuhan ekonomi kurang dari 5%, daya beli masyarakat menurun, rupiah masih lemah, impor merajalela dan lain-lain.

Dari segi hukum, kita bisa lihat sendiri ada kriminalisasi dan kezhaliman terhadap ulama dan aktivis, tebang pilih dalam penegakan hukum, dan pendekatan terhadap pengkritik adalah pendekatan keamanan, bukan pendekatan dialog. Juga narasi radikal radikul yang terlalu diperbesar dan seolah-olah dibuat-buat untuk menutupi ketidakmampuan rezim, sehingga membuat kegaduhan tersendiri. Dan masalah lainnya.

Ya, inilah kondisi Indonesia kita saat ini. Apakah tidak akan berubah dan terus seperti ini? Jawabnya tergantung, jika masih menggunakan cara yang sama maka akan menghasilkan keadaan yang sama. JIka dilakukan lebih dari 100 kali cara yang sama maka akan menghasilkan keadaan yang sama lebih dari 100 kali.

Namun jika caranya berbeda maka akan menghasilkan keadaan yang berbeda. Cara yang sudah berhasil namun belum sempat dilaksanakan di Indonesia, yaitu menghilangkan kezhaliman dengan kembali kepada Islam secara kaaffah. Islam memang merupakan anti tesis dari kekufuran dan kezhaliman. Jika disana ada kezhaliman maka Islamlah yang akan menjadi lawan walupun Islam sedang lemah. Ini karena potensi Ideologi Islam yang akan selalu anti terhadap kezhaliman.

Ketika Nabi Musa as dan Agama Tauhidnya ada, maka otomatis akan melawan kezhaliman Firaun. Kemudian Allah swt memenangkan Nabi Musa as dan Agamanya serta melenyapkan kezhaliman dan rezim tirannya, walaupun Firaun memiliki kekayaan dan kekuasaan. Sejarah pasti akan terulang, Islam dan pengembannya akan mengalahkan kezhaliman dan pengikutnya.

Kapan Kezhaliman zaman ini hilang? Jika ada pengemban Islam yang shaleh dan bersabar yang terus berdakwah dan melawan kezhaliman rezim tiran siapapun mereka dengan lisan dan tulisan, sehingga Allah swt akan memenangkan Islam dan pengembannya dengan diawali Thalabun Nushrah dan penegakan Syariah kemudian melenyapkan kezhaliman dan pengikutnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *