Membungkam Arogansi Negara Penghina Nabi

Membungkam Arogansi Negara Penghina Nabi

Negara adidaya seperti inilah yang akan membungkam arogansi Prancis dan negara-negara kafir lainnya. Kelak, kekuasaan kaum muslimin akan kembali menjadi pemimpin dunia karena Allah SWT tidak akan pernah membiarkan orang-orang kafir terus menguasai kaum muslimin.


Oleh: Irma Sari Rahayu

POJOKOPINI.COM — Aksi boikot produk-produk keluaran Prancis masih berlangsung. Aksi ini sebagai bentuk kemarahan umat Islam atas pernyataan Presiden Prancis Emanuel Macrom yang tidak mempermasalahkan karikatur bergambar Nabi Muhammad Saw yang dibuat oleh majalah satire Charlie Hebdo karena dianggap sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.

Beberapa negara Arab di Timur Tengah menyuarakan aksi boikot produk Prancis, seperti Turki, Kuwait, Yordania, Pakistan, Mesir dan Iran (Tribunnews.com, 28/10/20).

Indonesia sendiri ikut ambil bagian dalam aksi ini. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menghimbau aksi boikot produk Prancis yang tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas dan Ketua Umum Muhyidin Junaidi (Detik.com, 4/11/20).

Aksi boikot produk Prancis yang dilakukan oleh kaum Muslim di dunia patut diapresiasi. Aksi ini menunjukkan masih ada rasa semangat dalam diri kaum muslimin dalam membela Nabi dan agamanya. Umat muslim di seluruh dunia tidak rela Nabi yang mereka cintai dilecehkan oleh kaum kafir. Namun, apakah aksi boikot ini mampu membungkam arogansi pemerintah Prancis dan menjamin kejadian serupa tak akan terulang lagi?

Mengutip pernyataan Andrew Kenningham, kepala ekonom Eropa di Capital Economics mengatakan, dampak yang ditimbulkan akibat aksi boikot terhadap ekonomi Prancis tidak terlalu besar, karena ekspor Prancis ke negara-negara pemboikot relatif kecil. Hal senada juga diungkap oleh Direktur Forecast Global di Economist Intelligence Unit, Agathe Demarais mengatakan bahwa boikot akan berlangsung singkat jika mengacu pada kondisi yang sama di tahun 2015 (CNBCIndonesia.com, 27/10/20).

Saat ini, kaum muslimin hendaknya menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh Prancis adalah wujud kebencian barat akan peradaban Islam. Kebencian negara-negara kafir atas Islam dan peradabannya telah terpendam lama. Barat sadar betul bahwa ghirah kaum muslimin akan tetap membara untuk membela agamanya.

Penggambaran karikatur Nabi Muhammad Saw oleh majalah satire Charlie Hebdo bukanlah kejadian pertama. Kasus ini hanyalah sebuah aksi test of the water negara barat untuk menguji reaksi kaum muslimin. Namun di lain sisi, Prancis tetap memasarkan produk ideologi kebebasan yang tanpa sadar justru diadopsi oleh negeri-negeri kaum muslimin. 

Dari sini seyogyanya kaum muslimin memiliki kesadaran penuh, bahwa aksi boikot terhadap produk komoditi buatan Prancis tidak akan mampu membungkam arogansi ideologi kebebasan yang berasal darinya. Ideologi yang diagung-agungkan masyarakat Prancis juga dunia. Tak terkecuali negara-negara mayoritas Muslim. Terbukti, Prancis tak gentar menghadapi gelombang boikot yang ditujukan kepada negaranya.

Satu-satunya yang dapat membuat Prancis dan pemerintahnya gemetar ketakutan adalah sebuah negara adidaya yang memiliki kekuatan dan kekuasaan mendunia  di bawah kepemimpinan Khalifah yang ditakuti musuh. Hal ini pernah terjadi di masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II, di masa kekhilafahan Utsmani. Sultan marah dan mengancam negara Prancis yang saat itu akan menggelar teater dengan menampilkan sosok Nabi Muhammad Saw. Atas ancaman Sultan Hamid, Prancis pun urung menyelenggarakan acara tersebut. 

Negara adidaya seperti inilah yang akan membungkam arogansi Prancis dan negara-negara kafir lainnya. Kelak, kekuasaan kaum muslimin akan kembali menjadi pemimpin dunia karena Allah SWT tidak akan pernah membiarkan orang-orang kafir terus menguasai kaum muslimin. Allah SWT berfirman: “Dan sekali-kali Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang mukmin.” (QS. Al-Nisâ’ [4]: 141).[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *