Memimpikan Anak yang Shalih

Memimpikan Anak yang Shalih

Saat ini banyak orang tua yang mengambil jalan mudah dengan mengirimkan anak-anak mereka ke asrama untuk dididik oleh guru dan ustadz yang hebat. Tapi mereka abai tanpa melayakkan diri menjadi sebaik-baik teladan. Bagaimana mungkin orang tua yang tidak shalih akan mendapatkan anak yang shalih?


Oleh: Ummu Nasywan (Dosen dan Pemerhati Masalah Sosial Masyarakat)

POJOKOPINI.COM — Setiap pasangan yang telah menikah pasti mendambakan kehadiran buah hati yang akan menambah semarak kehidupan rumah tangga mereka. Rasa syukur pun kerap diwujudkan dengan membuat tasyakur dan penyembelihan hewan kurban sebagai wujud mengikuti sunah Rasulullah . Namun, orang tua sering lupa bagaimana seharusnya menjaga rasa syukur tersebut setelahnya. Tidak terasa anak-anak telah meranjak dewasa. Waktu pun berjalan seakan tidak terasa, bulan telah pula berganti tahun. Anak-anak yang lembut telah berubah menjadi keras. Ternyata selama ini barulah mereka sadar, bahwa mereka tidak betul-betul menjadi orang tua, tetapi kebetulan menjadi orang tua.

Betapa banyak orang tua yang berangan-angan anaknya kembali kecil. Sebab, tawa dan bahagia hanya diperoleh ketika anak-anak mereka masih kecil. Anak-anak yang belum menciptakan masalah serius di dalam kehidupan. Anak-anak yang salahnya masih dapat dimaklumi. Hingga akhirnya, kesalahannya bertambah seiring umur yang berjalan.

Kata maklum sudah tidak bisa lagi digunakan. Tetapi, memperbaikinya juga sudah terlambat. Pokok kayu yang keras dan bengkok akan patah bila diluruskan dengan paksa. Begitulah, istilah untuk mendidik anak-anak bila dimulai setelah mereka dewasa. “Budak pun telah melahirkan tuannya,” sabda Rasulullah ﷺ telah sampai pada masa sekarang. Dimana orang tua selalu mengalah dan tunduk dengan kemauan anaknya. Orang tua telah kehilangan kuasa atas diri buah hatinya. Menahan derita batin atas segala peringai anak-anaknya. Tetapi, masa tidak mungkin dapat diulang kembali.

Penyesalan selalu datang di akhir. Impian akan anak-anak sebagai penyejuk hati telah tertelan dengan pahit. Sebab, semua karena kelalaian dan kesalahan diri sendiri. Berharap pada materi, seakan mampu menyelesaikan segala permasalahan kehidupan. Orang tua sibuk menumpuk harta untuk bekal anak-anaknya bila ia telah tiada. Begitulah ideologi kapitalisme telah menyerang seluruh keluarga termasuk keluarga kaum muslimin. Hal ini yang menjadi sebab mereka lupa bahwa tugasnya sebagai orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga pendidikan dan teladan langsung dari orang tuanya.

Saat ini banyak orang tua yang mengambil jalan mudah dengan mengirimkan anak-anak mereka ke asrama untuk dididik oleh guru dan ustadz yang hebat. Tapi mereka abai tanpa melayakkan diri menjadi sebaik-baik teladan. Bagaimana mungkin orang tua yang tidak shalih akan mendapatkan anak yang shalih?

Meski berlumur kata dan doa yang dipanjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidaklah mungkin kesungguhan sama dengan berleha-leha. Sebab, para ulama hanya lahir dari orang tua yang bersungguh-sungguh dalam melayakan diri. Secara sederhana disampaikan oleh Ihsan Baihaqi dalam judul bukunya “Yuk, jadi orang tua shalih sebelum meminta anak shalih” adalah benar adanya. Sebab, pepatah pun mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonnya“. Sifat dan karakter anak adalah cerminan kepribadian orang tuanya. Maka, sudah sepatutnya orang tua yang memimpikan anak-anak yang shalih telah lebih dulu melangkah menjadi orang yang shalih. Wallahu a’lam.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *