Meneladani Sikap Raja Habasyah

Meneladani Sikap Raja Habasyah

Apa yang dilakukan oleh seorang Raja Najasyi seharusnya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh pemimpin di seluruh dunia, khususnya pemimpin negeri-negeri kaum muslimin.


Oleh: Widya Soviana, ST. M.Si (Dosen Fakultas Teknik Unmuha)

POJOKOPINI.COM — Ada sebuah kisah tentang seorang Raja Najasyi Ash-Hamah dari negeri Habasyah (Ethiopia) yang layak untuk diceritakan kembali. Raja Najasyi adalah seorang raja yang bijaksana dan adil dalam berkuasa. Raja Najasyi adalah raja yang membuka kedua tangannya untuk menerima kaum Muslimin yang hijrah ke negerinya. Peristiwa tersebut bermula ketika kaum musyrikin Kota Mekkah semakin keras mengintimidasi orang-orang yang memeluk Islam pada masa awal-awal kenabian. Berbagai bentuk penyiksaan, propaganda dan pemboikotan begitu masif dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap umat Islam saat itu.

Bertolak dari kisah Raja Habasyah, saat ini kita dihadapi dengan temuan hanyutnya kapal yang dipenuhi dengan orang-orang etnis Rohingya di wilayah perairan Aceh. Pada hari Rabu, 24 Juni 2020 sebuah kapal terombang-ambing di tengah lautan karena mengalami kerusakan mesin. Kapal yang di dalamnya dipenuhi oleh penumpang termasuk anak-anak dan para wanita telah mengalami kelaparan dan dehidrasi.

Masyarakat pesisir Aceh Utara dan nelayan setempat terdorong untuk menolong dan berupaya agar kapal tersebut dapat ditarik ke daratan. Bahkan seorang warga di sebuah video yang beredar sempat berujar, “Sekiranya tidak ada bantuan oleh pemerintah, maka kami akan bahu membahu menyediakan makanan untuk mereka (Rohingya)”.

Cerita tentang hanyutnya kapal yang dipenuhi dengan orang-orang Rohingya di wilayah perairan Aceh bukanlah yang pertama. Sudah ada berkali-kali kapal yang ditumpangi penuh oleh Muslim Rohingya terdampar dan ditolong oleh nelayan Aceh.

Pada Bulan April 2018, nelayan di Aceh Timur juga pernah menarik kapal yang tampak terombang-ambing berhari-hari di lautan. Dampak konflik yang muncul di Myanmar dan berujung pada tindakan kekerasan yang harus diterima oleh etnis Rohingya menjadi sebab mengungsinya orang-orang Rohingya dari tempat tinggalnya.

Sebagai manusia, kita pasti memiliki naluri kasih sayang. Dan sebagai seorang Muslim menolong orang yang menderita adalah kewajiban dan mengerjakannya akan mendapatkan ganjaran yang besar di sisi Allah Subhna wa Ta’ala. Membantu orang-orang yang mengharapkan suaka adalah sebuah kewajiban yang seharusnya ditunaikan, sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk menolak dan mengusir para pencari suaka tersebut.

Terlebih lagi, etnis Rohingya merupakan umat Islam yang mana adalah saudara dari umat Islam lainnya di seluruh dunia. Rasulullah Sahalallahu’alai wa Salam bersabda “Perumpamaan kaum muslimin menyayangi saudaranya ibarat satu tubuh, bila salah satu anggota tubuhnya sakit maka anggota tubuh yang lainnya akan merasakannya” ( HR. Bukhari dan Muslim).

Keteladanan Raja Najasyi untuk menolong orang-orang yang terzalimi merupakan bentuk ketaqwaan dalam mengamalkan ajaran agamanya. Sehingga, perlindungan yang diberikan olehnya telah menyelamatkan kaum muslimin dari ancaman dan tekanan kafir Quraisy terhadap keselamatan akidah dan diri mereka.

Apa yang dilakukan oleh seorang Raja Najasyi seharusnya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh pemimpin di seluruh dunia, khususnya pemimpin negeri-negeri kaum muslimin.

Terlebih saat ini, tidak hanya Muslim Rohingya yang mengalami penderitaan dalam kehidupannya. Ada banyak Muslim dunia yang mengalami penderitaan serupa, seperti Muslim Uighur, Muslim Suriah dan Muslim Palestina.

Gejolak yang terjadi di negeri-negeri kaum muslimin hingga hari ini tidak kunjung selesai. Darah dan air mata umat Islam belum juga kering. Maka, sudah sepatutnya pemimpin-pemimpin negeri kaum muslimin mampu meneladani sikap Raja Habasyah dalam menolong dan memberi suaka kepada orang-orang yang memerlukannya.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *