Menyambut Bisyarah Rasulullah untuk Menaklukkan Roma

Menyambut Bisyarah Rasulullah untuk Menaklukkan Roma

By : Cut Zhiya Kelana, S.Kom

WWW.POJOKOPINI.COM — 825 Tahun yang lalu sejak kontantinopel berhasil ditaklukkan oleh seorang khalifah sekaligus panglima besar Muhammad Al-Fatih yang termotivasi oleh bisyarah Rasulullah, tepatnya pada Kamis, 26 Rabiul Awal 857 H/ 6 April 1453 M. Menjadi saksi perjuangannya yang luar biasa. Untuk itu harusnya ini juga yang menjadi motivasi bagi para pemuda Islam tentunya untuk bisa mewujudkan bisyarah kedua setelah Kontantinopel yaitu Roma. Namun sebelumnya perlu kita ketahui bahwa perjuangan untuk menyambut bisyarah ini bukanlah hal yang mudah.

Disaat dunia tanpa khilafah tentunya hal ini semakin mustahil untuk diwujudkan, maka untuk itu dibutuhkan perjuangan untuk mengembalikan Islam ke pangkuan kaum muslimin dulu yaitu tegaknya Khilafah ala minhaj nubuwah yang telah dijanjikan. Maka kemenangan selanjutnya adalah menaklukkan Roma. Roma pusat peradaban romawi yang pernah ingin ditaklukkan oleh Muhammad Al-Fatih juga namun akhirnya Allah belum berkehendak.

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, Saat kami dengan menulis di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma? Maka, Rasulullah SAW menjawab, Kota Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel. (HR Ahmad)

Dalam sebuah kesempatan yang lain, Rasulullah bersabda, Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Sebaik-baik amir (khalifah) adalah amir (khalifah) yang memimpin penaklukkannya dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkannya.” (HR Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim).
Dalam dua hadis di atas, Rasulullah SAW telah memprediksi bahwa umat Islam akan merebut Kota Konstantinopel. Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Hadith Al-Nabawi, Konstantinopel adalah ibu kota Kerajaan Bizantium (Romawi Timur). Kota itu dibangun oleh Kaisar Konstantin yang Agung,” ungkap Dr Syauqi. (Republika.co.id)

Dari hadist inilah kemudian para sahabat menyakini bahwa Konstantinopel pasti akan jatuh ketangan kaum muslimin bagaimanapun caranya. Motivasi dari Rasulullah ini juga yang membuat para sahabat berlomba-lomba untuk memenuhinya. Dari masa Umawiyyah di pimpin oleh Muawiyah bin Abu Sufyan (668-669 M) diteruskan oleh anaknya Yazid bin Muawiyah, bahkan salah seorang sahabat Rasul pun ikut gugur yaitu abu ayyub Al-Ashari. Pada masa Abbasiyyah di pimpin oleh Khalifah Al-Mahdi (163 H/779 M) diteruskan oleh puteranya Harun Ar-Rasyid (166 H/782 M) dengan 90.000 personil. Ketika kota Baghdad Runtuh yaitu pada masa Abbasiyyah, Asia Timur yaitu kerajaan kecil Bani Saljuk dipimpin oleh Alip Arselan sampai kemudian generasi Daulah Turki Utsmaniyyah yang dipimpin oleh Sultan Bayazid I (795-803 H/1393-1401 M), dilanjutkan oleh Sultan Murad II (1422 M). dan setelah semua kegagalan itu akhirnya Allah memberikan kemenangan melalui tangan Sultan Muhammad Al-Fatih dengan 250.000 personil.

Sejarah mencatat bagaimana gigihnya perjuangan seorang khalifah ke -7 Utsmani bernama Muhammad Al-Fatih untuk menaklukkan Konstantinopel. Ia adalah pemuda yang kelahirannya di nantikan sang ayah dengan melantunkan surat Al-Fath (kemenangan). Dan dibawah didikan sang guru Syaikh Aq-Syamsyuddin yang merupakan keturunan langsung dari Abu Bakar Ash-Shidiq, Mehmed biasa mereka memanggilnya seperti itu mendapatkan banyak sekali pelajaran. Mampu menghafal Al-Qur’an sejak berumur 8 tahun, menguasai 6 bahasa, hadist, fikih, sejarah, matematika dan ilmu perang.

Dan tak lupa sang guru terus mengulang-ulang hadist yang sama setiap harinya takkala rasa lelah mendera ataupun rasa jumud datang menerpa. Maka hadist inilah yang menjadi motivasi sang guru agar ia mampu untuk segera bangkit lagi dari semua rasa itu. Dan bahwa ia akan menjadi khalifah yang membuka jalan menuju Konstantinopel.

Dalam sebuah kesempatan yang lain, Rasulullah bersabda, Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Sebaik-baik amir (khalifah) adalah amir (khalifah) yang memimpin penaklukkannya dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkannya.” (HR Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim).

Tertuang dalam tinta sejarah peradaban Islam yang sungguh luar biasa. Bagaimana dengan tegasnya ia mampu memimpin pasukan yang jumlahnya 250.000 personil dengan ketakwaan diatas rata-rata. Bahwa memilih pasukan pun ada syaratnya bukan hanya Islam dan Baligh, namun yang kedekatannya pada Allah tak diragukan lagi. Amalan wajibnya sempurna dan berpadu dengan amalan sunnahnya, bahkan sehari sebelum menyerang Konstantinopel sang Sultan memerintahkan para prajuritnya untuk berpuasa, agar kemudian Allah senantiasa menolong mereka dan menjaga agar tetap istiqomah dalam perjuangan mulia ini.

Konstantinopel adalah sebuah benteng kokoh dengan tiga lapis tembok yang tidak mudah dijangkau. Sementara daratannya dijaga dengan benteng yang kokoh terbentang dari alut Marmara sampai ke Tanduk Emas. Dari segi kekuatan militer, kota ini terhitung sebagai kota paling aman dan terlindungi, karena didalamnya ada pagar-pagar yang tinggi menjulang, menara pengintai yang kokoh serta ditambah serdadu Bizantium disetiap penjuru kota. Maka wajar jika wilayah itu sangat sulit untuk bisa ditaklukkan.

Setelah hampir dua bulan melakukan pengepungan dan serangan, yaitu dari 26 Rabi’ul Awal hingga 19 Jumadil Ula 857 H (6 April – 28 Mei 1453 M), dengan mengerahkan berbagai strategi termasuk memindahkan kapal-kapal melalui bukit Galata, membuat terowongan dan membuat benteng bergerak dari kayu, akhirnya pada 20 jumadil Ula 857 M (29 Mei 1453 M) Konstantinopel berhasil dibebaskan oleh pasukan Islam. (lihat : Ali Muhammad Ash-Shalabi, Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah : ‘Awamilu An-Nuhudh wa Asbab As-Suquth, hlm. 87-107)

Komentar syaikh Al-Albani ketika megomentari hadist diatas, ia menulis :
“penaklukkan pertama (Konstantinopel) telah berhasil direalisasikan melalui tangan Muhammad Al-Fatih Al-Utsmani. Seperti yang telah diketahui, penaklukkan itu terealisasi setelah lebih dari 800 tahun sejak Bisyarah itu disampaikan oleh Rasulullah saw. Dan pembebasan kedua (yaitu penaklukkan kota Roma) dengan seizin allah juga pasti akan teralisasi. Sungguh, beritanya akan kita ketahui di kemudian hari. Tidak diragukan juga bahwa realisasi pembebasan kedua itu menuntut kembalinya Khilafah Rasyidah yang kedua di tengah-tengah umat muslim” (Silsilah Al-Ahadist Ash-Shahihah, jld, 1, hlm. 33, no.hadist. 1329)

Inilah rahasia kaum muslim, yang mungkin bagi sebagian orang dianggap hanyalah utopis atau hayalan. Bagi kami ini bukanlah hanyalan namun sebuah harapan dimana sang motivator itu Rasullullah sendiri yang menyampaikan Bisyarah ini dengan lisan mulianya. Sungguh Rasullullah tak pernah berbohong, dan Allah akan selalu menepati janjinya bahwa kaum muslimin pasti akan menang. Selanjutnya Kota Roma masih menanti kita, mari kita taklukkan wahai pemuda.

567 Tahun hingga saat ini Roma masih berdiri kokoh, lalu siapa yang akan menjadi pemimpin dan pasukan terbaik nantinya? Masih Allah beri kesempatan bagi para pemuda untuk berlomba dan melayakkan diri menjadi salah satu dari bisyarah selanjutnya. Ayo pemuda bangkit, bergerak, bersama kita taklukkan Roma.[]

Tanggung jawab tulisan kiriman ini sepenuhnya ada pada penulis. Pojokopini.com merupakan media yang terbuka atas segala pendapat kritis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *