Menyertakan Muraqabatullah dalam Mendidik Anak

Faedah muraqabatullah adalah mampu membuat diri mengendalikan emosi.


Oleh: Dien Kamilatunnisa

POJOKOPINI.COM — Upaya mendidik anak tidak bisa dipisahkan dengan aturan Islam. Karena Islam adalah agama yang sangat komprehensif dalam memberikan panduan hidup baik itu aturan mengenai hubungan individu dengan Allah, antar individu bahkan pada cakupan berbangsa dan bernegara. Itulah mulianya Islam.

Panduan Allah SWT pun mencakup dalam upaya orangtua mendidik anak. Hal ini bisa  terlihat dari aturan yaitu hendaknya orangtua merasa selalu diawasi oleh Allah. Hal ini lazim disebut dengan muraqabatullah. Muraqabatullah akan mendorong sikap orangtua agar sesuai dengan aturan Islam. Bahkan faedah muraqabatullah adalah mampu membuat diri mengendalikan emosi.

Mendidik anak sangat menguras emosi tentunya jika tanpa ilmu dan iman. Mendidik anak membuat orangtua menjadi pembelajar abadi selama hayatnya. Dia butuh bergerak terus agar mampu menyesuaikan ikhtiarnya dengan aturan Allah karena dia selalu merasa diawasi oleh Allah.

Membahas muraqabatullah tidak bisa dilepaskan dengan pembahasan ihsanul amal. Oleh karena itu, mendidik anak harus diawali dengan meluruskan niat dan dengan cara yang benar. Kita tidak boleh langsung fokus mencari berbagai tips parenting tapi kosong dari membangun pondasi mendidik anak.

Tips-tips parenting yang beredar saat ini baru bisa kita ambil jika kita telah memahami mana tsaqafah Islam dan mana yang bukan. Jika tidak, alih-alih mendidik anak sesuai syariat-Nya, malah pilihan yang kita ambil menjauhkan diri dari Allah. Keberkahan pun tidak kita dapat. Kosong dari rasa muraqabatullah, mendidik anak pun kehilangan makna dan jauh dari hakikat. Hakikat mendidik anak untuk meraih ridha Allah dan membentuk generasi cemerlang untuk menyambut peradaban Islam. Dan Allâh Maha mengawasi segala sesuatu. (Al-Ahzâb/33:52) Wallahu a’lam.[]

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.pojokopini.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *