Merumuskan Kembali Tujuan Hidup dan Tujuan Pendidikan

Merumuskan Kembali Tujuan Hidup dan Tujuan Pendidikan

…. padahal itu adalah sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan.


Oleh: Sipta Tristiana

POJOKOPINI.COM — Karena Corona anak-anak tidak dapat berangkat sekolah, tapi bukan berarti tidak belajar. Proses pendidikan jarak jauh yang selama pandemi ini di laksanakan mendapat banyak sorotan , memerlukan biaya paket internet, keluhan para orangtua tentang mata pelajaran dll. Selama wabah ini, satu demi satu membukakan mata dan pikiran kita bahwa selama ini banyak yang harus diperbaiki dalam proses belajar mengajar dan tujuan pendidikan, kurikulum sampai masalah teknis pembelajarannya.


Di sisi lain muncul wacana ‘perjodohan massal’ antara pihak Kampus dan industri dilakukan hingga tahap kontrak rekrutmen mahasiswa di perusahaan, terkait peluang usaha. Padahal penguasa memiliki sejumlah peran yakni sebagai pendukung, regulator, dan katalis. Meski demikian, pemerintah tidak bisa memaksa pihak Kampus dan industri untuk saling bermitra lewat regulasi, melainkan dengan berbagai macam insentif untuk berinvestasi di bidang pendidikan, misalnya lewat penelitian (Antaranews.com, 27/5/2020).

Agaknya jelas sudah bahwa output pendidikan tingkat menengah/tinggi adalah mendapatkan pekerjaan, kemudian memperoleh penghasilan, standar keberhasilan pendidikan adalah ketika berhasil memperoleh pekerjaan bergaji besar atau berhasil menciptakan pekerjaan sendiri dengan penghasilan tinggi.

Mengapa demikian? Karena sudah menjadi pemahaman bahwa tujuan hidup adalah kesejahteraan dalam artian terpenuhinya segala kebutuhan materi dan kesenangan hidup. Memang benar manusia perlu bekerja untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi keperluan hidup keluarga tetapi Ingat pepatah Bekerja Untuk Hidup Bukan Hidup Untuk Bekerja. Pemahaman ini akan mengembalikan kita pada apa tujuan sebenarnya dari pendidikan dan tujuan hidup manusia itu sendiri.

Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang berkesadaran dan bertujuan, Allah telah menyusun landasan pendidikan yang jelas bagi seluruh manusia melalui syariat Islam. Allah menciptakan alam semesta ini dengan tujuan yang jelas.

Dia menciptakan manusia dengan tujuan untuk menjadi khalifah di muka bumi melalui ketaatan kepada-Nya. Untuk mewujudkan tujuan itu, Allah memberikan hidayah serta berbagai fasilitas alam semesta kepada manusia. Jika tugas manusia dalam kehidupan ini demikian penting, pendidikan harus memiliki tujuan yang sama dengan tujuan penciptaan manusia.

Bagaimanapun pendidikan Islam sarat dengan pengembangan nalar dan penataan perilaku serta emosi manusia dengan landasan agama. Dengan demikian tujuan pendidikan Islam adalah merealisasikan penghambaan kepada Allah dalam kehidupan manusia, baik secara individual maupun secara sosial.

Realisasi tujuan pendidikan melalui ibadah tidak diartikan sebagai upaya manusia yang hanya berfokus pada aspek ritual saja seperti shalat, membaca al-Qur`an dan lain-lain. Untuk menyempurnakannya ibadah dimaknai sebagai ketaatan yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

Namun demikian sistem pendidikan Islam saat ini banyak ditinggalkan oleh umat manusia, karena beranggapan pendidikan Islam tidak menyentuh seluruh aspek kehidupan, sehingga sistem yang digunakan lebih berorientasi pada sistem pendidikan yang berasal dari dunia barat, padahal itu adalah sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan.[]

Picture source by http://insidehighered.com

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *