Moderasi Islam, Penyimpangan dari Ajaran Islam

Moderasi Islam, Penyimpangan dari Ajaran Islam

indikasi moderasi Islam yang segaris dengan keinginan para kapitalis global. Mengingat program moderasi Islam merupakan program impor dari Amerika yang membelah-belah umat Islam menjadi kelompok-kelompok moderat dan radikal.

Oleh: Nusaibah Ummu Imarah

WWW.POJOKOPINI.COM — Khilafah dan jihad awalnya hendak dihilangkan dari benak umat Islam melalui penghapusan konten dalam pendidikan di negeri ini, lalu setelah mendapat banyak respons negatif dari berbagai pihak hal itu urung dilakukan. Namun dialihkan ke memindahkan dari ruang lingkup fikih ke sekadar pelajaran sejarah.

Pemindahan pembahasan Khilafah dan jihad dalam konteks fikih ke sejarah bukan persoalan sepele, ini berimplikasi pada pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam. Jika fikih membahas urgensi syariat yang menjadikan generasi memahami Islam secara utuh dan mampu menghadirkan Islam sebagai problem solver, pun di dalam pembahasan fikih jihad terdapat kemurnian ajaran Islam yang lebih mendalam tentang bagaimana jihad itu sebenarnya. Sehingga kita dapat memahami Khilafah dan jihad secara utuh, hal ini akan menguatkan akidah umat Islam sekaligus merupakan klarifikasi kepada orang-orang yang terpapar islamofobia bahwa Islam tak seburuk yang diberitakan media sekuler.

Pemindahan pembahasan Khilafah dan jihad hanya dalam konteks sejarah hanya akan dimaknai sebagai cerita lalu yang hampir-hampir dilupakan. Hak ini justru menghilangkan esensi kemurnian ajaran Islam. Belum lagi, wacana ini ternyata ditunggangi isu lain yang juga absurd, yaitu Khilafah dan jihad akan dimaknai ulang dengan perspektif yang disebut lebih “produktif dan kontekstual”.

Dalih Kemenag bahwa pembahasan khilafah dan jihad tidak dihapus tapi diperbarui agar lebih konstruktif dan produktif adalah tuduhan jahat bahwa ajaran Islam yang dipahami apa adanya (sesuai pemahaman kitab mu’tabar) bersifat destruktif dan kontraproduktif. Pun ini merupakan indikasi moderasi Islam yang segaris dengan keinginan para kapitalis global. Mengingat program moderasi Islam merupakan program impor dari Amerika yang membelah-belah umat Islam menjadi kelompok-kelompok moderat dan radikal.

Jadi hari ini, jika ada yang tak setuju dengan wacana yang digulirkan itu sangat mungkin dilabel radikal karena tak setuju moderasi Islam atau Islam moderat. Selain itu, memberi makna baru pada ajaran Islam tentang Khilafah dan jihad yang sejalan moderasi berarti menghadirkan makna ajaran Islam tanpa landasan kitab mu’tabar. Inilah ciri rezim sekuler liberal yang mengarahkan umat pada ajaran menyesatkan.

Tak berlebihan agaknya jika dikatakan bahwa program moderasi Islam adalah proses pembingkaian baru yang dengan kata lain merupakan “program cuci otak” versi rezim radikalis sekuler yang anti Islam. Hal itu tentu merupakan penguat fakta yang menunjukkan betapa nyata upaya penyesatan umat terhadap ajaran Islam. Khilafah adalah rumah bagi syariat Islam kaffah yang masyhur dalam kitab-kitab ulama, sedangkan jihad adalah bagian dari syariat yang juga “babak belur” dicitranegatifkan sebagai monster menakutkan.

Seluruh elemen umat Islam harus bangkit dan melakukan konstruksi terhadap realitas yang hari ini menyudutkan Islam. Skenario penghapusan Khilafah dan jihad tak boleh berlalu sekadar untuk dipahami sebagai makar untuk menghancurkan Islam, tapi juga harus dibarengi dengan perjuangan politik mewujudkan pemahaman utuh tentang Khilafah dan jihad yang sebenarnya. Bahwasanya keduanya merupakan rahmat, bukan ancaman sehingga tak perlu ditakuti.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *