Narkoba Marak Saat Wabah

Narkoba Marak Saat Wabah

Narkoba dan sejenisnya sebagai zat yang haram, maka siapa saja yang mengkonsumsi, mengedarkan dan memproduksinya berarti telah melakukan jarîmah (tindakan kriminal) yang termasuk sanksi ta’zir. Pelakunya layak dijatuhi sanksi dimana bentuk, jenis dan kadar sanksi itu diserahkan kepada ijtihad Khalifah atau Qadhi, bisa sanksi diekspos, penjara, denda, jilid bahkan sampai hukuman mati dengan melihat tingkat kejahatan dan bahayanya bagi masyarakat.


Oleh: Ummu Fatih

POJOKOPINI.COM — Musibah pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia juga negeri ini telah menyita seluruh perhatian. Betapa tidak, pandemi Covid-19 ini membawa dampak yg serius baik di bidang ekonomi juga pelayanan kesehatan yang mengancam jiwa dan keselamatan publik. Di sisi lain ada satu hal yang tidak boleh terlupakan, yaitu adanya ancaman dan bahaya peredaran narkoba yang makin masif dan marak, justru terjadi pada situasi pandemi covid -19. Sebelum pandemi saja jumlah kasus nya sudah sangat mengkhawatirkan.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana mengungkapkan adanya kenaikan jumlah tindak pidana narkoba selama terjadinya pandemi COVID-19. “Jadi kalau kita bandingkan sebelum dan saat pandemi. Sebelum (pandemi) pun tinggi, tapi saat pandemi faktanya lebih tinggi,” kata Irjen Nana di Mako Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2020). Meski belum membeberkan data maupun persentase peningkatan tindak pidana terkait narkoba di masa pandemi, Nana mengatakan jajaran penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan jajaran Polres di wilayah hukumnya mencatat adanya kenaikan jumlah penyalahgunaan narkoba di masa pandemi. (m.jpnn.com, Sabtu, 12/06/2020)

Saat ini, narkoba betul-betul telah menjadi kejahatan yang mengerikan. Pasalnya, setiap tahun kasus narkoba semakin meningkat dan bahkan telah mengancam segala usia tak terkecuali anak-anak. Bagaimana nasib bangsa ini ketika masyarakat, khususnya generasi penerusnya telah dikepung narkoba yang notabene akan membuat rusaknya akal dan mental penggunanya?.

Sumber Masalah

Sebagai seorang Muslim, tentu harus menyadari bahwa kita adalah bagian dari umat yang ikut bertanggungjawab atas persoalan umat. Termasuk persoalan narkoba. Menyaksikan fakta yang memiris hati tersebut, tentu harus ada upaya dari kita untuk memberantasnya. Jika kita melihat realita tersebut, jelas solusinya tidak cukup dengan dilakukannya penyuluhan, pembinaan, dan upaya rehabilitasi saja. Karena persoalan narkoba ini adalah problem sistemik. Problem yang muncul karena hasil dari penerapan sistem Kapitalis- Liberal. Ketika kehidupan dunia sudah tidak diatur dengan syari’ah Allah, maka hal ini mengakibatkan banyak yang kehilangan arah dan tujuan hidup, lupa akan hari akhir dan kedahsyatannya, lupa bahwa kehidupan ini adalah tempat beramal untuk akhirat. Akibatnya suburlah pandangan yg menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup (hedonisme) dan serba boleh (permisif). 

Di sisi lain sanksi hukum yang di jatuhkan terlalu lunak. Seperti yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, barang siapa yang terlibat dalam tindak pidana narkoba terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 8 miliar. Ternyata hukum yang ada tidak memberi efek jera dan tidak ampuh untuk mengatasi kasus narkoba yang makin mewabah. Bandar dan pengedar narkoba yang sudah dihukum juga berpeluang mendapatkan pengurangan masa tahanan. Parahnya lagi, mereka tetap bisa mengontrol penyebaran narkoba dari dalam penjara.

Kejahatan narkoba ini hanyalah salah satu masalah yang membelit bangsa ini selain carut-marutnya masalah politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Maka jika ingin mengentaskan narkoba secara tuntas, penyelesaiannya haruslah bersifat mendasar dan menyeluruh.

Dalam masalah kejahatan narkoba ini, tentu saja Islam sebagai aturan sempurna yang datang dari dzat yang Maha Pencipta dan Pengatur, memiliki solusi untuk mengentaskan kejahatan narkoba ini.

Solusi Menyeluruh: Terapkan Islam Kaffah

Ketika akar masalahnya adalah pengabaian hukum Allah, baik secara keseluruhan, ataupun sebagiannya, maka solusi mendasar dan menyeluruh untuk masalah narkoba adalah dengan menerapkan hukum Allah dalam setiap aspek kehidupan. Kalau ini tidak dilakukan, sudah terbukti persoalan bukan semakin baik, namun semakin memperpanjang masalah. Rasulullah bersabda:

… وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan mereka memilih-milih apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan bencana di antara mereka. (HR. Ibnu Majah dg sanad hasan).

Ketika syariat Islam diterapkan, maka peluang penyalahgunaan akan tertutup. Landasan akidah Islam mewajibkan negara membina ketakwaan warganya. Ketakwaan yang terwujud itu akan mencegah seseorang terjerumus dalam kejahatan narkoba. Di samping itu, alasan ekonomi untuk terlibat kejahatan narkoba juga tidak akan muncul. Sebab pemenuhan kebutuhan pokok setiap individu rakyat (papan, pangan dan sandang) dan kebutuhan dasar masyarakat (pendidikan, layanan kesehatan dan keamanan) akan dijamin oleh negara. Setiap orang juga memiliki kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan sekundernya sesuai kemampuan masing-masing.

Narkoba dan sejenisnya sebagai zat yang haram, maka siapa saja yang mengkonsumsi, mengedarkan dan memproduksinya berarti telah melakukan jarîmah (tindakan kriminal) yang termasuk sanksi ta’zir. Pelakunya layak dijatuhi sanksi dimana bentuk, jenis dan kadar sanksi itu diserahkan kepada ijtihad Khalifah atau Qadhi, bisa sanksi diekspos, penjara, denda, jilid bahkan sampai hukuman mati dengan melihat tingkat kejahatan dan bahayanya bagi masyarakat.

Terhadap pengguna narkoba yang baru sekali, selain harus diobati/direhabilitasi oleh negara secara gratis, mungkin cukup dijatuhi sanksi ringan. Jika berulang-ulang (pecandu) sanksinya bisa lebih berat. Terhadap pengedar tentu tak cukup dijatuhi sanksi hukum yang ringan apalagi diberi keringanan. Sebab selain melakukan kejahatan narkoba mereka juga membahayakan masyarakat.

Wahai kaum Muslimin, cukuplah Islam sebagai solusi atas setiap persoalan yang menimpa kehidupan ini. Saat Kehidupan Islam kaffah dalam bingkai khilafah belum terwujud, maka setiap komponen umat harus bersungguh-sungguh untuk terus memperjuangkan tegaknya kehidupan Islam. Insya Allah.[]

Ilustrasi: Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *