Negara Kaya yang Terus Merugi

Negara Kaya yang Terus Merugi

Melihat lemahnya perekonomian di segala aspek yang ditopang kapitalisme, sudah saatnya menginstal ulang sistem yang mampu bertahan selama 13 abad lamanya. Sistem ekonomi yang antikritis dan lebih stabil, yaitu sistem Islam. Dengan penerapan seluruh aturan Islam, termasuk sistem ekonomi, politik, dan sistem sanksi Islam, sengkarut segala pengelolaan sumber daya tidak akan pernah terjadi.


Oleh: Ummu Syanum (Anggota Komunitas Setajam Pena)

POJOKOPINI.COM — Pandemi Covid-19 secara nyata mengganggu pasar keuangan dan komoditas global, termasuk industri minyak dan gas (migas). Migas termasuk sebagai industri yang terbiasa naik turun harga, selain listrik, pangan dan segala kebutuhan hidup.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir meminta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk memimpin salah satu perusahaan pelat merah. Rencana penunjukkan Ahok yang dulu sempat menuai pro-kontra, kini kembali menjadi perbincangan panas di Twitter setelah pengangkatan dirinya sebagai komisaris utama PT Pertamina (Persero).

PT Pertamina mencatat kerugian mencapai Rp 11 triliun pada Semester I 2020. Capaian kinerja Pertamina di Tengah pandemi Covid-19. Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina mengalami kerugian mencapai US $ 767,91 juta, atau setara Rp. 11,13 triliun pada Semester I 2020. Angka itu dengan asumsi kurs Rp. 14.500 per dolar Amerika Serikat. Hal tersebut berbanding terbalik dengan capaian mereka pada periode yang sama 2019, dimana perusahaan pelat merah itu mampu menghasilkan laba sebesar US $ 659,95 juta atau sekitar Rp. 9,56 triliun. Dari ikhtisar laporan keuangan Pertamina per 30 Juni 2020 yang dikutip VIVA, terdapat penurunan penjualan dan pendapatan usaha sekitar 24,71 persen, dari US $ 25,54 miliar menjadi US $ 20,48 milia (viva.co, 24/8/2020).

Dilansir dari CNN Indonesia (25/8/2020), PT Pertamina (Persero) buka suara soal kinerja keuangan mereka yang rugi pada sepanjang semester I 2020 kemarin. VP Komunikasi Perusahaan Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan sepanjang semester I 2020 Pertamina menghadapi triple shock. Tekanan itu datang dari penurunan harga minyak mentah dunia, penurunan konsumsi BBM di dalam negeri, serta pergerakan nilai tukar dolar yang berdampak pada selisih kurs yang cukup signifikan.

Pandemi Covid-19 dampaknya sangat singnifikan bagi pertamina. Dengan penurunan demand, depresiasi rupiah, dan juga crude prince yang berfluktuasi sangat tajam membuat kinerja keuangan kami sangat terdampak,” ujarnya.

Menurut Fajriyah dari sisi permintaan penurunan terlihat dari konsumsi BBM secara nasional yang sampai Juni 2020 hanya sekitar 117 ribu kilo liter(KL) per hari. Permintaan itu turun 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang tercatat 135 ribu KL per hari. Bahkan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibeberapa kota besar penurunan permintaan sempat tembus hingga 50-60 persen.

Dengan kondisi seperti ini tak ayal akan mengakibatkan terjadinya gelombang PHK, dimana akan menambah jumlah kemiskinan. Dapat kita ketahui, fungsi bisnis BUMN justru lebih menonjol daripada pelayanananya. Harapan memajukan bisnis, mendobrak birokrasi hingga menghilangkan mafia yang sempat dinarasikan rezim saat mengangkat penguasa yang baru, kini hanya omong kosong belaka. Bentuk kekuasaan politik secara efektif hanya dipegang elite terbatas dimana pihak yang berkepentingan yang memberikan kontribusi bagi penguasa.

Pandemi Corona hendak menunjukkan kepada kita, bahwa cara kerja kapitalisme tak mampu menahan kerusakan yang menumpuk. Melihat lemahnya perekonomian di segala aspek yang ditopang kapitalisme, sudah saatnya menginstal ulang sistem yang mampu bertahan selama 13 abad lamanya. Sistem ekonomi yang antikritis dan lebih stabil, yaitu sistem Islam. Dengan penerapan seluruh aturan Islam, termasuk sistem ekonomi, politik, dan sistem sanksi Islam, sengkarut segala pengelolaan sumber daya tidak akan pernah terjadi.

Rasulullah SAW bersabda:
Tidak ada seorang hamba yang dijadikan Allah mengatur rakyat, kemudian dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya (tidak menunaikan hak rakyatnya), kecuali Allah akan haramkan dia (langsung masuk) surga” (HR Muslim). Wallaahu a’lam bish-shawab.[]

Picture source by Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *