Nyabu Is Haram

Nyabu Is Haram

Oleh : Cut Zhiya Kelana, S.Kom

WWW.POJOKOPINI.COM — Seorang oknum ustadz ditangkap karena diduga mengedarkan sabu. Ustadz tersebut berinisial AM (46), warga Desa Pesanggrahan, Kwansyar, Bangkalan, Jawa Timur. “Kami berhasil menangkap salah seorang DPO, kebetulan berstatus bindereh (Ustadz) atau tenaga pengajar di salah satu pondok pesantren. “ ungkap Kapolres Bangkalan AKPB Rama Samtama Putra dalam siaran Pers Ungkap Kasus Narkoba Periode 9-17 Januari 2020 yang di gelar di Mapolres Bangkalan. (SerambiNews.Com)

AM menjadi buruan Satreskorba Polres Bangkalan selama dua bulan. Setelah polisi mendapatkan dua pelaku narkoba tengah mengisap sabu didalam rumahnya. Rama menjelaskan, pihaknya kehilangan AM saat memburunya di Mojokerto, Jawa Timur, Klanten Jawa Tengah, hingga ke Bekasi Jawa Barat.

Hingga saat ini, tersangka AM masih berpandangan bahwa sabu tidak dilarang dalam Al-Qur’an. “Menghisap sabu menurutnya meningkatkan semangat dalam membaca Al-Qur’an” tutur Rama. Bahkan, dalam lembaran rilis disampaikan bahwa anggapan sabu tidak haram telah disampaikan kepada beberapa santri di salah satu pondok pesantren di Surabaya.

Pernyataan nyeleneh datang lagi dari seorang Ustadz gadungan, yang ternyata juga seorang DPO kepolisian. AM menyebutkan bahwa sabu bisa memberikan semangat. Tentu hal itu benar karna efek dari narkoba adalah menenangkan dan memberi semangat. Namun begitu adalah salah menggunakan dalil Al-Qur’an sebagai cara untuk membolehkan mengkonsumsi narkoba, bahkan mengajarkan kepada para santri lainnya untuk mengikuti jejaknya.

Narkoba sudah kita ketahui bersama bagaimana dampak bahayanya. Narkoba dapat merusak jiwa dan akal seseorang. Berbagai efek berbahaya sudah banyak dijelaskan oleh pakar kesehatan. Begitu pula mengenai hukum penggunaan narkoba telah dijelaskan oleh para ulama madzhab sejak masa silam. Dalam istilah para ulama, narkoba ini masuk dalam pembahasan mufattirot (pembuat lemah) atau mukhoddirot (pembuat mati rasa).

Pengaruh narkoba secara umum memberikan ketenangan, kebahagian, fly, tidak sadarkan diri, Merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan kegairahan (segar dan bersemangat) dan kesadaran. Obat ini dapat bekerja mengurangi rasa kantuk karena lelah, mengurangi nafsu makan, mempercepat detak jantung, tekanan darah dan pernafasan juga halusinasi.
Seorang pakar kesehatan pernah mengatakan, “Yang namanya narkoba pasti akan mengantarkan pada hilangnya fungsi kelima hal yang Islam benar-benar menjaganya, yaitu merusak agama, jiwa, akal, kehormatan dan harta.”

Para ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:
“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (minuman) khamr, judi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu memperoleh keberuntungan.” ( QS. Al-Maidah: 90 )

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).

Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu haram.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if). Jika khomr itu haram, maka demikian pula dengan mufattir atau narkoba.

Dari semua dalil ini kita melihat bahwa keharaman menggunakan narkoba sama seperti menggunakan khamar (alkohol). Mungkin dalam pemahaman orang yang dangkal ilmunya menganggap bahwa tidak ada dalil berarti membolehkan, padahal makna dari Al-Qur’an sendiri banyak. Tidak akan mampu bisa kita tafsirkan, konon lagi demi mencari celah perbuatan maksiatnya lalu dia menggunakannya.

Ini bukti dari cermin liberal yang sudah mendarah daging, biasa menjual ayat dan membalikkannya dan menggunakan seperlu mereka. Akibat dari paham kapitalis yang memisahkan agama dengan kehidupan, jadilah manusia yang menciptakan hukum buatannya sendiri, membuat dalil sendiri untuk membenarkan perbuatannya yang nyata salah. Kenapa orang-orang seperti ini seperti tanaman yang subur?

Karena Islam tidak diterapkan secara kaffah, Islam hanya sekedar ritual belaka. Padahal jika Islam diterapkan secara kaffah maka orang-orang seperti tadi tidak akan terus berkembang biak karna kan dicabut hingga ke akarnya. Bahkan mereka akan diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka.

Menegakkan sistem hukum pidana Islam dan konsisten menerapkannya. Sistem pidana Islam, selain bernuansa ruhiah karena bersumber dari Allah SWT,juga mengandung hukuman yang berat. Pengguna narkoba dapat dipenjara sampai 15 tahun atau dikenakan denda yang besarnya diserahkan kepada qâdhi (hakim) (al-Maliki, Nizhâm al-‘Uqûbât, hlm. 189). Jika pengguna saja dihukum berat, apalagi yang mengedarkan atau bahkan memproduksinya; mereka bisa dijatuhi hukuman mati sesuai dengan keputusan qâdhi (hakim) karena termasuk dalam bab ta’zîr.

Islam merupakan ad-diin pembawa rahmat yang mampu menyolusi berbagai problematika kehidupan kita. Solusi paripurna yang dimiliki Islam akan bisa terwujud jika negara kita mengadopsi sistem pemerintahan Islam. Sistem inilah yang biasa disebut dengan Khilafah,Wallahu ‘Alam.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *