Optimis Sambut Kemenangan Islam!

Optimis Sambut Kemenangan Islam!

Bagi setiap Muslim seharusnya musibah pandemi covid-19 ini semakin membuka mata, pikiran dan kesadaran kita, bahwa sistem yang mengatur kehidupan dunia saat ini, yaitu Kapitalis-Sekuler, sudah gagal total. Harus ada sistem alternatif pengganti yang segera diwujudkan untuk menata dan mengatur kembali kehidupan.


Oleh: Ummu Fatih (Pemerhati Umat dan Generasi)

POJOKOPINI.COM — Sudah hampir enam bulan lamanya dunia internasional menghadapi pandemi covid-19, sejak terdeteksi pertama sekali pada akhir Desember 2019 lalu di kota Wuhan (China). Dengan cepat virus menyebar ke berbagai negara di dunia tak terkecuali Indonesia yang pada awal nya ditanggapi dengan guyonan oleh para petinggi negara.

Akhirnya, kini Indonesia juga menjadi tempat penyebaran virus corona, yang semakin hari jumlah kasus nya semakin meningkat saja. Ditambah kebijakan penguasa lebih mengutamakan penyelamatan ekonomi dibanding dengan menyelamatkan nyawa warga nya.

Tampak jelas dari kebijakan-kebijakan yang ditetapkan bukan untuk mengatasi wabah. Kebijakan PSBB yang dijalankan sebelumnya dinyatakan berakhir dan mulai diberlakukan new normal dalam kondisi virus sedang mewabah. Entahlah, apa yang akan terjadi pada negeri ini ke depan. Semoga Allah SWT melindungi kaum Muslimin, aamiin.

Bagi setiap Muslim seharusnya musibah pandemi covid-19 ini semakin membuka mata, pikiran dan kesadaran kita, bahwa sistem yang mengatur kehidupan dunia saat ini, yaitu Kapitalis-Sekuler, sudah gagal total. Harus ada sistem alternatif pengganti yang segera diwujudkan untuk menata dan mengatur kembali kehidupan.

Setidaknya ada tiga pelajaran (ibrah) yang dapat kita petik dari adanya musibah pandemi covid-19. Pertama, membuka kedok para pemimpin dalam sistem kapitalis yang hanya pencitraan saja, dan gagal atasi wabah. Dalam kondisi saat ini penting untuk menampilkan profil pemimpin yang sesungguhnya dan itu hanya dapat diwujudkan di dalam sistem islam.

Kedua, corona telah merontokkan kesombongan manusia, yang merasa layak mengatur kehidupan dengan hukum hasil hawa nafsu dan akal yang terbatas. Sehingga tidak meyakini Allah SWT sebagai al-Khalik wa al-Mudabbir (Maha Pencipta dan Maha Pengatur). Tampak mereka mencampakkan hukum-hukum Allah (syariat), bahkan dengan berani menyerang hukum-hukum Islam dan mengkriminalisasi para pejuangnya.

Ketiga, virus Corona adalah makhluk tak kasat mata, namun mampu membuat repot miliyaran manusia di dunia. Dengan keberadaannya, ekonomi lumpuh, sekolah ,kampus, tempat pariwisata dan lain- lain harus ditutup. Bahkan untuk menentukan bagaimana kelanjutan proses belajar mengajar di sekolah pun dibuat kacau. Inilah skenario Allah SWT yang Mahakuasa untuk menciptakan sesuatu yang menjadi kehendak-Nya.

Tidak cukupkah kondisi yang ada saat ini membuat kita yakin bahwa sistem Kapitalis-Sekuler telah gagal dalam menyelesaikan segala problematika termasuk pandemi? Saatnya kaum Muslimin bersiap diri untuk menata kehidupan yang baru dalam bingkai khilafah.

Khilafah adalah janji Allah SWT dan bisyarah Rasulullah Saw. Allah berfirman :

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik“. (QS. An-Nur : 55)

Kaum Muslimin wa bil khusus pengemban dakwah tidak boleh ragu terhadap bisyarah Rasul Saw. akan kembalinya khilafah. Memang, upaya untuk menegakkan khilafah bukanlah perkara yang mudah. Oleh karena itu tidak boleh perjuangan menegakkan khilafah hanya bertumpu pada kemampuan diri ( sebagai manusia), namun dengan menyandarkan diri dan tawakkal kepada Allah SWT. Juga berupaya dengan istiqamah untuk terus berdakwah di tengah umat dengan meneladani thariqah dakwah Rasulullah Saw. Maka bagi Allah SWT sangatlah mudah, karena urusan menegakkan khilafah adalah urusan Allah, pemilik dan penguasa atas segala sesuatu, orang-orang yang berupaya menghalangi pasti akan gagal dan Allah akan mewujudkan sebab-sebab alamiah menuju tegaknya khilafah.

Adanya sekelompok dari kaum Muslimin yang sungguh-sungguh berjuang adalah di antara sebab menuju tegaknya khilafah. Maka sudah selayaknya para pengemban dakwah berupaya mengoptimalkan aktifitas dakwahnya untuk menyiapkan umat menuju kemenangan Islam.

Situasi saat ini selayaknya menjadikan para pengemban dakwah semakin optimis, bahwa kemenangan Islam semakin dekat. Oleh karena itu mereka pun harus mengoptimalkan setiap daya upaya menyambut kemenangan.

Dalam kondisi dakwah di tengah pandemi saat ini, ada beberapa poin yang dapat kita upayakan untuk mengoptimalkan aktivitas dakwah:

Pertama, tetap serius dan sungguh-sungguh mengkaji islam, dan memperkaya diri dengan tsaqofah islam dengan banyak mengikuti kajian online ( virtual). Juga membaca tentunya sembari terus mengikuti berita kekinian.

Kedua, optimalisasi penyebaran opini dakwah. Agar opini islam ideologis sampai kepada umat dalam jangkauan yang lebih luas. Juga mengajak umat untuk ikut memperjuangkan Islam.

Ketiga, upgrade diri dengan berbagai uslub-uslub dakwah, apakah menjadi penulis, membuat video dakwah dan lain sebagainya.

Semoga Allah menguatkan azzam dan mengokohkan kaki kita untuk senantiasa kuat menempuh jalan dakwah ini. Aamiin.[]

Ilustrasi: Google

Disclaimer: Www.pojokopini.com adalah wadah bagi para penulis Islam untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal dan menanggapinya dengan perspektif Islam. Pojokopini.com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *